By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gen Z Jangan hanya Dijadikan Obyek dalam Pilkada
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gen Z Jangan hanya Dijadikan Obyek dalam Pilkada
Sospol

Gen Z Jangan hanya Dijadikan Obyek dalam Pilkada

29/05/2024 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Gen Z, generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, merupakan kelompok demografis yang besar dan penting dengan pengaruh yang semakin meningkat. Menurut pemerhati komunikasi politik dari Stikosa-AWS, Dr Jokhanan Kristiyono M Med Kom, untuk merangkul mereka dalam kegiatan politik, diperlukan strategi komunikasi yang tepat dan efektif.

“Pertama, sudah barang tentu, memahami karakteristik, nilai, dan kebiasaan Gen Z. Mereka adalah generasi yang digital native, terbiasa dengan teknologi dan internet. Mereka kritis, ingin terlibat, dan peduli terhadap isu-isu sosial,” terang Jokhanan yang juga Ketua Stikosa-AWS (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya), Rabu (29/05/24).

Dengan memahami karakteristik Gen Z, setiap individu atau kelompok politik yang terlibat dalam Pilkada 2024 bisa membuat analisa terkait platform digital yang lekat dengan mereka. Seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Twitter. Berikutnya, tinggal membuat konten yang menarik dan informatif, dalam format yang sesuai dengan preferensi mereka, seperti video pendek, meme, dan infografis.

“Beberapa tim komunikasi politik kerap lupa untuk melibatkan Gen Z dalam sebuah kegiatan kampanye. Akibatnya, sajian yang ada sangat tidak memenuhi selera Gen Z. Misal, bahasa yang digunakan kaku dan formal,” tegas orang nomor satu di kampus komunikasi massa tertua di Indonesia Timur ini.

Ia menegaskan, di tahap ini, kita harus menggunakan bahasa yang lugas, mudah dipahami, dan sesuai dengan gaya komunikasi Gen Z. Bangun komunikasi yang terbuka dan transparan, tunjukkan bahwa suara mereka didengar dan dihargai.

“Berikan kesempatan kepada Gen Z untuk terlibat dalam pengambilan keputusan dan proses politik. Adakan forum diskusi, survei online, dan polling untuk mendapatkan masukan mereka. Tunjukkan bahwa mereka adalah bagian penting dari proses demokrasi,” tegasnya.

Upaya melibatkan Gen Z, lanjutnya, adalah wujud komitmen pelibatan Gen Z tidak sebatas sebagai object, tetapi juga sebagai subject. Hal yang sama tidak hanya dilakukan saat mengemas pesan, tapi juga pembuatan isu.

“Angkat isu-isu yang penting bagi Gen Z, seperti perubahan iklim, keadilan sosial, dan kesehatan mental. Tunjukkan bagaimana kegiatan politik dapat memberikan solusi untuk masalah-masalah tersebut. Sampai di sini, bila perlu, ajak influencer,” tegas Jokhanan.

Bekerja sama dengan influencer Gen Z yang kredibel dan memiliki banyak pengikut. Influencer dapat membantu menyebarkan informasi dan mempromosikan kegiatan politik kepada audiens yang lebih luas.

“Dalam strategi komunikasi secara umum kita juga harus terbiasa untuk menggunakan logika dan cara menciptakan pengalaman yang interaktif. Gunakan gamification, augmented reality, dan virtual reality untuk menciptakan pengalaman yang interaktif dan menarik bagi Gen Z. Hal ini dapat membantu meningkatkan partisipasi dan engagement mereka,” terang penulis buku Konvergensi Media dan Komunikasi Grafis ini,

Konsisten dan Berkelanjutan bersama Gen Z

Bekerja sama dengan organisasi dan komunitas Gen Z yang sudah ada, kata Jokhanan, dapat membantu menjangkau kelompok ini lebih efektif dan membangun kepercayaan. Maklum, membangun hubungan dengan Gen Z kadang membutuhkan waktu dan usaha ekstra.

“Konsistenlah dalam komunikasi dan engagement Anda, dan tunjukkanlah komitmen Anda untuk jangka panjang. Terbuka untuk masukan dan kritik dari Gen Z. Dengarkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan, dan pelajarilah dari mereka,” tandas Jokhanan.

Karena, imbuhnya, Gen Z harus dilibatkan subject, bukan hanya object. Apalagi jika diposisikan sebagai kelompok penyedia suara semata.

“Tapi ada kepentingan yang harus dilayani, ada suara yang wajib didengarkan, ada gerakan yang harus melibatkan secara konsisten dan berkelanjutan. Karena ingat, politisi yang notabenenya akan menjadi pejabat publik, tidak bisa tidak, dia harus paham dan mengerti publiknya. Kuncinya kan di situ?” tutup Jokhanan sambil tersenyum. *

Iklan.

You Might Also Like

Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan

Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS

Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren

Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur

Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Dawam dan Pudji Hartanto dari Kompolnas kunjungi Polda Riau
Next Article 110 Mahasiswa PPG Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya Kunjungi Masjid Al-Akbar

Advertisement



Berita Terbaru

Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom

You Might also Like

Sospol

Pemkot dan Kemenag Surabaya bentuk Pondok Pesantren Tangguh Bencana

27/04/2026
Sospol

Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman

25/04/2026
Sospol

Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa

22/04/2026
Sospol

Gubernur Khofifah dan Wakil Dubes Mesir bahas “sister province” di Masjid Al-Akbar

20/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?