By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Berbagi Nasi Boran ke Rektor dan Panitia Wisuda
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Berbagi Nasi Boran ke Rektor dan Panitia Wisuda
Milenial

Berbagi Nasi Boran ke Rektor dan Panitia Wisuda

26/09/2024 Milenial
SHARE


Surabaya, radar96.com – Ada pemandangan menarik sebelum acara wisuda di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang digelar di Dyandra Convention Hall, Kamis (26/9) pagi. Seorang wisudawan penerima Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) yang orang tuanya berprofesi sebagai pedagang makanan di Lamongan, membagikan nasi boran, nasi campur khas Lamongan, kepada rektor dan panitia wisuda.


Ini dilakukan pihak keluarga sebagai bagian dari ungkapan rasa syukur dan mengingatkan kepada warga kampus bahwa ia memang benar-benar berasal dari keluarga dalam keterbatasan ekonomi yang berhak atas program KIPK.

Wisudawan itu adalah Lailatul Muharromah, mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), yang berhasil meraih gelar predikat cumluade dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98. Perempuan kelahiran Lamongan, 21 April 2001 ini, menjadi inspirasi bagi banyak orang dengan semangat, keteguhan, dan dedikasinya yang luar biasa dalam menempuh pendidikan.

Diungkapkan Ella, demikian dia biasa dipanggil, setelah lulus dari bangku SMA dia sudah tidak kuliah, karena tidak ada biaya, tapi kemudian di tahun berikutnya atas saran teman dan guru-gurunya, dia mencoba mengadu peruntungan mendaftar di program KIPK. “Alhamdulillah saya diterima untuk kuliah melalui beasiswa KIPK,” katanya.

Orangtuanya yang berprofesi sebagai penjual nasi, memang tidak mungkin bisa menyekolahkan Ella sampai ke perguruian tinggi, karena keterbatasan ekonomi. “Motivasi utama saya dalam menyelesaikan studi adalah keinginan untuk selalu berdampak dan bermanfaat bagi orang lain. Sejak SMP saya sudah mulai menanamkan nilai tersebut dalam diri. Saya selalu ingin bisa berperan aktif dan memberi manfaat, baik melalui hal-hal kecil seperti membantu teman, hingga berdampak lebih besar melalui kegiatan sosial dan organisasi,” ujarnya.

Anak pertama dari pasangan ayah, Musrap Efendi dan ibu Khusnul Khotimah, ini mengungkapkan, baginya meraih prestasi cumlaude adalah sebuah bonus dari keteguhan dan kedisiplinan diri dalam menuntut ilmu dan mencari pengalaman. Ella percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana bisa berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Perjalanannya meraih prestasi ini tentu tidak mudah. Ella mengakui bahwa tantangan terbesar yang harus ia hadapi adalah dirinya sendiri, terutama ketika rasa malas dan kegelisahan menghadapi kegagalan datang menghampiri. “Menghadapi diri sendiri adalah tantangan terbesar. Rasa malas, takut gagal, itu sering muncul. Tetapi saya selalu berusaha untuk menemukan motivasi pribadi dan menetapkan tujuan yang jelas,” tuturnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Lailatul menerapkan beberapa strategi. Pertama, ia menemukan motivasi pribadi yang kuat untuk terus melangkah maju. Kedua, ia menetapkan tujuan jangka panjang dengan pasti sehingga memiliki arah yang jelas. Ketiga, ia mengatur waktu dengan bijak, menghindari sistem kebut semalam dan memprioritaskan tugas berdasarkan urgensi dan tenggat waktu. “Saya selalu berusaha menyelesaikan tugas dengan baik dan maksimal. Setiap tugas saya catat dan saya urutkan sesuai prioritas. Dengan begitu, semua bisa terselesaikan tepat waktu dan tanpa beban berlebihan,” jelasnya.

Tak hanya berprestasi di bidang akademik, anak pertama dari tiga bersaudara ini juga aktif berorganisasi dan mengikuti berbagai kegiatan sosial. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa Periode 2023-2024 dan sebagai Wakil Bupati Himpunan Mahasiswa (HIMA) PGSD Periode 2022-2023. “Berorganisasi memberi banyak pengalaman berharga. Saya belajar bagaimana mengelola acara, berkoordinasi dengan banyak pihak, dan memimpin tim dalam situasi yang menantang,” katanya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika ia mengelola beberapa acara hingga skala nasional. Ia merasa bangga bisa memberikan pengalaman yang berkesan dan bermanfaat bagi anggota organisasi lainnya. Selain itu, ia juga aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPKO) di Desa 1001 Malam, Surabaya, serta menjadi volunteer mengajar anak-anak yang tinggal di pesisir pantai. Ia juga terlibat dalam program pembelajaran budaya lokal di Mojokerto.

Tidak hanya berhenti di situ, Ella juga mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya dari bangku kuliah dengan mengikuti Program MBKM Kampus Mengajar Angkatan 4. “Saya merasa beruntung bisa mengaplikasikan ilmu yang saya pelajari di kelas ke dunia nyata. Mengajar di daerah yang minim akses pendidikan membuat saya semakin memahami pentingnya peran guru dalam mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.

Siapa sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan akademik? “Kedua orang tua. Ayah dan ibu yang selalu memberikan dorongan dan doa terbaik dalam setiap langkah. Setiap kali saya mengikuti lomba atau kegiatan, saya selalu berpamitan dan memohon doa restu.

Ayah dan ibu selalu berpesan, ‘Semoga menjadi yang terbaik fi dunya wal akhiroh, jangan lupa sholatnya mbak’. Itu menjadi pengingat dan motivasi terbesar bagi saya,” ceritanya dengan haru.

Peran keluarga tidak hanya sebagai penyemangat, tetapi juga sebagai pendukung utama yang memberikan lingkungan positif bagi Ella untuk belajar dan berkembang. “Keluarga adalah tempat pulang yang selalu mendukung saya, baik secara emosional maupun materi. Mereka selalu ada saat saya menghadapi tantangan dan kesulitan,” tambahnya.

Salah satu momen paling membanggakan bagi Lailatul adalah ketika ia berdiri di tengah panggung sebagai narasumber untuk berbagi cerita dan pengalaman. Ia juga merasa sangat bangga saat namanya disebut sebagai pemenang lomba dengan menyebut almamaternya, Unusa. “Saat itulah saya merasa benar-benar bangga bisa menjadi bagian dari Unusa. Saya bisa memperkenalkan kampus saya di kancah nasional,” kenangnya.

Ella berharap, kehadirannya sebagai wisudawan terbaik dapat menginspirasi teman-teman mahasiswa lainnya untuk terus berjuang meraih prestasi. “Menjadi mahasiswa adalah kesempatan emas. Banyak orang di luar sana yang kurang beruntung dan tidak bisa melanjutkan pendidikan. Manfaatkan waktu 4 tahun ini dengan baik, raih prestasi sebanyak-banyaknya, perluas relasi, dan teruslah mencoba. Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan,” pesannya.

Setelah menyelesaikan studinya di Unusa, Ella memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dengan beasiswa. Ia bercita-cita untuk melanjutkan studi di luar negeri dengan beasiswa LPDP. “Saat ini saya sedang mempersiapkan segala sesuatunya agar bisa melanjutkan studi. Pendidikan S1 di Unusa telah memberikan fondasi yang kuat bagi saya, baik dari segi ilmu pengetahuan maupun keterampilan yang dibutuhkan untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Iklan.

You Might Also Like

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Dosen Unusa, UI dan UGM Terpilih Ikuti Young Scientist Program 2024 di Melbourne
Next Article Seribu Lebih Wisudawan Unusa, Penerima KIPK Dominasi Cumlaude

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

41 Mahasiswa Prodi Sejarah UIN KHAS Jember Kunjungi PWNU Jatim
Nahdliyyin
7 Mahasiswa Unusa Lulus di Taiwan, Rektor Sampaikan Sambutan Wisuda
Uncategorized
Komisi PDUF MUI Jatim Siapkan Ekosistem Filantropi Modern
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya panen ratusan melon pada 1 Muharram 1448 H
Sospol

You Might also Like

Milenial

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

24/04/2026
Milenial

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

23/04/2026
Milenial

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

20/04/2026
Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?