By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Tim Dokter Unusa Dampingi PkM Penurunan Stunting di Bangkalan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Tim Dokter Unusa Dampingi PkM Penurunan Stunting di Bangkalan
Sospol

Tim Dokter Unusa Dampingi PkM Penurunan Stunting di Bangkalan

07/11/2025
SHARE

Bangkalan, radar96.com – Kasus stunting masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Bangkalan, khususnya di Desa Parseh, Kecamatan Socah, berjarak sekitar 31 kilometer dari Surabaya. Berdasarkan data lapangan, rendahnya pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam memantau tumbuh kembang anak menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka stunting di wilayah ini.


Banyak keluarga di desa tersebut yang belum memiliki pengetahuan memadai tentang gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya pemantauan perkembangan balita. Fenomena ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan literasi kesehatan keluarga, terutama pada periode krusial 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Sekretaris Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Bangkalan Eri Yadi Santoso, SE, MM menuturkan jika pada 2021 kasus stunting di Bangkalan mencapai angka 38,9 persen. Angka itu terus turun hingga tahun 2023 di angka 10 persen. “Namun tahun 2024, cukup mengkhawatirkan karena angka stunting naik kembali 17,7 persen. Harapannya tahun 2025 ini kami bisa menurunkan sesuai target di bawah 14,7 persen,” tegasnya.


Sebagai respons terhadap masalah ini, tim dosen dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri, yang dipimpin Dr Ika Mardiyanti, SST, Bdn, MKes, bersama Dr dr Wiwik Winarningsih, MKes, serta Krisnita Dwi Jayanti, SKM, MEpid, melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di desa tersebut.


Kegiatan itu merupakan bagian dari program pemberdayaan berbasis masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2025.


Dukungan pendanaan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengurangi angka stunting di Indonesia melalui kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat.


Kegiatan melibatkan berbagai peserta, termasuk Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), calon pengantin, ibu hamil, serta ibu dengan bayi balita. “Tim dosen bersama mahasiswa memberikan pelatihan tentang upaya pencegahan stunting mulai dari calon pengantin, pentingnya gizi seimbang, pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), pelatihan pijat tuina, serta teknik pemantauan pertumbuhan anak secara berkala,” kata Ika Mardiyanti.


Ika menambahkan, melalui pelatihan ini, diharapkan Tim Pendamping Keluarga beserta keluarga-keluarga di Desa Parseh memiliki ketrampilan untuk mencegah stunting dan menjaga tumbuh kembang anak mereka. Selain itu dengan implementasi program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, dalam menyediakan makanan bergizi bagi calon ibu hamil, ibu hamil serta anak-anak guna mencegah stunting, “Kolaborasi yang kuat antara Perguruan Tinggi, Tenaga Kesehatan, Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemerintah Desa, dan masyarakat sangat penting untuk menanggulangi stunting. Pencegahan stunting harus dimulai dari rumah, terutama pada masa 1000 HPK. Kami berharap dengan pemberdayaan ini, keluarga di Desa Parseh memiliki keterampilan dalam mencegah stunting serta menjaga tumbuh kembang anak secara optimal,” ujarnya.


Kepala Desa Parseh, Moh Ilyas, SAP, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dilaksanakannya kegiatan ini. “Kami sangat bersyukur desa kami menjadi sasaran program ini. Semoga para Kader TPK dan keluarga dapat meneruskan ilmu yang diperoleh kepada warga lain, sehingga angka stunting di Desa Parseh dapat menurun,” ucapnya.

Iklan.

You Might Also Like

Kemdikbud Ristek Gelar Bimtek RPL, Unusa Siap Buka 9 Prodi
Kemenkes: Lamongan jadi Kabupaten/Kota Level 1 yang Pertama di Jawa
Ustadzah Oki Setiana Dewi kupas sembilan kiat sukses ala Al-Qur’an
900 Disabilitas-Yatim Terima Bingkisan “Al-Akbar Berbagi”
Gubernur Khofifah: Vaksinasi Lansia masih 23,27 persen, Guru sudah 70 persen
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Unusa dan DPKKR Kemenkes RI Gelar Kampanye Deteksi Dini Luka Psikologis di Pesantren
Next Article Pengusaha/Profesional Nahdliyin Jakarta Kunjungi BRIN

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

LAZISNU PCNU Sidoarjo Dukung Dana Pembangunan Rumah Anggota Banser
Nahdliyyin
Menteri ATR/BPN Serahkan 2.532 sertipikat tanah wakaf rumah ibadah di Masjid Al-Akbar
Sospol
LPT UNAIR Targetkan Inovasi Berimpak Nasional-Global
Sospol
Ketua PWNU Jatim: Modal Utama NU adalah Silaturrahmi dan Tradisi
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Menag: 1 Desember 2021, Penerbangan Indonesia bisa masuk Arab Saudi

29/11/2021
Para fungsionaris DPW PKB Jatim melakukan aksi tanggap bencana banjir di sebuah pesantren di Jember, Senin (18/1/2021)
Sospol

PKB Jatim bantu pesantren terdampak banjir di Jember

18/01/2021
Sospol

Demi Pilkada Damai, YPM Bershalawat di GOR Sidoarjo

20/11/2024
Sospol

1.560 Santri Ikuti Tes Wawancara “Beasiswa Indonesia Bangkit”

16/07/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?