By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Unusa dan DPKKR Kemenkes RI Gelar Kampanye Deteksi Dini Luka Psikologis di Pesantren
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Unusa dan DPKKR Kemenkes RI Gelar Kampanye Deteksi Dini Luka Psikologis di Pesantren
Sospol

Unusa dan DPKKR Kemenkes RI Gelar Kampanye Deteksi Dini Luka Psikologis di Pesantren

07/11/2025
SHARE

Surabaya, radar96.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus berkomitmen dalam memperkuat peran perguruan tinggi terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja pesantren. Bersama Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, dan Center for Public Mental Health (CPMH), Unusa menggelar kegiatan Kampanye Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) yang melibatkan lima pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo. Kelima pondok pesantren itu masing-masing, Ponpes Al Hidayah; Ponpes As-Syafi’iyah; Ponpes Jabal Noer; Ponpes Burhanul Hidayah; dan Ponpes Mambaul Ulum Panjunan.


Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga pesantren—baik santri, pengasuh, maupun tenaga pendidik—dalam mengenali tanda-tanda gangguan psikologis serta memberikan pertolongan awal (first psychological aid) bagi santri yang mengalami tekanan emosional.


Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, dr Imran Pambudi, MPHM, menjelaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan aspek krusial yang berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Ia menambahkan, berdasarkan data, populasi usia produktif di Indonesia—yakni kelompok usia 15 hingga 64 tahun—mencapai 69,51 persen dari total penduduk.


“Apalagi sebagian besar kelompok usia produktif itu berada di lingkungan pendidikan, termasuk sekolah dan lembaga khusus seperti pesantren. Kondisi itu berpotensi menimbulkan tekanan psikologis atau distress apabila tidak dikelola dengan baik,” tuturnya.


Ia berharap, program ini dapat menjadi momentum kolaborasi yang luar biasa antara Kementerian Kesehatan dengan institusi pendidikan, khususnya Unusa, dalam memperkuat upaya peningkatan kesehatan jiwa di kalangan pelajar dan santri. “Harapannya, program ini jadi langkah awal dalam membangun pesantren yang ramah kesehatan mental,” imbuhnya.


Salah satu pembicara dalam kegiatan ini adalah dr Paramita Sari, MSc, dosen Fakultas Kedokteran Unusa, yang membawakan materi “Mental Health pada Remaja”. Dalam paparannya, dr Paramita menekankan pentingnya memahami dinamika psikologis remaja yang tengah berada dalam masa pencarian jati diri, sekaligus menghadapi tekanan akademik dan sosial di lingkungan pesantren.


“Remaja di pesantren punya tantangan khas, seperti adaptasi terhadap kehidupan komunal, tuntutan akademik, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental. Karena itu, perlu ada pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai pesantren untuk membekali mereka kemampuan mengelola stres dan emosi,” ujar dr Paramita.


Menurutnya, luka psikologis sering kali tidak tampak secara kasat mata, namun dapat berdampak panjang terhadap perilaku, prestasi belajar, bahkan relasi sosial seseorang. Dengan pembekalan yang tepat, para santri dan pendamping diharapkan mampu memberikan dukungan psikologis dasar sebelum kasus berkembang lebih jauh.

Sinergi Perguruan Tinggi dan Pesantren

Program P3LP ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga yang menggabungkan keunggulan akademik, pendekatan berbasis komunitas, serta nilai-nilai keagamaan. Unusa melalui Fakultas Kedokteran dan tim pengabdian masyarakat berperan dalam desain pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.


Selain seminar dan kampanye edukatif, kegiatan ini juga mencakup; simulasi penanganan awal kasus psikologis bagi santri dan pengasuh; pelatihan konselor sebaya (peer counselor) di lingkungan pesantren; dan pembentukan jejaring pendamping kesehatan mental pesantren yang berkoordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan setempat.
Melalui pendekatan tersebut, diharapkan pesantren dapat memiliki sistem deteksi dini dan rujukan bagi santri yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.


Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Dr Handayani, dr, MKes, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam pencegahan gangguan psikologis, khususnya di lingkungan pondok pesantren yang berperan penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral generasi bangsa. Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan visi dan misi Unusa yang berfokus pada pemberdayaan komunitas pesantren agar semakin sehat, kuat, dan berdaya. “Kami ingin para santri memiliki mental yang sehat dan tangguh, karena kesehatan mental merupakan pondasi utama dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.


Beliau turut menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi Unusa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 3: Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan (Good Health and Well-being).


“Unusa berkomitmen menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat. Kesehatan mental adalah bagian integral dari kesehatan manusia yang utuh, dan pesantren menjadi salah satu komunitas penting untuk membangun kesadaran ini,” jelas Dekan.


Lebih lanjut, dikatakan, kegiatan P3LP ini juga menjadi wujud nyata misi Unusa sebagai kampus yang menyehatkan bangsa, dengan menjangkau kelompok rentan dan wilayah berbasis komunitas.


Kampanye P3LP di lima pesantren di Sidoarjo ini diharapkan menjadi percontohan nasional dalam upaya membangun pesantren sehat secara fisik dan mental. Kegiatan ini tidak hanya menanamkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental, tetapi juga menumbuhkan kemampuan pesantren dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif, inklusif, dan menenangkan bagi santri.


Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas pesantren, Unusa optimistis bahwa gerakan seperti ini dapat menjadi pondasi penting dalam memperkuat ketahanan mental generasi muda Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan pendidikan kesehatan berbasis nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

Iklan.

You Might Also Like

Satgas Pamtas RI-RDTL Pos Nananoe-NTT Renovasi Rumah Warga
Hari Bhakti Adhyaksa ke-63, Jatim Miliki 949 Rumah Restorative Justice, Tertinggi Nasional
Rektor Unusida Jadi Pemateri dalam Forum Diskusi di UiTM Malaysia
Ambil Sumpah 17 Dokter Baru, FK Unusa Menuju Akreditas Unggul
Pj Bupati Apresiasi Peran Pesantren Dukung Program Makan Bergizi Gratis BGN
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article ISHARI dan Kisah di Balik Berdirinya NU
Next Article Tim Dokter Unusa Dampingi PkM Penurunan Stunting di Bangkalan

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

LAZISNU PCNU Sidoarjo Dukung Dana Pembangunan Rumah Anggota Banser
Nahdliyyin
Menteri ATR/BPN Serahkan 2.532 sertipikat tanah wakaf rumah ibadah di Masjid Al-Akbar
Sospol
LPT UNAIR Targetkan Inovasi Berimpak Nasional-Global
Sospol
Ketua PWNU Jatim: Modal Utama NU adalah Silaturrahmi dan Tradisi
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Terima Dubes Palestina untuk Indonesia, Gubernur Khofifah Tawarkan Peluang Beasiswa Pendidikan Tinggi di Jatim

14/06/2023
Sospol

Gubernur Khofifah: Masjid Al Fattah Tulungagung berpotensi jadi destinasi Wisata Masjid

29/03/2022
Sospol

PMK, jumlah kurban Idul Adha di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya justru naik

10/07/2022
Sospol

Wabup Kediri apresiasi gerakan cegah stunting oleh SDM PKH lewat Geyatri

05/06/2022
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?