Jakarta, radar6.com/NUO – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengucapkan selamat atas Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia. Kiai Miftach mencatat soal bonus demografi 2030 dan Indonesia emas 2045.
“Hari kemerdekaan ke-79 tahun, sebuah usia yang cukup tua, tapi diharapkan terus bertenaga muda, sebagai bentuk nikmat yang besar bagi kita bangsa Indonesia ini mendapatkan anugerah kemerdekaan atas perjuangan para ulama-ulama kita, para tokoh-tokoh kita, pemimpin kita, sehingga lahirlah kemerdekaan Negara Kesatuan Indonesia ini,” kata Kiai Miftach, Sabtu (17/8/2024).
“Banyak negara-negara lain yang masih dalam kungkungan penjajahan, sehingga kehidupan bangsa dan rakyatnya mengalami kesengsaraan. Kita bersyukur,” imbuh Kiai Miftach.
Terkait bonus demografi 2030, Kiai Miftach mengatakan bahwa pada tahun itu usia produktif akan mendominasi dengan kisaran 70 sampai 75 persen
“Artinya, hari itulah dengan usia yang produktif itu kehidupan kesejahteraan akan merata dan bisa dirasakan ada peningkatan-peningkatan dari segi ekonomi anak bangsa ini, karena usia produktif sangat dominan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kiai Miftach mengatakan bahwa Indonesia juga akan menghadapi Indonesia Emas pada 2045, tepatnya pada 100 tahun ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Daripada itu, Kiai Miftach mengajak seluruh masyarakat untuk mempersiapkan spiritual, moral, akhlak, hingga ketaatan keagamaan untuk menyongsong kedua momen penting itu.
“Yang patut meraih semuanya itu hanya saudara-saudara kita yang (punya) mentalitas yang kuat, kokoh, orang yang benar dan pintar. Yang layak untuk mensyukuri nikmat ini, mestinya, tapi sementara tidak apa-apa, adalah mereka yang benar dan pintar,” katanya.
Kiai Miftach berharap agar seluruh masyarakat dapat menjadi generasi-generasi yang benar, sehingga bonus demografi 2030 dan generasi emas 2045 dapat terwujudkan.
“Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan ridha-Nya kepada kita semuanya, diberikan usia yang bisa mengikuti masa-masa yang menjadi idaman kita semuanya ini. Demikian sambutan untuk menyongsong hari kemerdekaan bangsa kita, sebagai nikmat yang besar. Kurang lebihnya mohon maaf,” terangnya.
Gelar Khitan Massal
Sementara itu, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur menggelar bakti sosial (baksos) berupa khitanan massal, Ahad (18/08/2024) sebagai ungkapan syukur Hari Kemerdekaan Ke-79 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilangsungkan di ruang Darun Nai’im lantai 3 RSI Siti Hajar dan diikuti sebanyak 100 anak se-Kabupaten Sidoarjo.
Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, Iqbal Faizin mengatakan, khitan massal ini adalah program yang dilakukan secara rutin setiap tahun. Kegiatan ini termasuk rangkaian acara dalam rangka memperingati Harlah Ke-61 RSI Siti Hajar Sidoarjo, yang kali ini sekaligus bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI).
“Alhamdulillah, dalam acara ini kami bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo. Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial RSI Siti Hajar kepada masyarakat, kami berbagi agar lebih bermanfaat untuk masyarakat Sidoarjo. Semoga tahun depan pesertanya bisa lebih dari 100 anak,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo, Nyai Hj Ainun Jariyah berharap, kegiatan khitan massal ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun oleh RSI Siti Hajar Sidoarjo. ad “Bagaimanapun RSI Siti Hajar ini adalah miliknya NU, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh Nahdliyin dan anak dhuafa. Kita membantu anak-anak untuk menjalankan syariat agama Islam dengan bersuci (berkhitan),” tuturnya.
Di sisi lain, Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Azis Salju Sodar menegaskan, pihaknya sangat mendukung kegiatan khitan massal yang diadakan RSI Siti Hajar Sidoarjo. Dijelaskannya, dalam kegiatan ini Baznas Sidoarjo turut memberikan hadiah bagi peserta khitan berupa tas, sarung, kopiah, dan pakaian.
“Kita sudah dua kali ini bekerja sama dengan RSI Siti Hajar dalam kegiatan khitan massal. Kami akan terus meningkatkan kerja sama dengan RSI Siti Hajar termasuk program lainnya yang bisa disinergikan, tujuannya untuk kemaslahatan bagi umat,” tegas Gus Jajuk, sapaan akrabnya.
Bagus, salah satu peserta khitan massal RSI Siti Hajar Sidoarjo, mengaku tidak sakit saat dikhitan, hanya merasa geli. Ia pun sangat senang karena mendapatkan banyak hadiah usai dikhitan.
“Saya tadi waktu dikhitan sambil main game di handphone biar tidak terasa sakit,” ujar siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) ini. Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Direksi RSI Siti Hajar Sidoarjo, Ketua Baznas Sidoarjo, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, dan tamu undangan lainnya. (*/NUO)
Sumber:
*) https://nu.or.id/nasional/rais-aam-pbnu-ucapkan-selamat-hut-ri-soroti-bonus-demografi-2030-dan-indonesia-emas-2045-wVX47
*) https://nu.or.id/jatim/ungkapan-syukur-hut-ke-79-ri-rsi-siti-hajar-sidoarjo-gelar-khitan-massal-wSGot

