Surabaya, radar96.com – PW LP Ma’arif NU Jawa Timur bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya menyelenggarakan pelatihan penguatan kompetensi kepala madrasah pada 21-25 Februari 2026.
Ketua panitia penyelenggara sekaligus Ketua Bidang Diklat dan Penjaminan Mutu LP Ma’arif PWNU Jawa Timur, Prof Dr Hj Evi Fatimatur Rusydiyah, MAg, menyampaikan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen LP Ma’arif NU Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan madrasah secara sistematis dan berkelanjutan. Ia menegaskan, kepala madrasah memegang peran strategis sebagai penggerak utama transformasi mutu pendidikan, sehingga diperlukan penguatan kompetensi yang mencakup aspek manajerial, kepemimpinan, ideologi, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan.


Pelatihan ini juga dirancang sebagai ruang penguatan jejaring, penyamaan persepsi, dan pembentukan komitmen bersama dalam membangun madrasah unggul berbasis nilai-nilai Ahlussunnah Waljama’ah An-Nahdliyah.
Kepala BDK Surabaya, Dr H Muchammad Toha, MSi, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi kepala madrasah sebagai kunci keberhasilan reformasi pendidikan keagamaan. Kepala madrasah tidak hanya berperan sebagai administrator, tapi juga sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menggerakkan inovasi, memperkuat tata kelola, serta membangun budaya mutu di lingkungan satuan pendidikan.
Ia juga menegaskan komitmen BDK Surabaya untuk terus bersinergi dengan LP Ma’arif NU dalam menghadirkan program pelatihan yang berdampak nyata. Peserta yang mengikuti pelatihan secara penuh, lanjutnya, akan memperoleh sertifikat resmi dari BDK Surabaya sebagai bentuk pengakuan kompetensi dan penguatan rekam jejak profesional kepala madrasah.
Pelatihan secara resmi dibuka oleh Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Prof H Masdar Hilmy, SAg, MA, PhD. Dalam arahannya, ia menekankan, kepala madrasah harus tampil sebagai pemimpin perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri ke-NU-an.
Menurutnya, penguatan kompetensi kepala madrasah tidak hanya berkaitan dengan aspek manajerial, tetapi juga integritas moral, visi peradaban, dan kemampuan membangun ekosistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing global. Ia juga menyoroti pentingnya transformasi madrasah berbasis inovasi, kolaborasi, dan penguatan karakter agar madrasah Ma’arif mampu tampil sebagai lembaga pendidikan unggulan yang adaptif namun tetap berakar kuat pada nilai Ahlussunnah Waljama’ah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula KH Hasyim Asy’ari (lantai 3) Gedung PWNU Jawa Timur itu diikuti oleh 40 kepala madrasah lintas jenjang satuan pendidikan dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Gresik, Probolinggo, Bojonegoro, Trenggalek, Jombang, Lamongan, dan Kabupaten Blitar. Pelatihan dilaksanakan selama lima hari dengan total 53 jam pelajaran (JP), mengusung penguatan kepemimpinan, manajerial, ideologis, dan transformasi digital madrasah.



