By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ambil Sumpah 136 PPG Prajab, Rektor Ingatkan Tantangan Terberat Guru Zaman Sekarang
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Ambil Sumpah 136 PPG Prajab, Rektor Ingatkan Tantangan Terberat Guru Zaman Sekarang
Sospol

Ambil Sumpah 136 PPG Prajab, Rektor Ingatkan Tantangan Terberat Guru Zaman Sekarang

21/08/2025 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Sebanyak 136 peserta resmi diambil sumpah profesi sebagai guru dalam kegiatan Yudisium dan Sumpah Profesi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Gelombang 2 Tahun 2024 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di Auditorium Lantai 9 Tower Kampus B Jemursari, Kamis (21/8). Mereka adalah peserta PPG calon guru.


Unusa menjalankan dua program PPG, calon guru dan guru tertentu. Yang membedakan keduanya adalah dari asal peserta. PPG calon guru (pra jabatan) berasal dari lulusan S1/ D4 kependidikan maupun non-kependidikan yang belum menjadi guru tetap, bertujuan untuk mempersiapkan calon guru agar memiliki sertifikat pendidik sebelum masuk ke sekolah dengan lama studi dua semester atau setahun, berupa kuliah, praktik mengajar, dan ujian kompetensi. Lulus mendapat sertifikat pendidik untuk digunakan melamar menjadi guru PNS/ PPPK.


Sedang PPG guru tertentu (dalam jabatan), peserta berasal dari guru yang sudah mengajar (ASN/ non ASN) dan sudah tercatat di Dapodik, bertujuan memberikan sertifikat pendidik kepada guru yang sudah aktif mengajar tapi belum tersertifikasi dengan lama studi lebih singkat satu semester, dikarenakan guru sudah punya pengalaman mengajar. Lulus mendapat sertifikat pendidik yang digunakan untuk mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).


Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof Dr Ir Achmad Jazidie, MEng menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital harus dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang oleh para pendidik.
“Teknologi digital memang menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam proses pembelajaran. Tantangan ini harus dihadapi dengan bijak agar media pembelajaran yang digunakan benar-benar bermanfaat dan memberikan dampak jangka panjang bagi peserta didik,” ujar Prof Jazidie.


Ia menekankan bahwa guru tidak bisa serta-merta menyalahkan murid dalam menghadapi perkembangan zaman. “Kita tidak bisa menyalahkan murid. Justru guru yang harus bisa menerima kondisi tersebut dan mengarahkannya dengan tepat,” tambahnya.


Lebih lanjut, Prof Jazidie menyoroti peran penting guru di tengah hadirnya kecerdasan buatan (AI). “AI memang mampu menghadirkan pengetahuan dengan cepat dan mudah, tetapi AI tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam berinovasi, berempati, dan membangun karakter,” jelasnya.


Karena itu, ia menegaskan bahwa guru dituntut untuk tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik. “Tantangan terbesar guru saat ini adalah bagaimana mendidik murid agar terbiasa berempati, mudah memberikan pertolongan, serta mampu bekerja sama dengan orang lain. Nilai-nilai inilah yang harus dibangun sejak dini, sehingga perkembangan teknologi tidak menggerus karakter, tetapi justru memperkuat kualitas generasi penerus,” pungkasnya.

Iklan.

You Might Also Like

336 Atlet Ramaikan Turnamen Panahan Bhayangkara V di Bondowoso

KHA Muzakki Alhafidz: Jangan Takut Hijrah, karena Hijrah itu Keniscayaan dan untuk Lebih Baik

Polisi: ASN Terduga Pemukul Perawat RSUD Bondowoso Jadi Tersangka

SPPG se-Grujugan, Bondowoso Manfaatkan Masa Jeda Operasional MBG untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Lintas Parpol di Surabaya Beri Sinyal Penambahan Dapil, KPU Pastikan Proses Terbuka dan Proporsional

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Atheis Belanda Ikrarkan Masuk Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya
Next Article 100 mahasiswa internasional dan ITS kunjungi Masjid Al-Akbar

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

336 Atlet Ramaikan Turnamen Panahan Bhayangkara V di Bondowoso
Sospol
KHA Muzakki Alhafidz: Jangan Takut Hijrah, karena Hijrah itu Keniscayaan dan untuk Lebih Baik
Sospol
SPIM Coffee hingga Pisang Cavendish, Andalan Usaha Pesantren SPEAM Bersama OPOP
Ekraf
Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Api Hanguskan Gudang Alas Tembakau di Pancoran Bondowoso

23/06/2026
Sospol

Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Sepakat Perkuat Informasi Berkualitas untuk Masyarakat

22/06/2026
Sospol

Bupati Bondowoso Hamid: ZISWAF Produktif Harus Jadi Kekuatan Baru Pesantren

20/06/2026
Sospol

Festival Jejak Purba Bondowoso di Museum Terbuka Megalitik Jadi Pusat Edukasi Warisan Budaya Bondowoso

20/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?