By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Daurah Tarbiyah Nabawiyah, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dalam Dunia Pendidikan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kultural > Daurah Tarbiyah Nabawiyah, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dalam Dunia Pendidikan
Kultural

Daurah Tarbiyah Nabawiyah, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dalam Dunia Pendidikan

08/09/2025 Kultural
SHARE

Tulungagung, radar96.com – Pondok Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, Tulungagung kembali meneguhkan peran strategisnya dalam membentuk karakter pendidik. Kegiatan bertajuk Dauroh Tarbiyah Nabawiyah, yang digelar pada Senin (8/9) itu bertempat di Gedung Dakwah Abi KH M Ihya, diikuti oleh 300 guru.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pesantren KH Imam Mawardi Ridlwan menegaskan bahwa daurah ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan pelatihan ruhani dan intelektual bagi para guru agar mampu meneladani pendidikan Rasulullah SAW secara bersanad dan berakhlak. “Para guru membutuhkan ilmu yang bersanad dalam menerapkan pendidikan nabawi, maka daurah ini diadakan,” ujar Abah Imam.

Momentum bulan Rabi’ul Awal menjadi latar spiritual yang kuat. Tema Tarbiyah Nabawiyah dipilih untuk menggali bagaimana Gusti Kanjeng Nabi Muhammad SAW mendidik umat dengan cinta, kesabaran, dan keteladanan.

Narasumber utama dalam daurah ini adalah Habib Muhammad Hasan Al Jufri, pendiri dan pengasuh Al Khoirot College Mukala, Yaman. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa guru bukan hanya penyampai pelajaran, tetapi pelajaran itu sendiri.

“Anak-anak tidak hanya mendengar, tapi mereka juga meniru. Maka jika seorang guru bertutur lembut, jujur, sabar, dan penuh kasih seperti akhlak Rasulullah SAW, anak-anak akan belajar bukan hanya dari kata-kata, tapi dari perilaku,” jelas Habib Al Jufri.

Beliau juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan Islam, tetapi menjadi Islam itu sendiri dalam perilaku beliau. Maka guru yang ingin dicontoh harus terlebih dahulu mencontohkan. “Jangan mengajarkan sebelum menjalankan,” tegasnya.

Dalam pelatihan ini secara mendalam, Habib Al Jufri menyampaikan bahwa profesi guru adalah ladang amal jariyah yang tak pernah kering. Ketika seorang anak tumbuh dengan akhlak mulia karena didikan gurunya, lalu ia mendidik anak-anaknya dengan nilai yang sama, maka pahala itu terus mengalir meski sang guru telah tiada.

Abah Imam kembali menegaskan bahwa keteladanan adalah inti dari pendidikan. “Mengajar bukan hanya soal kurikulum, tetapi soal keteladanan. Anak-anak tidak hanya mendengar, tapi mereka juga merasakan ketulusan. Dari ketulusan itulah tumbuh kepercayaan, lalu lahirlah generasi beradab,” tutup beliau.


Daurah ini menjadi pengingat bahwa di tengah kompleksitas dunia pendidikan, ada satu jalan yang tetap terang, yaitu jalan keteladanan Rasulullah SAW. Sedangkan guru adalah lentera yang menuntun generasi menuju keberadaban.

Iklan.

You Might Also Like

30 Santri Tebuireng Tembus Universitas Al-Azhar Mesir

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Haji itu soal Panggilan dan Mampu

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Ungkap 3 Alasan “Lailatulqadar” Dirahasiakan

KH A Muzakky Al Hafidz: Jika Diuji Allah Berarti Disayangi

Gus Mujab Jelaskan Lima Indikator “Kebahagiaan Sejati”

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kukuhkan Mahasiswa Baru, Rektor Unusa Tekankan Pentingnya Akhlak dan Intelektual
Next Article Rais Aam PBNU Minta AKN NU Dievaluasi pasca-kehadiran Peter Berkowitz

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Kultural

KHA Muzakky Al-Hafidz: Hidup/Umur Itu Yang Penting Bukan Panjang/Pendek, tapi Berkah dan Manfaat

29/01/2026
Kultural

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: QS Ad-Dhuha Ajarkan Tiga Pilar Optimisme

22/01/2026
Kultural

Kajian Senja Al-Yasmin, Prof Ali Aziz: “Al ‘Ashr” Ajarkan 4 Spirit Terbaik Isi Waktu

08/01/2026
Kultural

KH Muhammad Imam Aziz: Penerus Api Perjuangan HAM Dan Keadilan, Meskipun Sudah Tiada

16/12/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?