By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Teladani Sahabat Ahli Badar, Kitab “Ta’liqat Shalawat Badar” Dikaji di Haul ke-53 KH Ali Manshur
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Teladani Sahabat Ahli Badar, Kitab “Ta’liqat Shalawat Badar” Dikaji di Haul ke-53 KH Ali Manshur
Nahdliyyin

Teladani Sahabat Ahli Badar, Kitab “Ta’liqat Shalawat Badar” Dikaji di Haul ke-53 KH Ali Manshur

13/08/2023 Nahdliyyin
KH. Ali Makki Zaini, Ketua PCNU Banyuwangi dan karya KH Ali Manshur Siddhiq (*/mcnu)
SHARE

Tuban, Radar96.com – Sebuah kitab berbahasa Arab yang membahas kemuliaan Para Pejuang Badar dan isi kandungan syair-syair Shalawat Badar telah rampung ditulis dan diterbitkan.

Kitab itu yang ditulis oleh Tim Aljalsatul Jazuliyah dan diterbitkan oleh PCNU Banyuwangi itu diberi judul Al-Lamhatul Jazuliyyah li Ta’liwatis Shalawat Albadiyah Li-Kiai Haji Ali Manshur.

Kitab setebal 72 halaman itu dikaji bareng dalam majelis Haul ke-53 Sang Pencipta Shalawat Badar, di Maqbarah KH Ali Manshur Shiddiq, Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Ahad (13/8/2023) malam.

Ketua PCNU Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini, mengatakan pihaknya memiliki inisiatif menyusun dan menerbitkan Kitab Lamhtul Jazuliyah sebagai bentuk apresiasi dan rasa syukur atas karya besar seorang anak bangsa, Kiai dan pengurus NU yang mampu mempersembahkan karya shalawat berlevel internasional.

“Kiai Ali Manshur, saat menulis Shalawat Badar pada tahun 1962 tercatat sebagai Ketua PCNU Banyuwangi yang baru menyelesaikan tugasnya mewakili partai NU sebagai anggota Konstituente RI yang dibubarkan Bung Karno melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959,” katanya.

Situasi politik bangsa saat itu sangat mencekam jelang peristiwa 1965, dan hebatnya Kiai Ali Manshur menghadapinya itu dengan berdoa kepada Allah melalui syair-syair shalawat Nabi yang dita’alluqkan pada Para Ahli Badar.

Gus Makki, panggilan akrabnya, secara khusus akan menguraikan gambaran isi kitab tersebut dalam Majelis Haul untuk mengajak warga NU, warga bangsa dan warga dunia untuk bisa memahami lebih dalam makna di balik syair-syair Shalawat Badar.

Tim penulis adalah para alumni Pesantren Al Falah Ploso Kediri di Banyuwangi yang memiliki forum kajian rutin, Jalsah Aljazuliyah.

“Kitab ini sudah mendapatkan pengantar dari Rois Am PBNU, KH Miftahul Akhyar dan juga KH Afifuddin Muhadjir, ditulis dalam bahasa Arab biar dikonsumsi secara internasional termasuk di Timur Tengah dan Afrika,” tambahnya.

Kiai Ali Manshur wafat pada 26 Muharram 1392 Hijriyah atau tahun 1971 secara Masehiyah dan dimakamkan di Desa Maibit, Rengel, Tuban.

Sejak Haul ke 46, TV9 Nusantara bersama keluarga dan Lembaga Pendidikan ‘Syiar Islam’ Maibit yang didirikan Kiai Ali Manshur, menggelar majelis haul dalam skala besar.

Dalam Haul tahun ini yang akan memberikan tausiyah haul KH Idris Hamid, Rais PBNU dan Pengasuh PP Salafiyah dan Bayt Al-Hikmah Pasuruan serta pejabat daerah yang mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Saiful Islam, putra bungsu sekaligus penulis buku Biografi Kiai Ali Manshur menyebutkan, ayahandanya menyusun bait-bait puisi dan doa dalam Shalawat Badar sebagai ikhtiar batin, memohon petunjuk dan pertolongan pada Allah berwasilah pada keluhuran Nabi Muhammad SAW dan para sahabat Ahli Badar yang mulia.

Mengutip KH Said Aqil Siroj saat hadir dapan Haul ke-47, Gus Saiful menyatakan Shalawat Badar, kini telah menjadi semacam ‘lagu wajib’ di acara-acara NU, populer hingga ke manca negara.

“Atas karya masterpiece shalawat dan kepeloporan perjuanganya itu, KH Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum PBNU memberi penghargaan Bintang NU pada Muktamar ke-29 NU di PP Krapyak Yogyakarta, 1989 yang dikuatkan lagi dengan Penghargaan Bidang Kebudayaan yang diberikan oleh Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj dalam Peringatan Harlah ke-92 NU pada 31 Januari 2018 di Jakarta.

“Pada momen 1 Abad NU, PBNU kembali memberikan penghargaan, diserahkan di Festival Tradisi Islam Nusantara di Banyuwangi, 9 Januari 2023,” tambahnya.

Warisan Budaya Tak Benda
Sebagai putra daerah Jawa Timur yang punya reputasi internasional, Gubernur Jawa Timur memberikan Penghargaan Pin Emas Jer Basuki Mawa Bea Pada Haul ke-51, pada 3 September 2021.

Atas usulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pula, Shalawat Badar ditetapkan oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI sebagai Warisan Budaya Tak Benda, yang piagamnya diserahkan Gubernur Jawa Timur dalam Upacara Hari Santri, 22 Oktober 2023 di di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Sebelumnya, PWNU Jawa Timur dan UNISMA juga sudah mendaftarkan Hak Paten Shalawat Badar ke Dijen HAKI Kemenkumham RI.

“Atas nama keluarga, saya menyampaikan terima kasih atas perhatian semua pihak pada Shalawat Badar dan Kiai Ali Manshur sebagai penciptanya, semoga menjadi kebaikan untuk semua,” harapnya. (*)

Iklan.

You Might Also Like

IPNU Jatim Targetkan Kader Kuasai Sektor Strategis

Katib PBNU: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 pada Awal Agustus 2026

Cetak 35 Juru Sembelih Halal Halal, ISNU Jatim Perkuat Sektor Hulu Industri Halal

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article IPNU Jatim Sampaikan Hasil Riset Gen Z Kepada Menteri BUMN
Next Article Gubernur Khofifah Ajak Pramuka Kuatkan Karakter Manusia Pancasila Di Tahun Politik

Advertisement



Berita Terbaru

Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura
Kolom Uncategorized
Al Yasmin dan UMAHA Kembangkan Mahasiswa Berbasis Digital Entrepreneurship
Sospol
Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Tanggapan Pakar: Pendidikan Bukan Sekadar Menang-Kalah, Tapi Soal Kejujuran dan Keadilan
Sospol
MUI Jatim Siap Edukasi Pengelolaan Dana Pesantren
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

27/04/2026
Nahdliyyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

25/04/2026
Nahdliyyin

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

25/04/2026
KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?