By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: PKKMB Unusa Dirancang untuk Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Pembentukan Karakter
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > PKKMB Unusa Dirancang untuk Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Pembentukan Karakter
Sospol

PKKMB Unusa Dirancang untuk Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Pembentukan Karakter

01/09/2025 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Senin (1/9). Awalnya kegiatan ini disiapkan off line, tapi mengingat peristiwa demonstrasi akhir-akhir ini, pimpinan Unusa memutuskan pelaksanaan PKKMB dilakukan secara on line atau Daring (dalam jaringan).


“Mengingat kondisi di Surabaya khususnya dan Indonesia umumnya sedang tidak kondusif, sehingga keputusan ini diambil demi kenyamanan dan keamanan bersama,” kata Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie, MEng.


Di Unusa, pelaksanaan PKKMB bukan sekadar mengenalkan kehidupan kampus, tapi dirancang juga untuk menanamkan nilai kebangsaan dan membentuk karakter, sejalan dengan tema yang diangkat, Empowering With Vision: Values Driven Inovation for A Sustainable Future. Diharapkan para mahasiswa baru Unusa mampu mengintegrasikan nilai-nilai kebajikan (values) dalam setiap inovasi yang diciptakan.


Lebih jauh, tema tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda yang visioner, memiliki integritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan bangsa dan dunia.


Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Rektor Unusa pada sambutan pembukaan PPKMB. Ia menegaskan, di Unusa mahasiswa baru akan ditempa menjadi manusia terbaik yang sebesar-besarnya dapat memberikan manfaat bagi sesama manusia. Kurikulum Unusa memungkinkan mahasiswa memiliki kompetensi menyeluruh. “Terkait pengetahuan, keterampilan, dan attitude atau tata krama,” bebernya.


Tiga kompetensi ini diyakini sangat dibutuhkan ketika terjun di dunia kerja serta berada di tengah masyarakat yang tuntutannya semakin kompleks. Dengan dibekali berbagai materi, harapannya para mahasiswa baru dapat terstimulus juga menyulut motivasi mahasiswa baru dalam mencintai kebaikan.
“Menjadi pribadi yang mencintai kebenaran dan Tanah Air, saudara-saudara harus aktif dalam kemahasiswaan, namun juga jangan lalai dalam akademik,” terang Prof Jazidie.


Lebih lanjut, ia menegaskan, kita harus memiliki kemampuan komunikasi dan diplomasi yang baik, serta kebiasaan untuk menghargai orang lain. “Kampus ini menjunjung tinggi pemimpin yang anti korupsi, kolusi, nepotisme, hingga pamer kemewahan di tengah penderitaan rakyat,” jelasnya.


Ada sekitar 4.600 mahasiswa baru Unusa, termasuk mahasiswa program pendidikan guru (PPG) dan sekitar 1.450 mahasiswa yang mengikuti kegiatan PKKMB. Rektor juga menyampaikan bahwa Unusa baru saja memperingati hari lahir yang ke-12. “Di usia yang ke-10 tahun, Unusa jadi salah satu dari 100 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang terakreditasi Unggul, dari ribuan perguruan tinggi yang ada,” ungkapnya.


Pada 2024 Unusa juga berhasil mencapai peringkat 35 perguruan tinggi nasional versi Webometric. Serta penelitiaan dan pengabdian masyarakatnya berada di klaster mandiri, klaster tertinggi penelitian. “Dan dari ribuan perguruan tinggi di Indonesia, tidak lebih dari 100 yang mencapai klaster mandiri tersebut,” tuturnya.


Tahun ini Unusa juga telah masuk ranking THE Impact Ranking dari 71 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan tersebut. Hal ini menunjukkan kontribusi Unusa dalam SDGs poin 3,4,5,6, dan 17. “Berkontribusi pada kesehatan, kesejahteraan, pendidikan berkualitas, air bersih dan sanitasi umat manusia di muka bumi,” imbuh Prof Jazidie.


Rektor juga mengajak para peserta PKKMB dan panitia untuk mendoakan saudara-saudara yang gugur dalam memperjuangkan niat baiknya demi Indonesia. “Khususnya saudara kita Affan Kurniawan, Al-fatihah,” terangnya.


Mengutip surat Al-Maidah ayat 32, Prof Jazidie membacakan ayatnya yang memiliki arti ‘barang siapa membunuh seseorang bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena orang itu berbuat kerusakan di muka bumi, maka sesungguhnya seakan-akan dia membunuh semua manusia.’

Perkuat Jiwa Kebangsaan


Dalam kesempatan ini, turut menghadirkan Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia (PSIK-Indonesia), Prof Yudi Latif, MA, PhD. Dalam pemaparannya, Prof Yudi Latif menjelaskan tentang kehidupan berbangsa, bernegara, jati diri bangsa, dan pembinaan kesadaran bela negara.


Ia menekankan bahwa mahasiswa baru yang kini memulai perjalanan akademiknya perlu memahami peran strategis mereka sebagai calon pemimpin bangsa.


Yudi mencontohkan bahwa para pelopor bangsa, mulai dari Budi Utomo, Sumpah Pemuda, hingga pemikiran Soekarno tentang Pancasila, lahir dari para pemuda berusia belasan hingga 20 tahunan.
“Mahasiswa berperan penting dalam jejak sejarah Indonesia. Usia mahasiswa saat ini adalah usia yang cukup matang untuk berpikir. Belajar tidak hanya untuk menjadi ilmuwan, tetapi juga untuk membangun bangsanya. Namun, masalahnya generasi sekarang kurang tertantang dalam proses aktualisasi diri,” lanjutnya.


Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi kini bukan lagi penjajahan dari luar, melainkan kerumitan tata kelola dengan konflik kepentingan yang begitu besar. Oleh karena itu, ia mendorong generasi muda untuk hadir sebagai sosok yang bijak, cerdas, dan mampu memberikan solusi.


“Mahasiswa perlu memiliki nalar dan nurani yang cerdas. Kritis harus tetap dikukuhkan, karena itu adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai intelektual. Namun, kita harus membedakan sikap kritis dengan barbaris. Kritis berarti membangun, sementara barbaris justru merusak. Dan bangsa ini membutuhkan generasi yang kritis secara sehat, penuh gagasan maupun inovasi, dan mampu berkontribusi nyata” tegasnya.


Ia menambahkan, dalam pembangunan bangsa diperlukan modal integritas dan modal nilai yang menjadi jaminan saling percaya antarwarga. “Dan pendidikan menjadi jalan utama untuk membangun bangsa ini. Bukan hanya pendidikan dalam pengetahuan, tetapi juga keterampilan, hingga pembentukan karakter. Dan generasi muda harus memiliki soft skill yang kuat untuk menambah nilai dalam dirinya,” jelasnya.

Iklan.

You Might Also Like

Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan

Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS

Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren

Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur

Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Cegah Amuk Massa, Lesbumi NU Ingatkan Tanggap Baca Ayat-ayat Kauniyah
Next Article Asperapi: Industri Pameran terdampak pembatalan/penundaan event akibat unjuk rasa

Advertisement



Berita Terbaru

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol

You Might also Like

Sospol

Pemkot dan Kemenag Surabaya bentuk Pondok Pesantren Tangguh Bencana

27/04/2026
Sospol

Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman

25/04/2026
Sospol

Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa

22/04/2026
Sospol

Gubernur Khofifah dan Wakil Dubes Mesir bahas “sister province” di Masjid Al-Akbar

20/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?