By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Yahya dan Lembaga Kebebasan Beragama AS Bahas Perlindungan Minoritas di Indonesia
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Yahya dan Lembaga Kebebasan Beragama AS Bahas Perlindungan Minoritas di Indonesia
Nahdliyyin

Gus Yahya dan Lembaga Kebebasan Beragama AS Bahas Perlindungan Minoritas di Indonesia

09/05/2025 Nahdliyyin
SHARE

Jakarta, radar96.com/NUO – United State (US) Commission on International Religious Freedom atau Lembaga Kebebasan Beragama Amerika Serikat (AS) menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2025).

Ketua PBNU Ahmad Suedy mengatakan bahwa pertemuan yang diikuti sekitar delapan orang itu membahas mengenai perlindungan minoritas di Indonesia.

“Jadi mereka itu dari lembaga kebebasan beragama di Amerika memang setiap tahun melakukan review dari berbagai negara untuk dilaporkan bagaimana perkembangan human right di bidang kebebasan beragama,” katanya seusai pertemuan itu.

Melalui Suaedy, Gus Yahya mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan di setiap negara luput dari permasalahan keagamaan, terutama berhubungan dengan minoritas. Namun di Indonesia masih relatif aman.

“Masalah tentang minoritas ini sebenarnya pengaruh dari desentralisasi Indonesia dan juga merebaknya kepentingan mayoritas dan minoritas,” katanya.

Tak hanya itu, Suedy menjelaskan bahwa di setiap wilayah Indonesia sangat beragam kelompok minoritasnya. Bisa jadi di Indonesia bagian barat mayoritas Muslim dan bagian Timur Indonesia mayoritas Kristen, Hindu, dan Buddha.

“Kita hanya ingin imbang. Memang kita ada masalah tapi NU berusaha untuk mencegah dan melindungi mereka. Misalnya tadi disinggung tentang fatwa atau hasil pembahasan Munas 2019 hasil dari bahtsul masail bahwa dalam fiqih keputusan NU itu kategori kafir tidak relevan lagi dengan politik,” katanya.

“Jadi kesetaraan itu tuntas tidak ada lagi Muslim dan non-Muslim, minoritas dan mayoritas,” tambahnya.

Usaha untuk menormalisasi perbedaan juga diwujudkan dengan pertemuan-pertemuan keagamaan untuk menjelaskan visi kesetaraan warga negara dan nasionalisme.

“Mereka menerima dengan data-data itu dan mengakui ada masalah ini tapi tidak juga berarti itulah ciri Indonesia tapi itulah masalah-masalah yang terus diusahakan (perbaiki),” jelasnya.

Sementara itu, Komisioner Lembaga Kebebasan Beragama AS Mohamed Elsanousi mengapresiasi nilai-nilai dari NU yang tidak hanya bermanfaat untuk Indonesia, tetapi juga dunia untuk membuat harmoni dan perdamaian.

“Ini adalah organisasi yang unik dengan banyak pengikutnya dan mereka senantiasa mengabdikan diri pada level bawah,” jelasnya.

Dalam percakapannya bersama Gus Yahya, ia merasa sangat menikmati perbincangan mengenai kontekstualisasi Islam di Indonesia.”Kami juga membicarakan tentang cara Nahdlatul Ulama mengakomodir komunitas agama yang minoritas karena Indonesia mengakui banyak agama, seperti Kristen, Protestan, komunitas Ahmadiyah,” terangnya.(*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/temui-gus-yahya-lembaga-kebebasan-beragama-as-bahas-perlindungan-minoritas-di-indonesia-HVfvp

Iklan.

You Might Also Like

Hari Santri 2026, PWNU Jatim dan PCNU Surabaya Ziarah ke Makam Pencipta Lambang NU

PWNU Jatim Meriahkan Hari Santri dengan “Liga HSN 2026” pada 27-31 Oktober

Ketua LWPNU Jatim Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum dan Perlindungan Aset Wakaf NU

PBNU Kecam Serangan terhadap Warga Sipil di Timur Tengah

KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Misi Dagang Jatim di Kaltim Tembus Rp 1 Triliun Lebih, Gubernur Khofifah Optimis Kuatkan Pasar Dalam Negeri
Next Article Turba/Konsolidasi se-pantura, ISNU se-Jatim diminta berkolaborasi dengan Eksternal

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Polres Bondowoso Kunjungi SLB Rayakan HUT Humas Polri ke-75
Uncategorized
Hari Santri 2026, PWNU Jatim dan PCNU Surabaya Ziarah ke Makam Pencipta Lambang NU
Nahdliyyin
PWNU Jatim Meriahkan Hari Santri dengan “Liga HSN 2026” pada 27-31 Oktober
Nahdliyyin
Dua Tahun Prabowo : “Demokrasi Jangan Berhenti di Kotak Suara”
Kolom Opini

You Might also Like

Nahdliyyin

Masyarakat Aceh Apresiasi PWNU-Lazisnu Jatim Bangun Kembali Tujuh Fasilitas Keagamaan

16/10/2026
Nahdliyyin

PW IKAPETE Jatim Apresiasi Putusan Dewan Pers, Minta Stop Penyebaran Fitnah Suap Muktamar ke-35 NU

16/10/2026
Nahdliyyin

NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi

13/10/2026
Nahdliyyin

PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi

13/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?