By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Hari Santri 2025, Seniman Nabila Gelar Pameran Tunggal Drawing 99 Kiai ‘Guru Laku’
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Hari Santri 2025, Seniman Nabila Gelar Pameran Tunggal Drawing 99 Kiai ‘Guru Laku’
Nahdliyyin

Hari Santri 2025, Seniman Nabila Gelar Pameran Tunggal Drawing 99 Kiai ‘Guru Laku’

18/10/2025 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com –
Sebuah pameran tunggal memperingati Hari Santri 2025 digelar oleh Seniman dan Pelukis Nabila Dewi Gayatri di Galeri DKS Balai Pemuda, Jl. Gubernur Suryo Surabaya, mulai 18 hingga 25 Oktober 2025.

Pameran dibuka oleh Ketua PWNU Jawa Timur yang juga pengasuh PP. Tebuireng Jonbang, KH. Abdul Hakim Mahfudz pada Sabtu (18/10) malam pukul 19.00 WIB.

Pameran ini terselenggara atas kerjasama NDG Art Gallery dengan Lesbumi PWNU Jawa Timur, dan Dewan Kesenian Surabaya (DKS).

Nabila mengatakan tahun ini, pameran mengangkat tema Guru Laku dan akan memajang 99 drawing hasil karyanya berupa foto Kiai Pemimpin gerakan Nahdlatul Ulama dan pengasuh pesantren. Sebagian besar Kiai yang dibingkai dalam goresan drawingnya adalah Kiai yang sudah wafat dan dari mereka kita bisa mengambil energi dan teladan dalam memperjuangkan kebaikan di Nusantara.

“Salah satunya, adalah pencipta Shalawat Badar, Kiai Ali Manshur, selain para Kiai muassis/pendiri NU seperti yang sudah umum dikenal khalayak,” tambah Nabila.

Pameran Drawing 99 Kiai ini, menurut Nabila, berangkat dari pemikiran bahwa Sejarah telah mencatat: kedewaguruan sebagai konsep pendidikan dan spiritualitas di Nusantara, telah memiliki sejarah panjang dan kompleks.

“Jika dibaca dan dilihat, kedewaguruan telah ada sejak abad ke-13 hingga ke-15 Masehi, yakni di masa akhir kerajaan Majapahit dimana penyebaran Islam mengadopsi sistem pendidikan kedewaguruan dan bertransformasi menjadi pesantren yang kita kenal,” katanya.

Awalnya, Kedewaguruan dibentuk oleh Resi -resi yang tinggal di daerah terpencil, yang menjauh dari pengaruh duniawi atau zuhud, dan disanalah beberapa anak penguasa kerajaan dikirim untuk belajar tentang banyak hal —tata negara, etika, moral, spiritual bahkan ilmu beladiri dan kanuragan,” tegasnya sambil menambahkan sistem ini, juga ada pada Sangha Budha.

Nilai luhur ini sudah kuat bermula dari era Mataram kuno, bergeser ke Timur hingga era Majapahit akhir. Dan ketika Islam mulai berkembang di pesisir utara paska runtuhnya Majapahit —kemudian kerajaan berpindah ke Demak, tokoh-tokoh inilah yang notabene keluarga kerajaan, melanjutkan sistem pendidikan kedewaguruan dan Sangha sebagai sarana pendidikan, sejalan dengan dinamika penyebaran Islam di Nusantara oleh Wali Sangha atau Wali Sanga.

“Bersebab itulah saya menggambar para Kiai sebagai “Guru Laku” yang tidak sekadar menggambar potret, tapi lebih pada penghormatan dan kecintaan kepada Ulama yang telah mendedikasikan dirinya sebagai guru pengajaran moral, etika, dan juga keilmuan adab. Bahkan para Kiai itu telah mendedikasikan dirinya untuk perjuangan bangsa,” ungkap Nabila

Nabila menceritakan telah menggambar para Kiai berjumlah 99 orang, dianbil dari Angka keramat Asmaul Husna yang mengungkapkan bahwa masih dan telah mempunyai Guru Laku yang bisa memberi suri tauladan, panutan tentang etika dan moralitas. Guru Laku yang benar-benar mampu menjaga dan membimbing arah anak bangsa menuju kemerdekaan sejati yang berakhlaqul karimah.

“Karena gambar-gambar para Kiai itu merupakan perwujudan kecintaan, semoga nilai dari pameran ini adalah meneladani Ulama tersebut,” tambahnya.

Dengan memandang dan mengingat wajah-wajah mulia itu, Nabila berharap publik bisa meresapkan ajaran-ajaran baik para Kiai kepada masing-masing diri para pengunjung. Apalagi bagi orang yang pernah bersinggungan secara langsung semasa hidup, akan menjadikan nilai tambah, rasa cinta yang semakin ngrembuyung (rimbun). “Agar mereka selalu hidup dalam kalbu kita,” tukasnya

Oleh karenanya, melalui pameran ini Nabila mengajak khalayak mencintai Guru Laku, mencintai Ulama Nusantara, mencintai NU, dan patuh pada dhawuh para Kiai. Sebagaimana dalam kegiatan serupa Hari Santri tahun lalu, Pameran ini melibatkan para seniman dan akademisi Seni Rupa, yakni Dr. Agung Tatto, M.Sn sebagai pendisplay dan Dr. Mikke Susanto, M.Sn. sebagai penulis. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin

PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”

Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata

603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU

PWNU Jatim Distribusikan 1.439 Paket Daging Kurban

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Korwil SPPG Tulungagung Gelar Bimtek SPPI, Ahli Gizi dan Akuntan
Next Article Gus Yahya: Marah ke Trans7 Bukan Karena Pesantren/NU tapi Serangan ke Kelompok Identitas

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Sembelih 7 Ekor Sapi, Termasuk Hewan Kurban Gubernur Jatim

28/05/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim terima Sapi Kurban dari BPJS Ketenagakerjaan, Ketum Golkar, PAN, dan Nasdem

26/05/2026
Nahdliyyin

Asosiasi RSNU Terima “Yakes Partner Award 2026” dari Telkom Indonesia

25/05/2026
Nahdliyyin

OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi

24/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?