By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Bakat Qiraah, Antarkan Mahasiswa Unusa Magang hingga Jadi Ustadz di Jepang
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Bakat Qiraah, Antarkan Mahasiswa Unusa Magang hingga Jadi Ustadz di Jepang
Milenial

Bakat Qiraah, Antarkan Mahasiswa Unusa Magang hingga Jadi Ustadz di Jepang

14/12/2023 Milenial
SHARE

Aichi, Radar96.Com – Mokhammad Ramadani Ilham Akbar, merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dari Prodi S1 Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Saat ini dia menjalani magang internasional di Sariraya Co, Ltd Jepang. Hebatnya, di sana dia juga mempunyai Islamic Center (Toyota Islamic Center, Aichi, Jepang).
Dani magang di Jepang selama 3 bulan, bertugas sebagai ustadz yang mengisi kegiatan keagamaan di Toyota Islamic Center, sekaligus dia akan mempelajari manajemen bisnis dan produk halal di Negeri Sakura tersebut.

Anak pasangan almarhum Mokammad Efendi Santoso dan almarhumah Dewi Rikhana itu mengungkapkan, semua itu berawal ketika dirinya ikut seleksi tingkat fakultas, hingga akhirnya dia direkomendasikan oleh Dekan FEBTD Unusa, Dr Ubaidillah Zuhdi, ST, MEng, MSM untuk mengikuti seleksi magang internasional. Akhirnya lolos.
Dani membagikan kisahnya yang penuh inspirasi dan tantangan di negeri seberang yang pernah mengaku sebagai Saudara Tua itu.

“Pengalaman magang ini dimulai saat saya diamanahi oleh Bapak Dekan FEBTD untuk mengikuti program magang internasional di Sariraya, Jepang. Dengan hati yang lapang, saya siap mengambil kesempatan yang sangat baik dan mulia ini, untuk menambah wawasan dan ilmu saya, serta membagikan ilmu kepada teman-teman di Jepang. Terlebih saya memiliki hobi qira’ah, dan pas dengan salah satu tugas saya di Toyota Islamic Center,” ungkapnya saat di tempat magang, Kamis (14/12/23).

Salah satu tantangan utama yang dihadapi pria yang pernah menjadi juara MTQ tahun 2021 tingkat perguruan tinggi se-Jawa Timur ini, yakni keterbatasan dalam berkomunikasi, karena perbedaan bahasa. Dia menyadari bahwa untuk mengatasi hambatan tersebut, perlu meningkatkan kemampuan berbahasa asing. Oleh karena itu, dia telah mengambil inisiatif untuk aktif belajar dan memperdalam pemahamannya terhadap bahasa yang digunakan di lingkungannya. Selain itu, perbedaan budaya juga menjadi kendala yang menantang baginya.

“Meskipun sulit pada awalnya, saya melihat perbedaan ini sebagai peluang untuk memperluas pandangan dan pemahaman saya terhadap dunia. Hal ini telah mendorong saya untuk lebih terbuka terhadap pemahaman budaya-budaya yang berbeda dan menumbuhkan semangat dalam belajar untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. Dengan tekad dan upaya yang terus-menerus, saya yakin bahwa saya dapat mengatasi kendala-kendala ini dan menjadi lebih terampil dalam menghadapi tantangan komunikasi dan perbedaan budaya,” ungkapnya.

Tidak hanya berbicara tentang kendala, Dani juga menuturkan tentang dukungan luar biasa yang diterimanya dari keluarga dan kampus. “Awalnya kaget dan dikira hanya bercanda, namun dengan iktikad dan niat yang baik, alhamdulillah, keluarga saya besar hati untuk merestui keberangkatan saya,” tambahnya.

Dukungan dari dosen, Kaprodi, dan Dekan Unusa juga menjadi aspek krusial dalam keberangkatannya. “Alhamdulillah wa syukurillah, bapak ibu dosen, bapak Kaprodi, bapak dekan, semua antusias untuk merestui keberangkatan saya,” ucapnya.

Saat tiba di Jepang untuk pertama kalinya, pria kelahiran Mojokerto ini menggambarkan momen tersebut seperti mimpi yang menjadi kenyataan. “Rasanya seperti mimpi, bisa merasakan suasana Jepang secara langsung, dan tak lupa saat saya di Haneda Airport Tokyo, sujud syukur adalah langkah awal saya saat di sana,” ceritanya dengan penuh syukur.

Tentang lingkungan kerja di Jepang, Dani memberikan gambaran yang memukau. “Sangat perfeksionis, mulai dari waktu, cara kerja, dan profesionalitas dalam dunia kerja. Inilah yang membuat saya semakin semangat dalam dunia magang ini, meskipun hanya 3 bulan,” ungkapnya.

Setelah sukses menyelesaikan masa magangnya nanti, dia memiliki harapan besar untuk masa depan. “Harapan saya, ayo teman-teman mahasiswa, adik-adik mahasiswa, kita bisa dan siapapun bisa untuk pergi ke Negeri Sakura. Tingkatkan lagi kreativitas dan inovasi belajar, karena saya yakin jika saya bisa, kalian pasti bisa,” ajaknya penuh semangat.

Sebagai penyemangat dan nasihat bagi adik kelas di Unusa, Dani memberikan tips berharga. Seperti halnya di atas, jangan capek untuk bermimpi. Capek boleh berhenti sejenak, namun silakan dilanjutkan lagi. Karena akan ada matahari dan pelangi yang akan menyinari dan mewarnai kalian saat malam dan badai berlalu.

“Melalui pengalaman berharga ini, saya tidak hanya membawa pulang ilmu dan pengetahuan baru, tetapi juga semangat dan inspirasi yang dapat memotivasi mahasiswa Unusa lainnya untuk mengejar impian mereka di tingkat internasional,” tutupnya sambil tersenyum penuh keyakinan.

Iklan.

You Might Also Like

Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital

SMP Khadijah Surabaya Cetak Kader Pemimpin NU Abad Kedua lewat IPNU-IPPNU

Polisi cilik MI At-Taqwa Bondowoso Tampil Memukau di Hari Bhayangkara ke-80

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Presiden Jokowi Resmikan Pasar Induk Among Tani Batu
Next Article Bangga, Kuliah di Unusa Tanpa Diskriminasi

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

MENGHARGAI DIRI SENDIRI
Kolom
Gelar BRAVE! VIBES 2026, Unusa Ajak Pemuda Dunia Rancang Solusi Kemiskinan, Pendidikan, dan Ekonomi
Sospol
100 PD Korps Muballighah DMI se-Jatim Lakukan Gerakan Transformasi Jadi Masjid Ramah Anak
Sospol
Menag Apresiasi “Istighotsah dan Tabligh Akbar” Jelang IGIC 2026 di Masjid Al-Akbar
Sospol

You Might also Like

Milenial

Kepada GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz Syam: Ikhlas Karena Cinta Itu Dimulai dari Menjaga Hati

21/06/2026
Milenial

334 Lulusan MI At-Taqwa Bondowoso Raih Prestasi TKA di Atas Nasional dan Jatim

21/06/2026
Milenial

Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya

18/06/2026
Milenial

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang

17/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?