Surabaya, radar96.com/MAS – Sebanyak 100 mahasiswa internasional dari Eropa, Asia, China, dan India, yang mengikuti program pertukaran mahasiswa internasional yang diadakan ITS Surabaya, Kamis, mengunjungi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS).
“Tahun ini, peserta program pertukaran mahasiswa internasional oleh ITS lebih banyak daripada tahun sebelumnya dan setiap tahun juga ada program city tour, termasuk ke Masjid Al-Akbar,” kata Kepala Urusan Wisata Religi Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS, Anas Choiri.

Karena banyaknya peserta program pertukaran mahasiswa internasional itu, katanya, peserta city tour dibagi dalam dua sesi yakni sesi pagi dan sore.
“Untuk peserta sesi pagi berasal dari Perancis, Malaysia, Filipina, dan China, sedangkan peserta sesi sore yang berjumlah 53 mahasiswa asing berasal dari Netherland, Malaysia, India, Filipina, Perancis, dan Jerman,” katanya.

Dalam kunjungan itu, para mahasiswa internasional itu terkesan akan keindahan dan arsitektur Masjid Al-Akbar, apalagi ITS menjadi bagian penting dalam pembangunan Masjid Al-Akbar.
“Dengan sentuhan para arsitek ITS, maka ruangan Masjid Al-Akbar memiliki ruangan yang bila dipandang akan sangat longgar, bebas, dan leluasa, karena tidak terlalu banyak pilar dan bangunan seperti itu adalah karya dari para ahli arsitektur dari ITS,” katanya.

Selain arsitektur masjid, tujuan khusus dari para mahasiswa tersebut ke Masjid Al-Akbar adalah ingin menyaksikan bagaimana umat Islam beribadah dan juga ingin mengetahui sejarah didirikannya Masjid Al-Akbar.
“Dalam sejarah berdirinya, Masjid Al-Akbar itu dibangun pada 4 Agustus 1995, atas gagasan Wali Kota Surabaya saat itu, H. Soenarto Soemoprawiro, yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI Try Sutrisno,” katanya.
Namun, karena krisis moneter, maka pembangunannya dihentikan untuk sementara waktu. Tahun 1999, masjid ini dibangun lagi dan selesai tahun 2001. Pada 10 November 2000, Masjid ini diresmikan oleh Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
“Saya juga jelaskan filosofi dari arsitektur Masjid Al-Akbar, seperti ketinggian mihrab di ruang utama ada 17 meter, lalu hiasan pada atap masjid berjumlah 8 sudut kotak, juga pintu gerbang masjid ada 45 pintu. Itu berarti filosofi Kemerdekaan RI pada 17-8-1945. Untuk atap kubah ada lima kubah, yang filosofinya lima rukun Islam (syahadat, sholat, puasa, zakat, haji) dan lima sila dalam Pancasila,” ujarnya.
Secara non-fisik, BPP Masjid Al-Akbar juga mengembangkan dakwah yang bukan hanya spiritual, tapi juga lingkungan, Majelis Subuh GenZI (Generasi Z Islami), pendidikan (international class program dan tahfidz), wisata religi, enterpreneurship, ngaji soccer, dan sebagainya. (*/mas)



