Surabaya, radar96.com/MAS – Guru besar UINSA Professor Ali Aziz menjelaskan bahwa semua manusia di muka bumi ini pasti memiliki masalah, ketika kita memiliki masalah, maka jadikan Allah sebagai teman cerita, jangan cerita kepada sesama manusia, karena Allah teman curhat terbaik.
Dalam Ngaji Ngabuburit GenZI di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) pada Minggu (17/3/2024), Prof Ali Azizebagai narasumber juga membagikan buku karyanya kepada para jamaah yang berjudul: Bersiul di tengah badai dan 60 menit terapi sholat bahagia.
Ngaji Ngabuburit di MAS itu semakin diminati oleh Generasi Z Islami (GenZI) sejak awal Ramadhan 1445 H, bahkan banyak jamaah yang tertarik untuk bertanya langsung kepada Professor Ali Aziz, diantaranya seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Belinda.
“Bagaimana cara manusia bertawakkal untuk mengingat Allah SWT,” kata Belinda yang mendapatkan hadiah buku dari professor langsung.
Mahasiswa tersebut juga memberikan testimoni bahwasanya kegiatan ngaji ngabuburit ini sangat menarik untuk diikuti oleh masyarakat umum, khususnya generasi muda.
Sebelum mengakhiri Ngaji Ngabuburit, Professor Ali Aziz memberikan kalimat penutup “Bapak-ibu-adik-adik sekalian, bersenanglah dengan berbagai macam masalah, sebab masalah itu bagian dari yang mencerdaskan kita semua, hidup tanpa tantangan akan menjadikan orang tersebut tidak memiliki power dimasa depan,” katanya.
Pengajian GenZI merupakan komunitas terbaru di MAS yang diwadahi dalam Majelis Subuh GenZI (MSG) sejak Juni 2023, dengan berkegiatan di dalam dan luar/taman.
Selain GenZI, Masjid Al-Akbar juga memiliki komunitas bapak-bapak yang disebut Jamaah Tartil Bakda Subuh (JTBS) “Ar-Raudah” MAS yang berkegiatan sejak tahun 1999 dengan 110 anggota. Juga, komunitas ibu-ibu “Pengamal” (Pengajian Muslimah Masjid Al-Akbar) yang berkegiatan sejak tahun 2001 dengan 200-an anggota.
Pada Sabtu (16/3) lalu, MAS juga menerima seorang karyawan bank asal Rungkut, Surabaya, Rivan Surya Paskalis (26), yang mantap menjadi mualaf dan mengikrarkan diri menjadi Muslim di MAS dengan bimbingan Ketua BPP MAS DR KHM Sudjak MAg. (*/mas)


