By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Menembus Batas, Merekat Umat Tujuh Tahun Terase NU NEWS Mewarnai Ruang Digital
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Menembus Batas, Merekat Umat Tujuh Tahun Terase NU NEWS Mewarnai Ruang Digital
Kolom

Menembus Batas, Merekat Umat Tujuh Tahun Terase NU NEWS Mewarnai Ruang Digital

07/09/2026 Kolom
SHARE

Tujuh tahun lalu, sebuah langkah kecil dimulai dari layar gawai. Di tengah riuhnya arus informasi digital, lahirlah Terase NU NEWS. Bukan sekadar ruang obrolan virtual biasa, melainkan sebuah ikhtiar untuk menyemai benih khazanah, mengabarkan giat jam’iyah, dan menjaga sanad pemikiran keislaman ala Ahlussunnah wal Jama’ah.
Kini, waktu telah membuktikan keteguhannya. Tujuh tahun berjalan, Terase NU NEWS tidak pernah lelah mengetuk layar kaca kita setiap hari. Grup WhatsApp ini telah bertransformasi menjadi jembatan informasi yang tangguh, meruntuhkan sekat-sekat struktural dan geografis. Di ruang yang sama, bertemulah gagasan para kiai di jajaran Pengurus Besar, instruksi taktis pengurus wilayah dan cabang, hingga keringat perjuangan para kader penggerak di ranting-ranting pedusunan.
Dari masyarakat bawah di pelosok desa hingga para pengambil kebijakan di pusat kota, semua membaca, berdiskusi, dan bergerak dalam frekuensi yang sama. Terase NU NEWS telah menjadi saksi bagaimana digitalisasi bukan menjauhkan, melainkan justru merekatkan tali silaturahmi. Tujuh tahun adalah bukti konsistensi, dan perjalanan ini akan terus berlanjut demi syiar Nahdlatul Ulama yang membawa rahmat bagi semesta alam.

Menakar Peran Terase NU NEWS Tujuh Tahun Menjadi Jembatan Informasi Jam’iyah dari Akar Rumput hingga Pusat
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah lanskap komunikasi publik secara radikal. Di era di mana informasi bergerak dalam hitungan detik, organisasi sosial-keagamaan sebesar Nahdlatul Ulama (NU) dituntut untuk adaptif tanpa kehilangan jati dirinya. Di sinilah grup WhatsApp Terase NU NEWS mengambil peran strategisnya. Memasuki usianya yang ketujuh, komunitas digital ini tidak hanya bertahan sebagai wadah berbagi pesan, tetapi telah berevolusi menjadi media informasi alternatif yang efektif, inklusif, dan berdaya jangkau luas.
Salah satu kekuatan utama Terase NU NEWS selama tujuh tahun berkiprah adalah kemampuannya meruntuhkan hierarki komunikasi yang kaku. Dalam struktur organisasi tradisional, informasi dari pusat seringkali membutuhkan waktu lama untuk sampai ke tingkat ranting atau anak ranting di pelosok daerah. Sebaliknya, aspirasi masyarakat bawah kerap tersumbat sebelum mencapai pengurus pusat. Terase NU NEWS berhasil memotong jalur birokrasi komunikasi tersebut. Di dalam grup ini, seorang penggerak NU di tingkat desa dapat mengakses langsung rilis resmi, pemikiran para kiai sepuh, maupun kebijakan terbaru dari PBNU secara real-time. Fenomena ini menciptakan kesetaraan akses informasi yang sangat krusial bagi soliditas organisasi.
Aktivitas harian di dalam grup ini mencerminkan dinamika yang kaya. Terase NU NEWS tidak sekadar menjadi papan pengumuman pasif, melainkan sebuah ruang dialektika. Konten yang dibagikan berkisar dari berita kegiatan banom dan lembaga, kajian kitab kuning kontemporer, kontra-narasi terhadap radikalisme, hingga edukasi literasi digital bagi warga nahdliyin. Kiprah ini menjadi sangat penting di tengah banjir bandang hoaks dan polarisasi politik yang sering melanda ruang siber. Terase NU NEWS hadir sebagai penjaga gawang informasi yang menyaring berita berdasarkan metodologi tabayyun yang menjadi ciri khas warga NU.
Fleksibilitas platform WhatsApp yang membumi dan mudah dioperasikan membuat Terase NU NEWS mampu merangkul berbagai lapisan sosial. Mulai dari petani di pedesaan, kaum santri di pesantren, akademisi di perguruan tinggi, hingga pejabat negara di pusat kekuasaan terpapar oleh narasi yang sama. Karakteristik ini membuat pesan-pesan perdamaian, toleransi, dan kebangsaan khas NU dapat tersampaikan secara masif dan menyentuh akar rumput secara organik.
Sebagai kesimpulan, usia tujuh tahun bagi Terase NU NEWS adalah penanda kematangan sekaligus konsistensi. Kiprahnya membuktikan bahwa media berbasis komunitas digital, jika dikelola dengan visi yang jelas, mampu menjadi motor penggerak transformasi jam’iyah. Ke depan, tantangan digital tentu akan semakin kompleks dengan hadirnya kecerdasan buatan dan algoritma baru. Namun, dengan modal sosial yang kuat serta komitmen menjaga tradisi literasi santri, Terase NU NEWS berpotensi besar untuk terus menjadi lentera informasi yang menerangi warga nahdliyin dari pusat hingga ke pinggiran.

Para admin TERASE NU NEWS

  1. Nonot Sukraamono
    Nonot Sukrasmono (atau dikenal sebagai Ki Nonot) adalah seorang seniman rupa, pelukis, budayawan, dan pendidik asal Jawa Timur yang tinggal di Sidoarjo.
    Peran dan Aktivitas Utama
  • Ketua Lesbumi NU Jatim: Menjabat sebagai Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Sekarang swbagai pembina PW.LESBUMI NU JAWA TIMUR.
  • Dewan Kesenian: Aktif sebagai pengurus Badan Pengurus Harian (BPH) di Dewan Kesenian Jawa Timur.
  • Karya Seni: Dikenal lewat karya lukis dan sketsanya. Salah satu karyanya berupa lukisan pernah terjual seharga Rp500 juta yang didonasikan untuk pembangunan gedung.
  • Karya Bersejarah: Sketsa buatannya juga pernah berperan penting dalam membantu melengkapi dokumentasi atau memecahkan misteri foto tokoh untuk pengajuan gelar pahlawan nasional, seperti Syaikhona Kholil Bangkalan dan banyak sekali aktifitas dibidang sosial dan pergerakan diluar NU.
  1. Paryono Nur Abdillah
    Sosok yang dikenal di lingkungan NU Jatim berawal sebagai Pengurus di IPNU Jawa Timur sebagai pembaharu adanya CBP IPNU sejak 1996 yang hingga kini tetap konsisten mengabdikan diri di lingkungan NU Jatim sebagai Khodam NU Jatim. Selepas dari kepengurusan IPNU Jatim banyak membantu di beberapa Lembaga seperti Lakpesdam, Sarbumusi dan LPNU (ini yang terlama), Pusat Koperasi Syirkah Mu’awanah Jawa Timur serta beberapa lembaga lain meskipun tanpa tercatat sebagai pengurus. Satu hal yang menjadikannya masih dikenal oleh Pengurus Cabang Lama (yang sudah sepuh) adalah kontribusinya dalam menggawangi adminstratif Kartanu NU Jawa Timur yang saat itu mengatur distribusi Santunan bagi pemegang Kartanu yang meninggal dunia.

Dipercaya ketika PWNU Jawa Timur berkenan membuat sebuah Badan Usaha berupa Travel Umroh sebagai pimpinan, namun tidak berlanjut karena keburu adanya bencana COVID.

Untuk kepengurusan saat ini masih dipercaya untuk berkiprah membantu Lembaga Waqaf dan Pertanahan NU Jawa Timur.

  1. DR. Marhaen Djumadi
    Pernah menjadi pengurus LPNU PWNU Jawa Timur, Pendiri LBB, Pernah menjasi pengurus Dewan Pendidikan Prov. Jatim, Tokoh Masyarakat, Pengurus partai PDIP dan sekarang menjabat Bupati Kabupaten Nganjuk sampai sekarang.
  2. Edy Yakub.
  • purna-pewarta LKBN ANTARA (2025)
  • pernah meliput Muktamar NU di Kediri (1999), Muktamar NU di Jombang (2015),
  • menjadi panitia bidang publikasi Muktamar NU di Pesantren Tambakberas, Jombang (2026)
  1. Ahmad Zazuli
    Ahmad Zazuli (atau Ahmad Jazuli), yang akrab disapa Cak Jaz, adalah seorang aktivis muda dan tokoh politik yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Jawa Timur. Sebelum terjun ke politik praktis, ia tumbuh dalam lingkungan pesantren, aktif di organisasi keagamaan, IPNU, PW LESBUMI NU Jatim serta dinamika gerakan mahasiswa, advokasi masyarakat kecil dan penguatan ekonomi melalui sektor UMKM, petani, nelayan, serta pedagang kecil.
  2. Zaini Ilyas.
    Aktivis NU sejak muda ..
    1)mulai dari IPNU ditingkat cabang Pamekasan th 1988-
    2)pw IPNU tahun 1991.
    3)pw LTMI 2002-2012
    4)pw LP Ma’arif NU 2013-skrg .
    Staf PWNU tahun 1988-2013
    Kegiatan lain
    1)KS SD Al Islam Surabaya ..
    2)Pengelola TPQ Al Ihsan Mulyorejo Surabaya
    3)Pengelola kos Mahasiswa/i sekitar UNmuh dan Unair kampus C.

Nonot S mono
Pendiri dan koordinator WA Group TERASE NU NEWS, GREEN CARPET NEWD

Iklan.

You Might Also Like

Wajah Digital NU di Muktamar Tambakberas 2026

Ketika Medsos Gaduh, Akar Rumput Tetap Teduh

Dari Hutan untuk Peradaban: Ketika Kepemimpinan Khofifah Mengubah Kelestarian Menjadi Kesejahteraan

Jangan Biarkan Muktamar Pindah dari Tambakberas ke Media Sosial

Ketika Sampah Berubah Menjadi Energi Peradaban: Khofifah dan Arsitektur Jawa Timur ASRI, Inovatif, dan Berkelanjutan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kopi Kalibaru – Banyuwangi Sabet Tiga Juara dalam kompetisi “Green Beans” di Yogyakarta

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Kopi Kalibaru – Banyuwangi Sabet Tiga Juara dalam kompetisi “Green Beans” di Yogyakarta
Ekraf
Wagub Ajak Mahasiswa Baru Unusa Beri Kontribusi Bangsa Mulai Saat ini
Sospol
Kerja Sama Unusa-ITS, Buka Peluang Raih Dua Ijazah dalam Lima Tahun
Sospol
Sebut PMII, Rektor At-Taqwa Bondowoso Ajak Mahasiswa Gabung Organisasi Ekstra
Sospol

You Might also Like

Kolom

Membaca Tiga Spektrum KepemimpinanKiai Miftah–Gus Yahya, Refleksi Kiai Sahal Mahfudz–Gus Dur, dan Warisan Diplomasi Peradaban Abah Hasyim Muzadi

01/09/2026
Kolom

PBNU Sebagai Rumah Besar Talenta Kader

31/08/2026
Kolom

Musyawarah, Hikmah dan Khidmah

31/08/2026
Kolom

Membangun dan Merajut Kembali  solidaritas di NU  Pasca MUKTAMAR NU ke 35

31/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?