Semarang, radar96.com – Produk Pesantren Jawa Timur siap ekspor ke manca negara. Hal ini terungkap di tengah agenda business meeting antara perwakilan Prodi S1 Akuntansi Unusa dengan delegasi Kamar Dagang Islam Tingkat Dunia (Connect Souq), di kawasan kota tua Semarang Jawa Tengah, Selasa (02/12/25).
Perwakilan Prodi S1 Akuntansi Unusa dipimpin oleh Mohammad Ghofirin, MPd. sedangkan delegasi Connect dipimpin oleh Chairman Abdullah Hassan (Kuwait), didampingi Vice Chairman Salmaan Dalvi (Inggris), Leadership Team Parvez Hamduley (Uni Emirat Arab), Head of Spice Business Franchise Noor Ahmed (India), Imran Ahmed dan perwakilan dari Indonesia Abdul Wahid Maktub.
Ghofirin mengatakan, Connect Souq bermaksud membuka peluang kerja sama dengan pondok pesantren di Jawa Timur, untuk mengangkat potensi produk lokal ke pasar dunia. “Terlebih, organisasi itu memiliki jaringan investor atau pengusaha muslim yang besar di berbagai negara yang ingin investasi ke Jawa Timur. Tentang produk-produk seperti kopi, hingga (rempah) jahe,” beber pria yang juga sebagai Sekretaris OPOP Jatim itu.
Menurut Ghofirin, biji kopi dari Jawa Timur memiliki kualitas yang bagus. Namun, masih butuh promosi yang massif untuk meningkatkan penjualannya. Para pengusaha tersebut akan meninjau secara langsung produksi kopi di Jawa Timur, kemudian ingin mengekspornya ke pasar Amerika.
Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Gus Ghofirin ini juga menawarkan potensi komoditas lain di wilayah Jawa Timur, seperti fashion muslim dan handycraft untuk dijual di berbagai negara. Disamping itu Gus Ghofirin juga mengingatkan pentingnya pencatatan dan pelaporan keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku, untuk itu Prodi S1 Akuntansi Unusa siap melakukan pendampingan kepada pelaku usaha di pesantren Jawa Timur.
Chairman Connect Souq, Abdullah Hassan mengatakan, peluang pasar kopi asal Indonesia dan Jawa Timur khususnya, begitu besar. Saat ini kopi Indonesia hanya menguasai 5% pasar dunia, padahal menjadi produsen kopi terbesar keempat di dunia.
“Saya pikir ada peluang untuk meningkatkannya. Caranya adalah dengan membuka pasar baru. Dan Connect Souq ini ada di 40 negara,” kata dia, yang juga pengusaha kedai kopi di Amerika Serikat.
Ditambahkan, pihaknya akan serius membawa komoditas kopi asal Jawa Timur ke Amerika Serikat. Bersama anggota Connect Souq yang lain, juga akan mencarikan pasar ke negara lain, seperti Inggris, Italia, hingga Jerman. Dengan semakin banyak membuka pasar baru, kata Abdullah Hassan, diharapkan akan meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Jawa Timur.
Perwakilan Connect Souq Indonesia, sekaligus mantan diplomat yang berpengalaman enam tahun di Timur Tengah, Abdul Wahid Maktub, mengatakan, tujuan kedatangan Connect Souq ingin menyampaikan besarnya potensi komoditas dari Indonesia. Salah satunya kopi. “Kita hanya mengekspor bahan mentah, keuntungannya sedikit. Oleh karena itu, bagaimana kalau Indonesia itu lebih kreatif dan lebih produktif (pengolahannya),” ujarnya.
Rencananya, Connect Souq juga akan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan Pondok Pesantren di Jawa Timur, untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM).



