Malang, radar96.com – Ahad pagi (5/7/26) menjadi pengalaman yang berbeda bagi puluhan anak yatim dan penyandang disabilitas di Kota Malang. Di momen Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, mereka bukan hanya menerima santunan, tetapi juga diajak menjelajahi sejarah, budaya, dan nilai-nilai kehidupan melalui sebuah field trip edukatif.
Sebanyak 65 anak yatim, termasuk penyandang disabilitas tunanetra, mengikuti kegiatan bertajuk Santunan dan Field Trip Muharram 1448 Hijriah yang dipusatkan di Pendopo Wali Kota Malang. Sejak pagi, wajah-wajah penuh antusias tampak menghiasi rombongan yang bersiap mengikuti perjalanan belajar di sejumlah lokasi bersejarah dan edukatif.

Perjalanan diawali dengan mengunjungi Balai Kota Malang. Di sana, anak-anak diajak mengenal sejarah berdirinya gedung pemerintahan yang menjadi salah satu ikon Kota Malang sekaligus melihat lebih dekat ruang kerja Wali Kota. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan langka bagi mereka untuk memahami bagaimana pemerintahan daerah bekerja melayani masyarakat.
Petualangan berlanjut ke Markas Dinas Pemadam Kebakaran. Suasana riuh penuh semangat terlihat ketika para peserta dikenalkan dengan berbagai peralatan pemadam kebakaran dan mengikuti simulasi penanganan kebakaran sederhana. Bagi sebagian anak, pengalaman tersebut menjadi kali pertama mereka melihat secara langsung tugas para petugas Damkar yang setiap hari menjaga keselamatan masyarakat.

Rombongan kemudian menyusuri kawasan Heritage Kayutangan. Di kawasan yang menjadi saksi perjalanan sejarah Kota Malang itu, anak-anak belajar bahwa bangunan-bangunan tua bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas kota yang harus dijaga bersama. Mereka juga dikenalkan pada potensi kawasan heritage sebagai penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Perjalanan edukatif ditutup dengan napak tilas ke kompleks Makam Mbah Bungkuk di Singosari. Selain melaksanakan shalat berjamaah, tahlil, dan doa bersama, peserta diajak meneladani perjuangan para ulama yang telah memberikan kontribusi bagi penyebaran Islam dan pembangunan masyarakat.
Wali Kota Malang, Dr Ir H Wahyu Hidayat, MM, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak anak-anak menjadikan semangat Tahun Baru Islam sebagai motivasi untuk terus belajar dan menggapai cita-cita.
“Teruslah belajar dan menatap masa depan dengan optimisme. Jadilah generasi yang memiliki ilmu, wawasan, percaya diri, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” pesannya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Malang bersama Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jawa Timur serta berbagai elemen masyarakat. Bagi penyelenggara, Muharram bukan sekadar momentum berbagi, tetapi juga kesempatan menanamkan nilai pendidikan dan kepedulian sosial kepada generasi muda.
Pembina PDUF MUI Jawa Timur, Dr KH Noor Sodiq Askandar, MM (Gus Shodiq), mengatakan, pengalaman belajar langsung di lapangan akan lebih mudah membekas dalam ingatan anak-anak dibandingkan sekadar mendengarkan penjelasan di dalam ruangan.
“Field trip ini bukan sekadar jalan-jalan. Anak-anak diajak mengenal sejarah Kota Malang, meneladani perjuangan para ulama dan tokoh bangsa melalui napak tilas ke makam mereka, sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang memperluas wawasan. Kami ingin mereka tumbuh dengan rasa cinta terhadap sejarah, budaya, dan bangsanya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi PDUF MUI Jawa Timur, KH Miftah Jauhari, berharap kegiatan tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih luas dalam membangun program filantropi yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara PDUF MUI Jawa Timur dengan Pemerintah Kota Malang dan berbagai pemangku kepentingan. Filantropi tidak cukup diwujudkan melalui santunan yang bersifat sesaat, tetapi harus berkembang menjadi program pemberdayaan yang berkelanjutan, mulai dari pendidikan, penguatan ekonomi umat, hingga pelestarian lingkungan. Dengan sinergi yang baik, manfaatnya akan dirasakan masyarakat secara lebih luas dan dalam jangka panjang,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu peluang yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi tersebut adalah pemanfaatan potensi perdagangan karbon (carbon trading) berbasis kawasan hutan lindung di wilayah Malang sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Wakil Ketua Departemen III PDUF MUI Jawa Timur, M Syafii, menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari jumlah santunan yang disalurkan, melainkan dari pengalaman dan semangat baru yang tumbuh dalam diri setiap anak.
“Bagi kami, keberhasilan kegiatan ini bukan diukur dari banyaknya santunan yang diberikan, tetapi dari senyum, rasa ingin tahu, dan kepercayaan diri yang tumbuh dalam diri anak-anak. Pengalaman belajar seperti ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Inilah semangat filantropi yang ingin terus kami bangun melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Peringatan Muharram kali ini membuktikan bahwa berbagi tidak selalu identik dengan pemberian bantuan materi. Ketika kepedulian dipadukan dengan pendidikan, pengalaman, dan pembentukan karakter, setiap perjalanan dapat menjadi ruang belajar yang menumbuhkan harapan baru bagi anak-anak untuk menyongsong masa depan dengan lebih percaya diri.



