Bondowoso, radar96.com – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Bondowoso terus memperkuat budaya akademik di lingkungan kampus melalui pelatihan sitasi dan manajemen referensi menggunakan aplikasi Mendeley bagi mahasiswa semester akhir.
Kegiatan yang digelar di Ruang Pekerti Universitas Bondowoso, Senin (27/7/2026), tersebut menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa sebelum memasuki tahap penyusunan skripsi.
Pelatihan ini tidak hanya mengenalkan penggunaan aplikasi Mendeley, tetapi juga membangun pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya etika akademik, ketepatan sitasi, serta penggunaan referensi yang valid dalam setiap karya ilmiah.
Narasumber pelatihan, Ali Burhan, S.E., M.H., mengatakan kualitas sebuah karya ilmiah tidak hanya diukur dari isi pembahasannya, tetapi juga dari cara penulis mempertanggungjawabkan setiap sumber yang digunakan.
“Mahasiswa harus memahami bahwa setiap gagasan yang dikutip memiliki etika akademik. Mendeley membantu proses sitasi menjadi lebih mudah, tetapi yang terpenting adalah membangun kesadaran untuk menulis karya ilmiah secara jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Ali Burhan, penguasaan aplikasi manajemen referensi akan mempermudah mahasiswa dalam mengelola berbagai literatur ilmiah sekaligus meminimalkan kesalahan dalam penyusunan daftar pustaka.
“Kemampuan menggunakan Mendeley bukan hanya untuk menyelesaikan skripsi, tetapi menjadi bekal ketika mahasiswa menulis artikel ilmiah, laporan penelitian, maupun publikasi akademik lainnya,” katanya.
Selama pelatihan, peserta mengikuti sesi praktik mulai dari mengelola referensi digital, memasukkan sumber pustaka, hingga membuat sitasi dan daftar pustaka secara otomatis. Kegiatan berlangsung interaktif dengan dipandu moderator Dahani Kusumawati, S.Pd., M.Pd., yang memfasilitasi jalannya diskusi dan tanya jawab.
Antusiasme mahasiswa terlihat sejak awal kegiatan. Mereka memanfaatkan sesi praktik untuk memahami penggunaan Mendeley secara langsung sehingga mampu menerapkannya dalam penyusunan tugas akhir.
Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Bondowoso, Imam Syarbini, mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu langkah fakultas dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik.
“Kami ingin lulusan Fakultas Agama Islam tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki integritas ilmiah. Pengetahuan tentang sitasi dan pengelolaan referensi merupakan kompetensi yang harus dimiliki setiap mahasiswa,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam menghadapi penyusunan skripsi maupun kegiatan akademik lainnya.
“Harapan kami, keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini menjadi budaya akademik yang terus diterapkan oleh mahasiswa, sehingga setiap karya ilmiah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, bebas dari plagiarisme, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tutup Imam Syarbini.
Melalui pelatihan tersebut, Fakultas Agama Islam Universitas Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, menguasai teknik penulisan ilmiah, serta mampu menghasilkan karya akademik yang berkualitas dan berintegritas. (*/Rif)



