Surabaya, Radar96.com – Presiden RI Joko Widodo dan kiai-kiai Sepuh di Surabaya mengadakan Pertemuan Tertutup di sela-sela rangkaian
Hari Santri Nasional (HSN) 2023 di Surabaya.
Setelah pertemuan itu usai, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi KH Abd Hakim Mahfudz yang akrab disapa Gus Kikin membeberkan apa yang dibahas Jokowi bersama para kiai dan ulama.
“Ini pembicaraan bagaimana kondisi saat ini kemudian dengan menghadapi Pilpres dan beliau berharap bahwa kondisi yang sudah baik ini bisa dilanjutkan lagi di dalam pemerintahan yang akan datang,” kata Gus Kikin di Kantor PCNU Surabaya, Minggu (22/10/2023).
Gus Kikin menyebutkan bahwa Jokowi berharap agar pembangunan yang telah dilakukan di Indonesia saat ini bisa dilanjutkan oleh pemimpin yang akan datang.
“Pondasinya sudah ditanam dengan baik, nah berkelanjutannya ini mudah-mudahan harapannya ke depan bagi presiden (Jokowi) seperti itu (pembangunan dilanjutkan), supaya tidak berubah-ubah nanti memulai lagi, memulai lagi. Itu nanti kalau bisa dilaksanakan berkelanjutan, maka kemajuannya bisa dicapai. Karena masih banyak hal yang jadi tantangan,” ucap Gus Kikin.
Pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang itu menyatakan bahwa para ulama dan kiai sepuh NU sepakat bahwa pembangunan di negara ini harus dilanjutkan pada kepemimpinan selanjutnya.
“Dari NU ya diharapkan, apa yang bisa kami lakukan, kami lakukan, terutama bidang sosial masyarakat. Sejak dulu NU selalu mendukung pemerintah supaya mencapai kemajuan yang signifikan,” paparnya.
Disinggung soal pembahasan politik, khusus Gibran yang sebagai Cawapres Prabowo, Gus Kikin mengaku ada pembahasan politik, tapi tidak spesifik menyebutkan satu nama.
“Nggak ada. Kami nggak bicara soal nama. Tapi secara umum disampaikan beliau sangat mengharapkan dalam pembangunan ini berkelanjutan lah,” jelasnya.
“Ya tidak spesifik menyebut nama. Ya itu harapan. Dengan NU ya sama, NU minta konsistensi pembangunan. Dengan berkelanjutan, kan, bisa menuju ke kondisi yang bisa dinikmati rakyat Indonesia sebagai negara yang maju. NU sepakat pembangunan berkelanjutan dan kami menjaga sosial masyarakat dalam harmoni. Itu kegiatan NU,” ujarnya.
Jokowi hadir didampingi sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju di antaranya Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menpan RB Abdullah Azwar Anas, hingga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Sementara itu, sejumlah ulama NU turut hadir dalam pertemuan tertutup selama satu jam lebih tersebut. Di antaranya Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Gus Kikin.
Selain itu juga ada Ketum MUI KH Anwar Iskandar, Ketua MUI Jatim Mutawakkil ‘Alallah, Ketua PCNU Surabaya H Umarsyah, dan lainnya. (*/pna)



