Kuala Lumpur, radar96.com — Upaya memperkuat riset penyakit infeksi global terus dilakukan kalangan akademisi di kawasan Asia Tenggara. Research Center on Global Emerging and Re-emerging Infectious Diseases (RC-GERID) Universitas Airlangga melakukan kunjungan benchmarking ke Malaysia Genome & Vaccine Institute (MGVI), Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (13/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama penelitian di bidang penyakit infeksi emerging dan re-emerging antara kedua lembaga riset.
Rombongan RC-GERID disambut Ketua Pusat Genom MGVI Dr Ryia Illani Mohd Yunos. Dalam pertemuan itu, Ryia memperkenalkan sejumlah peneliti MGVI sekaligus memaparkan berbagai riset yang selama ini dikembangkan lembaganya.

Menurut Ryia, MGVI merupakan bagian dari National Institutes of Biotechnology Malaysia (NIBM) yang memiliki kontribusi penting dalam penanganan pandemi Covid-19 di Malaysia. Kontribusi tersebut antara lain melalui penyediaan laboratorium bergerak BSL-3, pengujian quality control vaksin Sinovac, hingga produksi hand sanitizer.
“MGVI saat ini menjalankan proyek MyGenom untuk mengidentifikasi dasar genetik berbagai penyakit melalui pemetaan genom manusia,” ujarnya.

MGVI juga didukung sejumlah fasilitas riset modern, seperti spektrometri massa, laboratorium biologi struktural dan biofisika, biobank genomik, fasilitas sequencing dan next generation sequencing (NGS), pusat komputasi genom, hingga rekayasa protein dan bioproses.
Ketua RC-GERID Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, PhD, mengatakan pihaknya tertarik memperluas kolaborasi penelitian dengan MGVI, terutama terkait pengembangan riset penyakit infeksi dan genomik.
Laura menjelaskan, RC-GERID merupakan bagian dari Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga yang selama ini aktif mengembangkan berbagai penelitian penyakit tropis dan infeksi.
“ITD memiliki sejumlah laboratorium riset, antara lain HIV, viral diarrhea, dengue, lepra, tuberkulosis, hepatitis, malaria, hingga human genetic. Salah satu peneliti kami juga terlibat dalam pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia,” kata Laura yang juga Sekretaris LPT UNAIR itu dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, tim RC-GERID juga berkesempatan meninjau sejumlah fasilitas laboratorium MGVI, mulai dari laboratorium mikrobiologi, sequencing, NGS, hingga pusat komputasi genom dan vaksin.
Benchmarking itu dinilai membuka peluang baru bagi penguatan jejaring riset internasional, sekaligus memperluas kolaborasi pengembangan penelitian penyakit infeksi di kawasan regional.
Selain menambah wawasan terkait pengembangan teknologi genomik, kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan awal bagi kerja sama riset yang lebih konkret antara Universitas Airlangga dan MGVI Malaysia.(*)
Kontributor: Yasmin



