Surabaya, Radar96.com – Santri Putra atas nama Ahmad Nasikhul Huda dari Pondok Pesantren Al Jihad Surabaya, serta Santri Putri atas nama Norma Hasanatul dari Pondok Pesantren Luhur, Malang, terpilih menjadi Duta Santri Nasional 2023.
“Kompetisi ini kami adakan setiap dua tahun sekali sebagai wujud komitmen dalam membangun negeri dan mendorong para santri menjadi agen perubahan yang positif, kami percaya bahwa santri memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan perdamaian dunia,” ujar Ketua Umum Duta Santri Nasional, Syifa’ Nurda Mu’affa.
Pada Grand Final Duta Santri Nasional 2023 di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Jumat, ia mengatakan kompetisi ini merupakan upaya untuk menumbuhkan bakat yang dimiliki para santri dalam berbagai bidang sekaligus memberikan dampak positif pada kemajuan bangsa.
Sebanyak 46 finalis Duta Santri Nasional 2023, telah mengalahkan sebanyak 6.431 pendaftar Duta Santri Nasional 2023 di seluruh Indonesia. Ke-46 santri yang lolos menjadi finalis itu meliputi 24 santri putra dan 24 santri putri.
Acara Duta Santri Nasional pada tahun ini mengusung tema “Santri Membangun Peradaban dan Perdamaian Dunia”, hal ini memiliki harapan besar bahwa para santri harus bisa terinspirasi untuk memajukan bangsa dan membuahkan perdamaian dunia.
Kompetisi Duta Santri Nasional ini telah diselenggarakan sejak tahun 2016, dan sudah menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan Hari Santri Nasional yang selalu dirayakan pada tanggal 22 Oktober.
“Pada hari Jumat, 20 Oktober 2023, acara Grand Final Duta Santri Nasional 2023 terselenggara di Unusa untuk memilih satu untuk satu penghargaan Duta Santri Nasional 2023 baik putra maupun putri,” katanya.
Setelah 10 santri dari putra maupun putri tersebut berkompetisi di panggung ruangan Auditorium Unusa, akhirnya terpilihlah dua dari perwakilan pondok pesantren dari Jawa Timur yang berhasil mendapatkan posisi menjadi Duta Santri Nasional tahun ini.
Kedua perwakilan tersebut yakni Duta Santri Putra atas nama Ahmad Nasikhul Huda dari Pondok Pesantren Al Jihad Surabaya, serta Duta Santri Putri yang terpilih atas nama Norma Hasanatul dari Pondok Pesantren Luhur, Malang.
Sementara itu, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., mengharapkan program Duta Santri Nasional ini harus bisa menjadi salah satu langkah positif dalam mempersiapkan para santri menjadi pemimpin masa depan, serta para santri sebagai pejuang ilmu harus terus semangat melakukan jihad intelektual dalam mengembangkan pengetahuan dan mengikuti transformasi teknologi digital.
Harapan Rektor Unusa itu untuk Duta Santri Nasional yang merupakan kumpulan anak muda dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di seluruh Indonesia itu agaknya menjadi tugas santri yang tidak hanya menyebarkan nilai kepesantrenan.
Mereka yang terpilih menjadi perwakilan Duta Santri Nasional harus bisa menyebarkan nilai agama dan pendidikan, seperti sains dan teknologi, sosial dan kemasyarakatan, politik dan hukum, kesehatan dan olahraga, energi dan lingkungan, ekonomi dan kewirausahaan, budaya dan pariwisata, diaspora, hingga multimedia. (*/pna)



