Surabaya, radar96.com – Imam Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) KHA Muzakky Alhafidz menegaskan bahwa tanda cinta Allah kepada hamba-Nya adalah ujian, karena manusia yang dekat dengan Allah itu bersikap senang dalam kondisi apapun, baik kondisi menyenangkan maupun kondisi yang tidak menyenangkan.
“Dekat dengan Allah itu dekat dalam segala kondisi. Kalau kondisi tidak menyenangkan ya mendekat, kalau kondisi menyenangkan juga tetap mendekat. Allah menunjukkan kasih sayang itu dengan menguji hamba-Nya. Jadi, ujian adalah tanda Allah itu dekat. Itu tanda keimanan yang tingkatnya semakin tinggi,” katanya di Surabaya, Rabu (5/8/2026) petang.
Dalam Kajian Senja Al-Yasmin episode ke-23 bertema “Caring of Love for Allah” (Merawat Cinta kepada Allah) di Ballroom Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, ia menjelaskan Cinta kepada Allah SWT itu harus terus tumbuh dan bersemi di dalam hati, karena Cinta kepada Allah itulah puncak dari segala bentuk cinta.




“Cinta kepada keluarga itu harus karena Allah, cinta kepada suami atau isteri juga harus karena Allah. Rumah tangga yang didasari cinta karena Allah itu akan langgeng. Kalau cinta suami karena fisik itu nggak langgeng, kalau cinta istri karena harta itu juga nggak langeng, karena fisik dan harta itu memang nggak langgeng, tapi kalau dilandasi cinta karena Allah ya pasti akan langgeng,” katanya.
Oleh karena itu, katanya, setiap cinta kepada makhluk itu harus dilandasi cinta kepada Allah. “Cinta itu membahagiakan, kalau cinta karena Allah, maka datang ke pengajian pun nggak capek. Kalau datang ke pengajian karena berharap konsumsi ya akan kecewa dan capek, tapi kalau datang karena cinta kepada Allah maka akan terasa membahagiakan,” katanya.
Dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron Ayat 31 disebutkan “Katakanlah (Nabi Muhammad): ‘Jika kamu mengaku cinta kepada Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian, dan Allah akan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang”.
“Kenapa Maha Penyayang dikaitkan dengan Maha Pengampun. Dalam Al-Qur’an memang hampir semua sifat Allah yang Maha Penyayang itu selalu digandengkan dengan sifat Maha Pengampun. Ini menunjukkan Allah itu mengampuni segala sesuatu. Kalau dosa kita besar, maka pengampunan Allah jauh lebih besar. Juga begitu, kalau pengampunan Allah itu besar, maka Kasih Sayang Allah itu jauh lebih besar,” katanya.
Seandainya, pengampunan dan kasih sayang Allah itu tidak besar, maka manusia tidak akan bisa masuk surga. “Itu pernyataan Nabi dan Bai sempat ditanya, apakah termasuk Nabi? Nabi menjawab kita masuk surga bukan karena amal kita, tapi karena rahmat Allah, karena kasih sayang Allah,” katanya.
Lalu, bagaimana cara manusia mencintai Allah? Gambarannya seperti seorang ibu mencintai anaknya, maka begitulah cinta Allah kepada makhluk, bahkan cinta Allah lebih besar dari itu. Ada tiga cara manusia mencintai Allah.
Pertama, cara mencintai Allah adalah memperbanyak perilaku mengikuti sunnah Rasulullah, karena tanpa Rasulullah itu manusia pasti tidak akan mengenal Allah, Rasulullah itulah wakil Allah di bumi sebagai teladan. Itulah yang disebutkan Al-Qur’an Surat Ali Imron Ayat 31.
“Nabi mengatakan ikuti aku, kalau kamu mencintai Allah. Artinya, Nabi itu merupakan potret dari cinta kepada Allah. Kalau Nabi memerintahkan untuk melakukan ini-itu, Nabi mencontohkan ini-itu, dan Nabi menyampaikan larangan ini-itu, maka kita ikuti ucapan dan gerak-gerik Nabi. Itu sama halnya dengan kita mencintai Allah, karena Nabi adalah wakil Allah,” katanya.
Menurut dia, cinta kepada Allah dan Rasulullah itu satu paket, karena Al-Qur’an itu umumnya hanya berisi perintah, tapi bagaimana cara melalukannya justru ada dalam Hadits Nabi. “Sholat yang disampaikan Al-Qur’an itu hanya perintah, yakni dirikan sholat untuk mengingat Aku (Allah), tapi tata cara atau gerakan sholat itu contohnya dari Rasulullah. Kalau kita mengikuti contoh dari Rasulullah berarti kita mencintai Allah,” katanya.
Kedua, cara mencintai Allah adalah melaksanakan amal/ibadah yang banyak tapi berdoa yang tidak panjang (tidak detail/rinci). “Doa itu bersandar atau berharap atau butuh kepada Allah, tapi caranya jangan detail/rinci/panjang, karena cara itu meremehkan Allah,” katanya.
Cara berdoa adalah berdoa dengan akhlak/etika, karena Allah akan memberi 10 kali lipat. “Kalau kita berdoa minta 10 maka Allah akan memberi kita sebanyak 100. Jadi, berdoa itu cukup minta barokah, maka Allah sudah mengerti. Etikanya mengucap syukur, baca sholawat, minta ampun dan kebaikan, lalu memuji dengan mengucap Alhamdulilah,” katanya.
Ketiga, cara mencintai Allah adalah selalu rindu. “Bukti orang cinta adalah rindu atau kangen, maka kalau cinta kepada Allah ya harus selalu kangen untuk bertemu. Al-Qur’an menyebutkan syarat bertemu Allah adalah masuk surga dan syarat masuk surga adalah beramal saleh dan mati dulu,” katanya.
Amal saleh yang dimaksud adalah sholat, baca Al-Qur’an, dan menjalankan semua perintah Allah. “Sholat itu berarti bertemu Allah dan sholat yang bertemu Allah itu adalah sholat yang khusyuk. Kalau mendengar azan tidak menjawab dan merespons dengan sholat berarti tidak cinta atau kualitas cintanya rendah. Rasulullah saja meminta Bilal untuk azan, karena Nabi cinta dan rindu kepada Allah. Kalau mendengar azan, hatinya dagdigdug seperti mau bertemu kekasih. Kalau cinta kepada Allah itu iman, Islam, dan hidupnya terjaga,” katanya.
Selain sholat, amal saleh untuk bisa bertemu Allah adalah membaca Al-Qur’an, karena membaca Al-Qur’an itu ibarat berdialog atau ngobrol/bicara dengan Allah. “Amal saleh yang juga penting untuk bertemu Allah adalah akhlakul karimah, karena siapa yang mencintai Allah itu juga mencintai sesama, sabar dalam ketaatan, selalu ingat Allah kalau ada masalah atau tidak. Orang cinta itu ingat terus,” katanya.
Ia menambahkan jika cinta kepada Allah itu terbukti, maka pasti diampuni Allah. “Kalau cinta kepada Allah ya pasti diampuni. Kalau diampuni ya pasti dicintai, karena kalau nggak cinta ya nggak mungkin diampuni. Kalau dicintai Allah itu hidupya pasti aman, iman dan islamnya pasti terjaga. Jadi, amal salehnya yang panjang dan terus-menerus,” katanya. (*/Yasmin)



