Bondowoso, radar96.com – Pergeseran kebutuhan masyarakat mulai terlihat dalam agenda reses Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, di Daerah Pemilihan (Dapil) I.
Jika sebelumnya usulan pembangunan fisik mendominasi, kini warga lebih banyak menginginkan program yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga melalui usaha produktif.
Hal tersebut disampaikan masyarakat saat reses di Aula Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso, Rabu (5/8/2026) malam.
Menurut Sinung, masyarakat di kawasan perkotaan kini lebih memprioritaskan bantuan yang dapat langsung dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dibandingkan usulan pembangunan fisik semata.
“Kalau wilayah kota mayoritas aspirasinya pemberdayaan, meminta peralatan unit usaha,” ujarnya.
Aspirasi yang disampaikan meliputi pengembangan budidaya perikanan darat seperti lele dan gurami, bantuan sarana usaha, hingga pengadaan kendaraan roda tiga untuk mendukung aktivitas pelaku usaha kecil.
Seluruh usulan tersebut telah dicatat dalam formulir reses dan akan menjadi bahan perjuangan pada pembahasan program pembangunan daerah.
“Tadi sudah dituangkan dalam form usulan. Selama daerah tidak ada kejadian khusus, tidak ada kebijakan yang menyesuaikan kondisi yang ada, insya-Allah bisa direalisasikan,” katanya.
Selain sektor perikanan, Sinung juga melihat peluang besar pada usaha peternakan ayam petelur dan bebek petelur.
Menurutnya, tingginya permintaan pasar membuat usaha tersebut masih memiliki prospek yang menjanjikan.
“Selain perikanan darat, karena Bondowoso tidak punya perairan laut, ada juga budidaya ayam petelur dan bebek petelur,” tuturnya.
Ia mengatakan, para pelaku usaha yang telah menjalankan budidaya tersebut mengaku belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar. Kondisi itu menunjukkan peluang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha serupa.
“Teman-teman yang sudah melakukan itu kuotanya kurang terus untuk memenuhi kebutuhan pasar. Atas dasar kebutuhan itu, pangsa pasar akan mudah didapat sehingga usaha ini pasti berjalan,” jelasnya.
Meski demikian, Sinung mengingatkan bahwa realisasi seluruh usulan tetap bergantung pada kondisi keuangan daerah. Apabila kebijakan efisiensi anggaran kembali diterapkan, sebagian program kemungkinan harus dijadwalkan ulang.
“Kalau itu terjadi, kita kumpulkan lagi. Kita beri penjelasan bahwa karena efisiensi anggaran ada usulan yang belum bisa direalisasikan,” katanya.
Ia berharap pembangunan di Bondowoso tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
“Seharusnya berimbang. Fisik, jalan, pemberdayaan juga berjalan,” tegasnya.
Menurut Sinung, pembangunan ekonomi masyarakat harus berjalan berdampingan dengan peningkatan kualitas pelayanan dasar, terutama kesehatan dan pendidikan, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara menyeluruh. (*/Rif)



