Tulungagung, radar96.com – Selepas rangkaian pemilihan ketua melalui Konferensi berakhir, dan tersusun Pengurus Harian serta Lembaga, masa khidmad 2024 – 2029, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, melaksanakan Musyawarah Kerja I, Selasa (20/8).
Kegiatan yang dilaksanakan di aula utama gedung MWC NU Boyolangu, Desa Beji Kecamatan Boyolangu tersebut dihadiri seluruh Pengurus Harian, baik unsur Syuriyah dan Tanfidziyah serta seluruh pengurus lembaga yang telah terbentuk dibawah naungan Nahdlatul Ulama Kecamatan Boyolangu.

Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Subbanul Wathon, kegiatan Musyawarah Kerja Pertama guna menentukan program – program yang akan dilaksanakan di tahun pertama periode kepengurusan tersebut terasa khidmat dan khusyuk.
Dalam sambutan pembuka, Rois Syuriah MWC NU Boyolangu KH. Nasihudin Alwi menyampaikan pentingnya linieritas program kepada tingkat diatasnya yaitu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“MWC NU sebagai struktur yang menjembatani antara ranting dengan cabang harus mampu mengkomunikasikan serta mengkoordinasikan program yang akan dilaksanakan dengan tingkat dibawahnya yaitu kepengurusan tingkat ranting (Desa),” katanya.
Menurut KH. Nasihudin yang juga Pengasuh Ponpes MIA Putri Desa Gedangsewu itu, Ranting adalah ujung tombak pelaksana setiap program oleh organisasi, sehingga tugas terberat sebenarnya adalah Pengurus Ranting. Karena itu harus senantiasa terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antara MWC dengan Ranting (desa).
Setelah sambutan oleh Rois Syuriyah selesai, maka Ketua Tanfidiyah MWC NU Boyolangu, H. Suryani, memimpin rangkaian acara Musyawarah Kerja yang dilanjutkan dengan penyampaian paparan program-program oleh seluruh Lembaga yang telah terbentuk.
Terdapat 12 lembaga dalam Kepengurusan MWC NU Boyolangu masa periode 2024 – 2029, dengan jumlah total 61 anggota pengurus lembaga.
LAZISNU sebagai lembaga yang menaungi tentang zakat, infaq dan shodakoh memiliki anggota terbanyak sejumlah 9 anggota. Sedangkan LTN NU sebagai lembaga baru di tingkat MWC NU Boyolangu adalah lembaga dengan jumlah anggota paling sedikit yaitu 3 anggota.
Adapun ke 12 Lembaga dalam Kepengurusan MWC NU Boyolangu masa khidmat 2024-2029, yaitu :
- Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Maa’rif NU)
- Robitoh Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU)
- Lembaga Dawah Nahdlatul Ulama (LDNU)
- Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU)
- Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU)
- Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodakoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU)
- Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI)
- Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU)
- Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU)
- Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU)
- Lembaga Pertanahan dan Wakaf Nahdlatul Ulama (LWP NU)
- Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN NU). (*/malik)

