By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: 26 Pengurus Masjid Agung Al-Aqsha Klaten Belajar “Manajemen Masjid” ke Al-Akbar
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > 26 Pengurus Masjid Agung Al-Aqsha Klaten Belajar “Manajemen Masjid” ke Al-Akbar
Sospol

26 Pengurus Masjid Agung Al-Aqsha Klaten Belajar “Manajemen Masjid” ke Al-Akbar

31/01/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Sebanyak 26 pengurus Masjid Agung Al-Aqsha Klaten, Jawa Tengah, melakukan kunjungan belajar tentang Manajemen Pengelolaan Masjid kepada pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS).

Dalam kunjungan itu, pengurus Masjid Al-Aqsha Klaten yang dipimpin Ketua Takmir Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Jateng, H Ardani, itu, diterima oleh Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS DR KHM Sudjak MAg di Ruang Multazam MAS, Sabtu.

“Kami ingin menimba ilmu manajemen kepada pengurus Masjid Al-Akbar, karena kami di Masjid Al-Aqsha Klaten itu merupakan masjid pemerintah, sehingga anggaran perawatan dari pemerintah, meski operasional dari infaq,” kata Ketua Takmir Masjid Al-Aqsha, H Ardani.

Sebagai masjid agung yang merupakan masjid pemerintah, pembina masjid berasal dari Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD, sedangkan penasihat masjid dari kalangan asisten-asisten pemerintah.

Setelah itu baru ada jajaran ketua, sekretaris, bendahara, dan kepala bidang idaroh/admin, imaroh/dakwah, dan riayah/sarana prasarana yang ditunjuk/dipilih dari kalangan ormas keagamaan dan pensiunan pegawai, namun struktur kepengurusan mencerminkan ramah pada semua generasi, baik generasi tua maupun muda/GenZI.

“Masjid kami juga termasuk baru, karena dibangun tahun 2016 dengan model arsitektur Arab, jadi kami masih butuh belajar banyak tentang ilmu memakmurkan. Di sini (MAS), saya perhatikan Sholat Dzuhur saja ada 7 shaf dengan puluhan per shaf, sedangkan di Klaten hanya 2 shaf dengan 50-an orang. Kapasitas maksimal 3.000-an orang,” katanya.

Sebagai masjid pemerintah, pihaknya mendapatkan anggaran dari APBD untuk pegawai, operasional, dan renovasi, kecuali operasional takmir untuk kemakmuran masjid diupayakan dari infaq dari sejumlah layanan, seperti menara yang menjadi semacam wisata religi. “Kalau Masjid Al-Akbar punya personel berapa dan biayanya bagaimana,” katanya.

Menanggapi harapan dari pengurus Masjid Al-Aqsha Klaten itu, Ketua BPP MAS DR KHM Sudjak MAg mengatakan MAS ditetapkan sebagai masjid nasional pada 2003, karena Pembangunannya tidak sepenuhnya oleh pemerintah, namun pihak swasta juga dirangkul mantan Wapres Try Sutrisno setelah melakukan peletakan batu pertama.

“Sebagai masjid nasional, kepengurusannya melalui SK Gubernur Jatim dengan masa kepengurusan selama 5 tahun, namun anggaran yang ada melalui hibah untuk sarana dan prasarana yang diajukan melalui proposal, seperti proposal 2020 untuk kubah, sedangkan biaya operasional itu sepenuhnya dari infaq,” katanya.

Sudjak mengaresiasi para muassis/pendiri MAS yang mendirikan BUMM (Badan Usaha Milik Masjid) untuk menggali sumber dana melalui sejumlah program kemandirian, seperti dua Gedung ballroom yang disewakan untuk resepsi pernikahan/seminar, ruang utama yang disewakan untuk akad nikah, pakir, dan wisata religi. Semuanya pakai infaq yang fleksibel.

“Wisata religi itu antara lain Menara 99m dan sejumlah taman dan Mini Soccer. Sejumlah taman rekreasi dan Mini Soccer juga menjadi data tarik merangkul anak-anak muda atau GenZI (Generasi Z Islami). Selain wisata religi juga ada sarana pendidikan untuk anak-anak muda mulai dari KB/RA, MI, MTs, hingga STAI, bahkan MI ada kelas internasional,” katanya.

Ditanya tentang jumlah personel, buku sejarah, dan upaya menjalin ukhuwah ormas dalam kepengurusan, Sudjak mengatakan personel masjid 213 pegawai yang meliputi guru, satpam, kesekretariatan, dan sebagainya yang dibiayai dengan dana yang dikelola BUMM. “Untuk kebersamaan, kami tidak melihat ormas, tapi kami memberlakukan standar yakni konsisten dengan ukhuwah dan NKRI. Kalau tidak sesuai, tentu kami evaluasi,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

LPKAN Indonesia Minta Pemerintah Moratorium Regulasi Baru Industri Hasil Tembakau

Dosen Senior Komunikasi Apresiasi Alumni STIKOSA-AWS tetap Menulis saat Purna

Muktamar NU Harus Menjadi Ruang Adu Gagasan, Bukan Adu Bohir

PDUF dan LPP MUI Jatim Matangkan Kolaborasi Pengembangan Dana Abadi Pesantren

PDUF dan LPEU MUI Jatim Jajaki Kolaborasi Program Pemberdayaan Ekonomi Umat

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article LP Ma’arif PWNU Jatim Evaluasi Diklat 2025
Next Article Jalan Kebudayaan: Strategi NU Merawat Jagat di Abad Kedua

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

LPKAN Indonesia Minta Pemerintah Moratorium Regulasi Baru Industri Hasil Tembakau
Sospol
Dosen Senior Komunikasi Apresiasi Alumni STIKOSA-AWS tetap Menulis saat Purna
Sospol
Negara Wajib Melindungi Rakyatnya
Kolom
Obituary John L. Esposito: Sang Pembela Wajah Moderat Islam di tengah Islamophobia
Kolom

You Might also Like

Sospol

Keunikan MPLS Al Azhaar Kedungwaru

17/07/2026
Sospol

Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember dan Kelurahan Curahdami – Bondowoso Bersinergi Wujudkan Data Wilayah yang Akurat

13/07/2026
Sospol

Penanganan Perkara Febrie Adriansyah jadi Ujian Konsistensi Sistem Peradilan Pidana Terpadu

12/07/2026
Sospol

38 Masjid di Jatim Lolos Seleksi “Masjid Award 2026” DMI-Demasindo

12/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?