By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Usai Resepsi Hari Santri 2026, Gus Ipul Buka Suara Soal Laporan Riswah Cabang ke KPK
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Usai Resepsi Hari Santri 2026, Gus Ipul Buka Suara Soal Laporan Riswah Cabang ke KPK
Nahdliyyin

Usai Resepsi Hari Santri 2026, Gus Ipul Buka Suara Soal Laporan Riswah Cabang ke KPK

23/10/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan global sekaligus menjaga ketertiban dan marwah organisasi di tingkat internal. Hal tersebut ditegaskan usai pelaksanaan rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung khidmat pada Kamis (22/10/2026).

​Wakil Ketua Umum PBNU sekaligus Ketua Panitia Resepsi Hari Santri Nasional PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan bahwa peringatan tahun ini dirangkai dengan kegiatan Mujahadah Kemanusiaan Untuk Palestina. Agenda utama tersebut diisi dengan doa bersama, istighosah, dan penggalangan solidaritas antarumat.

​Gus Ipul menjelaskan bahwa pemilihan tema kemanusiaan untuk Palestina bukan tanpa alasan, melainkan hasil tindak lanjut dari keputusan Musyawarah Nasional (Munas) NU. Hubungan antara Nahdlatul Ulama dan bangsa Palestina telah terjalin sangat erat secara historis maupun emosional sejak masa awal perjuangan kemerdekaan.

​”Tema tahun ini memang bagian dari hasil Munas, menindaklanjuti keputusan-keputusan Munas. Macam-macam kegiatannya, salah satunya resepsi Hari Santri tahun ini yang sekaligus ada Istighosah dan Doa Kemanusiaan untuk Palestina,” ujar Gus Ipul saat ditemui usai kegiatan.

​Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dukungan yang diberikan NU tidak hanya terbatas pada saluran diplomasi atau pengiriman bantuan fisik belakangan ini. Melalui momentum Hari Santri, warga NU diajak untuk memanjatkan doa secara berkelanjutan bagi keselamatan warga Palestina yang masih menghadapi ujian berat.

​”Di samping diplomasi dan bantuan kemanusiaan yang dikirim ke sana, malam ini kita mengirim doa sekaligus mengingatkan seluruh warga NU bahwa kita punya saudara yang perlu perhatian, kepedulian, dan bantuan kita,” ungkapnya.

​Di tengah kemeriahan dan kekhidmatan peringatan Hari Santri, PBNU juga memberikan pernyataan tegas terkait dinamika internal organisasi. Gus Ipul menyoroti tindakan pengurus dari dua cabang NU yang secara sepihak melakukan pengaduan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait isu riswah atau dugaan aliran uang korupsi.

​PBNU menyayangkan langkah pengurus cabang tersebut lantaran melompati mekanisme internal jam’iyah dan tidak pernah melaporkan persoalan itu ke PBNU terlebih dahulu. PBNU memberikan tenggat waktu secara eksplisit selama 7×24 jam bagi para pengurus cabang terkait untuk datang dan melakukan klarifikasi.

​”Kami memberikan waktu 7×24 jam kepada dua cabang yang melaporkan terkait isu riswah yang menggunakan uang dari hasil korupsi. Mereka sudah melaporkan ke KPK, tapi belum pernah lapor ke PBNU. Maka itu kita meminta dua pengurus ini segera melapor, melakukan tabayyun dan klarifikasi,” tegas Gus Ipul.

​Apabila dalam batas waktu seminggu tidak ada iktikad baik atau klarifikasi yang disertai bukti-bukti yang sah, PBNU siap mengambil jalur hukum.

Tindakan melaporkan tuduhan tanpa dasar yang kuat dianggap berpotensi merusak nama baik lembaga serta melanggar tata tertib dan akhlak berorganisasi.
​”Jika tidak ada penjelasan lebih lanjut, apalagi laporan ke KPK tidak disertai bukti yang cukup, maka kita akan menyeret dua pengurus tersebut yang bertanggung jawab ke pengadilan. Sebab apa yang mereka lakukan membawa konsekuensi hukum dan bisa menciderai marwah organisasi,” tambahnya.

​Ia juga mengindikasikan adanya sanksi administratif berat yang siap dijatuhkan sesuai anggaran dasar organisasi. Sanksi tersebut dapat berupa pembekuan kepengurusan cabang hingga pemberhentian tidak dengan hormat bagi oknum pengurus yang terbukti melanggar aturan.
​”Bisa dibekukan sesuai ketentuan organisasi, pengurusnya yang bertanggung jawab bisa diberi sanksi. Termasuk pencabutan dan pemberhentian tidak hormat dari jam’iyah. Segala kemungkinan masih sangat mungkin terjadi,” ucap Gus Ipul.

​Mengakhiri keterangannya, Gus Ipul mengajak seluruh santri dan warga Nahdliyin di seluruh Indonesia untuk tetap fokus mengambil hikmah serta semangat dari peringatan Hari Santri Nasional. Nilai-nilai keteladanan para kiai pendahulu dalam mempertahankan kedaulatan bangsa dan ilmu pengetahuan harus terus dirawat oleh generasi muda.
​”Semangatnya adalah meneladani para ulama dan kiai yang telah mengorbankan jiwa raga untuk memerdekakan bangsa. Kita ingin mengajak anak-anak muda di lingkungan NU untuk memahami situasi dengan baik dan bisa bersikap seperti para ulama yang mencintai ilmu, mencintai ulama, sekaligus mencintai negeri ini,” pungkasnya.

Iklan.

You Might Also Like

Kado Istimewa Hari Santri, S2 Pendidikan Dasar Unusa Raih Akreditasi Unggul

PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang-Surabaya

MWCNU Sukodono Bersama Pemerintah Kecamatan Gelar Munajat Raya Sambut Hari Santri

Berkah Peringatan HSN 2026 NU Ranting Banjarwati, Omzet Pedagang UMKM Meningkat

Hari Santri 2026, PWNU Jatim dan PCNU Surabaya Ziarah ke Makam Pencipta Lambang NU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article BRI Bondowoso Dukung Digitalisasi Pesantren, Sambut Hari Santri 2026

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

BRI Bondowoso Dukung Digitalisasi Pesantren, Sambut Hari Santri 2026
Sospol
Kado Istimewa Hari Santri, S2 Pendidikan Dasar Unusa Raih Akreditasi Unggul
Nahdliyyin
PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang-Surabaya
Nahdliyyin
MWCNU Sukodono Bersama Pemerintah Kecamatan Gelar Munajat Raya Sambut Hari Santri
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Meriahkan Hari Santri dengan “Liga HSN 2026” pada 27-31 Oktober

19/10/2026
Nahdliyyin

Ketua LWPNU Jatim Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum dan Perlindungan Aset Wakaf NU

18/10/2026
Nahdliyyin

PBNU Kecam Serangan terhadap Warga Sipil di Timur Tengah

18/10/2026
Nahdliyyin

KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian

17/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?