By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Berkhidmat Menyajikan Asupan MBG Berkualitas
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Berkhidmat Menyajikan Asupan MBG Berkualitas
Kolom

Berkhidmat Menyajikan Asupan MBG Berkualitas

15/09/2025 Kolom
SHARE

Oleh: Imam Mawardi Ridlwan
Dewan Pembina Bhakti Relawan Advokat Pejuang Islam

Awal tahun 2025 menjadi penanda sejarah baru dalam ikhtiar negara menghadirkan keadilan gizi bagi anak-anak Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dijalankan. Meski namanya gratis, sejatinya MBG adalah program yang dibiayai penuh oleh negara melalui APBN. Istilah gratis hanyalah simbol dari niat mulia: bahwa anak-anak Indonesia berhak mendapatkan asupan bergizi tanpa beban biaya langsung.

Namun, di balik istilah itu, tersimpan tanggung jawab besar. Negara mengalokasikan Rp 15.000 per anak per hari. Yaitu Rp 10.000 untuk makanan bergizi dan Rp 5.000 untuk operasional, sewa dapur, serta insentif relawan. Maka MBG bukan sekadar program sosial, melainkan amanah publik yang harus dijalankan dengan mutu, integritas, dan keteladanan.

MBG: Antara Dana Besar dan Tuntutan Mutu
Dana besar bukan jaminan keberhasilan. Justru di sanalah ujian kejujuran dan profesionalisme dimulai. MBG harus bermutu, bukan hanya dalam rasa dan rupa makanan, tetapi dalam seluruh rantai pengelolaannya. Lima prinsip utama menjadi fondasi agar MBG benar-benar menjadi berkah, bukan sekadar proyek.

  1. Dapur Sehat: Transparan dan Jujur
    Dapur sehat MBG bukan sekadar tempat memasak, melainkan ruang ibadah sosial. Pengelolaannya harus bersih dari manipulasi, terbuka dalam laporan, dan jujur dalam praktik. Setiap bahan yang masuk, setiap rupiah yang dibelanjakan, harus bisa dipertanggungjawabkan.
  2. Kasatpel SPPG: Tegak Menjaga Amanah
    Kasatpel SPPG adalah garda terdepan. Ia harus berani menolak tekanan dari mitra yang berpotensi menyalahgunakan dana. Ketundukan pada konflik kepentingan adalah awal dari keretakan moral. Maka Kasatpel harus menjadi teladan integritas, bukan sekadar pelaksana teknis.
  3. Menu Transparan: Rakyat Menilai
    Masyarakat berhak tahu. Apakah makanan yang diompreng benar-benar senilai Rp 10.000, ataukah hanya Rp 7.000 dengan bungkus narasi? Transparansi menu bukan ancaman, melainkan bentuk penghormatan kepada publik. Ketika rakyat ikut menilai, maka mutu akan terjaga.
  4. Pangan Lokal: Stabil dan Terjangkau
    Pemilihan bahan pangan lokal bukan hanya soal harga, tapi juga soal kedaulatan. Ketika dapur MBG menyerap produk petani lokal, maka stabilitas harga terjaga, dan ekonomi desa ikut bergerak. MBG menjadi lokomotif pemberdayaan, bukan sekadar konsumen pasif.
  5. Distribusi Efektif: Tanpa Celah
    Mekanisme distribusi harus dirancang dengan cermat. Dari dapur ke murid, dari bahan ke piring, semua harus efisien dan aman. Tidak boleh ada keterlambatan, pemborosan, atau penyimpangan. Di sinilah teknologi, relawan, dan sistem harus bersinergi.

MBG: Ladang Berkhidmat, Bukan Sekadar Program Bisnis
MBG bukan hanya soal makan. Ia adalah ladang khidmat. Setiap relawan, setiap Kasatpel, setiap juru masak, adalah pejuang gizi. Mereka bukan sekadar bekerja, tapi berjuang untuk masa depan bangsa. Maka MBG harus dijalankan dengan semangat ibadah, bukan sekadar rutinitas.
Jika MBG dijalankan dengan teliti, jujur, dan bermutu, maka anak-anak Indonesia akan tumbuh dengan tubuh sehat dan jiwa yang kuat. Dan di sanalah kita menanam harapan: bahwa bangsa ini akan tumbuh dari dapur-dapur yang bersih, dari piring-piring yang bergizi, dan dari hati-hati yang berkhidmat.

Iklan.

You Might Also Like

NU DALAM AKAR TEOLOGI DAN JANGKAR IDEOLOGI QONUN ASASI

OTORITAS KEULAMAAN NAHDLATUL ULAMA

KEMBALI PADA QONUN ASASI, PULANG PADA MARWAH PESANTREN

APA JADINYA NU TANPA QONUN ASASI

Sudah Hilangkah Ketauladanan di Tubuh NU?

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Unusa Terima 210 Guru TK dan SD Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik
Next Article Menteri Agama Resmikan Alih Status IAIN Ponorogo jadi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya
Nahdliyyin
NU DALAM AKAR TEOLOGI DAN JANGKAR IDEOLOGI QONUN ASASI
Kolom
Pemkab Bondowoso Batasi Kendaraan Berat Melintas di Jembatan Koncer akibat indikasi penurunan
Sospol
Ingatkan Pemkab Bondowoso, DPRD: Jangan Tunggu Kekeringan Semakin Parah, Baru Bertindak
Sospol

You Might also Like

Kolom

BERKAH MUKTAMAR DAN MARWAH PESANTREN

24/06/2026
Kolom

WARGA NU DAN KUASA ALGORITMA

23/06/2026
Kolom

MUKTAMAR BERKAH TANPA RISYWAH HASANAH

19/06/2026
Kolom

Dibalik angka 6 + 10 = 17 di Ranah Geopolitik

17/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?