By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Meninjau Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Gubernur Khofifah: MCC Lahirkan Pelaku Ekonomi Kreatif Handal
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Meninjau Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Gubernur Khofifah: MCC Lahirkan Pelaku Ekonomi Kreatif Handal
Ekraf

Meninjau Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Gubernur Khofifah: MCC Lahirkan Pelaku Ekonomi Kreatif Handal

27/03/2023 Ekraf
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat ngobrol bareng para pelaku ekonomi kreatif didampingi Walikota Malang Sutiaji di MCC (Malang Creative Center) Jl. A. Yani No. 53 Kota Malang, Sabtu (25/3/2023). (*/hmn)
SHARE

Malang, Radar96.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimis hadirnya “Malang Creative Center (MCC)” mampu menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif yang juga terintegrasi dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (Dudika) sehingga menurunkan tingkat pengangguran terbuka.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat ngobrol bareng para pelaku ekonomi kreatif didampingi Walikota Malang Sutiaji di MCC Jl. A. Yani No. 53 Kota Malang, Sabtu (25/3).

“Sekarang kan eranya gig economy (kontrak pendek pegawai). Misalnya dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja memerlukan kameramen, fotografer serta profesi yang membutuhkan skill lainnya bisa mencari talent melalui MCC,” ungkap Gubernur Khofifah.

Kepada awak media., Gubernur Khofifah menyampaikan MCC juga bisa menjadi wadah bagi siswa-siswi SMK sesuai jurusan yang digeluti, sehingga akan ada program-program yang dapat disinergikan dengan prodi-prodi di SMK.

“Karena di sini sudah ada banyak ruang untuk skill spesifik yang dipersiapkan untuk kreatifitas dan profesi tertentu, jadi nanti diskrupkan dengan jurusan yang ada di SMK-SMK di berbagai daerah di Jawa Timur. Termasuk SMA double track sehingga melengkapi kualifikasi sesuai kebutuhan dudika,” katanya.

Khofifah menyampaikan harapannya agar fasilitas yang memberikan pelatihan-pelatihan untuk menambahkan skill bagi para pekerja kreatif di MCC ini terkoneksi dengan Balai Latihan Kerja dan SMK serta SMA double track sehingga pebyiapan tenaga berketrampilan khusus mendekati kebutuhan pasar.

“Jadi harapannya Dudika punya pilihan opsi, selain dari perguruan tinggi. Mereka bisa langsung mencari ke MCC. Nah kalau sudah dibekali sertifikasi mulai dari tingkat pemula hingga advance, Dudika tinggal pilih saja di sini. Jadi. sentranya ya di MCC ini,” pungkasnya

.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan kehadiran MCC ini memiliki tujuan untuk mengurangi angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), baik di Malang maupun Jawa Timur.

“Terbukanya ruang kreatifitas ini diharapkan mampu mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka,” katanya.

MCC menjadi wujud visi Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan dalam mengelola dan menjaga ekosistem Ekonomi Kreatif di Kota Malang. Hal tersebut juga bisa dilihat dari filosofi bentuk bangunan MCC.

Sementara itu, Manajer Pemasaran dan Kerja Sama MCC Frishanti Yuan, dalam paparannya menyampaikan bahwa sejak soft launching pada Desember lalu, total sudah terdapat 550 event, 243 pelaku ekonomi kreatif, dan 121+17 kolaborator yang telah menggunakan MCC.

“MCC bukan hanya sekadar co working space, namun lebih kompleks dari itu. Di sini kami menaungi 17 sub sektor kreatif. Melalui MCC kami ingin terciptanya Creative Universe di Kota Malang ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Bidang Pemasaran dan Komunikasi (Komite Ekonomi Kreatif) Dadik menuturkan bahwa design gedung yang berlantai 8 ini terinspirasi dari Candi Badut yang merupakan Candi tertua di Jawa Timur dan merupakan titik yang tepat untuk menyerukan kebangkitan budaya Malang.

Pemilihan Candi Badut dalam pembangunan Gedung MCC, mengacu pada beberapa nilai yang dinilai cocok untuk perkembangan MCC.

“Salah satu nilai yang ada dalam Candi Badut adalah swasembada pangan,” ujarnya.

Dadik juga menceritakan bahwa MCC bermula dari diskusi di warung kopi hingga terlahirlah sebuah kebutuhan dalam forum komunikasi lintas komunitas, asosiasi, ikatan dan stakeholder kreatif dalam membangun sinergitas dan kolaborasi.

“Kebutuhan tersebut kemudian dikomunikasikan dengan Pemkot Malang hingga di tahun 2016 terbentuklah Komite Ekonomi Kreatif (KEK). KEK kemudian menghasilkan roadmap pembangunan ekonomi kreatif di Kota Malang. Dan gedung MCC ini adalah bagian dari pemenuhan infrastrukturnya,” jelasnya.

Kini, MCC diharapkan bisa mewujudkan pertumbuhan setiap sektor ekonomi kreatif yang merata sehingga perekonomian industri kreatif tumbuh dengan baik di era modern tanpa membuang budaya sebagai sebuah nilai sejarah dan warisan. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Airlangga Business Community/ABC: Perubahan Kebijakan Publik Harus Dibaca Sebagai Terbukanya Peluang Bisnis

Dari Warung hingga Toko Pakaian, Mia Andalkan Layanan BRI Jalankan Usahanya di Bondowoso

BRI Bondowoso Perluas Layanan hingga Desa, BRILink Agen Wringin Layani Transaksi Warga

Kopi “Tujuh Bidadari” Bondowoso Tembus Malaysia

Jadi Mitra BRI sejak 2018, BRILink Cahaya Bintang Layani Warga Jebung Kidul, Bondowoso

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gus Yahya temui Presiden Jokowi (R20, Satu Abad NU, kerja sama kementerian)
Next Article UNUSA masuk 58 Terbaik PTN/PTS di Indonesia

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”
Sospol
Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak
Sospol
KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian
Nahdliyyin
Toko Sembako di Bondowoso Layani Transaksi Keuangan bagi Warga Tapen
Uncategorized

You Might also Like

Ekraf

Hari Pelanggan Nasional 2026, Manajemen BRI Bondowoso Sapa Nasabah dan Beri Apresiasi

15/09/2026
Ekraf

Kopi Kalibaru – Banyuwangi Sabet Tiga Juara dalam kompetisi “Green Beans” di Yogyakarta

07/09/2026
Ekraf

Noe Letto Nikmati Kopi Bondowoso, Festival Jadi Panggung Promosi Komoditas Lokal

01/09/2026
Ekraf

Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 ditutup, 5.452 Transaksi QRIS Tercatat dengan Omzet Rp783,1 Juta

28/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?