Surabaya, radar96.com – Pengurus baru Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Airlangga resmi dibaiat dalam pelantikan di Masjid Jami’ul Fawaid, Gubeng, Surabaya, Sabtu (15/11/2025) malam.
Prosesi khidmat itu menjadi penanda dimulainya masa bakti baru sekaligus penegasan peran KMNU sebagai “rumah” bagi Nahdliyyin di lingkungan kampus.
Pembina KMNU Unair Ahmad Syauqi, S.Hum., M.Si. dalam amanatnya menekankan tiga pilar yang harus menjadi fondasi gerak pengurus: Khodim NU, jam’iyyah, dan jamaah.
Pilar pertama, kata Syauqi, adalah kesadaran pengurus sebagai pelayan NU yang harus mampu merepresentasikan organisasi secara positif di Unair.
“Pengurus KMNU adalah khodim, pelayan NU. Kami memberi dukungan penuh dan berharap KMNU menghadirkan citra terbaik NU di kampus,” ujarnya.
Pilar kedua adalah kesadaran jam’iyyah atau organisasi. Syauqi mengingatkan bahwa seluruh pengurus merupakan “santri para muassis” NU, karena itu harus bekerja dalam satu barisan yang solid.
Adapun pilar ketiga ialah tanggung jawab terhadap jamaah, baik Nahdliyyin yang berada di lingkungan Unair maupun masyarakat sekitar kampus.
“KMNU bukan semata organisasi internal, tetapi ruang khidmah sosial-keagamaan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua KMNU Unair Abdul Mughni Prasetyo menegaskan pentingnya rasa kebersamaan sebagai kekuatan utama organisasi.
Ia menyebut KMNU bukan sekadar struktur, melainkan tempat kembali bagi seluruh anggotanya.
“Tanpa kalian, KMNU hanya tinggal nama. Dengan kalian, KMNU menjadi rumah, dimana ia jadi tempat kita belajar, bertumbuh, bercanda, dan mengatur strategi agar kegiatan tetap berjalan,” kata Mughni.
Ia menyebut dinamika yang terjadi di organisasi sebagai hal wajar dalam sebuah keluarga besar.
“Kadang rame, kadang heboh, kadang bikin pusing. Tapi insyaAllah, itu pusing yang barokah,” ujarnya.
Pelantikan ditutup dengan doa bersama sebagai penanda dimulainya babak baru pengabdian KMNU Unair bagi Nahdliyyin kampus.(*/kmnu)



