By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: NU Jatim galang dana revitalisasi gedung eks Markas Ulama di Waru
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > NU Jatim galang dana revitalisasi gedung eks Markas Ulama di Waru
Nahdliyyin

NU Jatim galang dana revitalisasi gedung eks Markas Ulama di Waru

22/10/2023 Nahdliyyin
Ketua Dewan Pengarah Tim Renovasi dan Revitalisasi MBO HM Sholeh Hayat dalam sambutan pada 'Pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah' Hari Santri 2023 di eks gedung MBO, Waru, Sidoarjo, Sabtu (21/10) malam. (*/mbo)
SHARE

Sidoarjo, Radar96.com – Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur HM Sholeh Hayat mencanangkan penggalangan dana untuk renovasi dan revitalisasi eks gedung Markas Besar Oelama (MBO) Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, guna melestarikan bangunan bersejarah serta menguatkan semangat nasionalisme generasi muda.

“Menjelang pertempuran 10 November 1945, para ulama semula menggalang kekuatan di Markas Oelama Djawa Timur di Blauran, Surabaya, lalu bergeser ke Markas Besar Oelama di Waru, Sidoarjo hingga akhirnya bergeser lagi ke Mojokerto,” katanya dalam sambutan pada ‘Pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah’ Hari Santri 2023 di eks gedung MBO, Waru, Sidoarjo, Sabtu (21/10) malam.

Dalam sejarahnya, Sholeh Hayat yang juga Ketua Dewan Pengarah Tim Renovasi dan Revitalisasi MBO itu menjelaskan para kiai menyiapkan markas di Waru setelah merumuskan Resolusi Jihad di Kantor NU Cabang Surabaya pada 22 Oktober 1945 yang kini dikenal sebagai Hari Santri melalui Keputusan Presiden pada 15 Oktober 2015.

Ketua Dewan Pengarah Tim Renovasi dan Revitalisasi MBO HM Sholeh Hayat dalam sambutan pada ‘Pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah’ Hari Santri 2023 di eks gedung MBO, Waru, Sidoarjo, Sabtu (21/10) malam. (*/mbo)

“Di markas yang kecil dan sengaja tidak diumumkan untuk menghindari intelijen Belanda itu, santri-santri dari Banyuwangi, Jember, Bondowoso berkumpul di Waru dengan naik kereta, setelah penggemblengan langsung berangkat ke Kota Surabaya, namun mereka datang ke markas ini bertahap,” kata mantan aktivis IPNU Jatim dan anggota DPRD Jatim itu.

Selain itu, ada juga Kiai Hasan dari Genggong-Probolinggo, Kiai Munasir Ali dan Kiai Achiyat Chalimy dari Mojokerto, Kiai Abbas dari Banten, Kiai Machrus Ali dari Lirboyo-Kediri, Kiai Hasyim Latief dari Sepanjang-Sidoarjo, juga memberikan penggemblengan di MBO. Kepala Kantor MBO adalah Kiai Bisri Syansuri dan pimpinan kantornya Kiai Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullah.

“Markas di Waru ini ditinggalkan, karena Tentara Sekutu mengamuk, lalu para kiai mundur ke Mojokerto. MBO ditemukan sesuai informasi Kiai Hasyim Latief dan Kiai Munasir Ali, juga ada foto MBO di Kodam V/Brawijaya. Jadi, MBO merupakan markas perjuangan untuk mengatur strategi dan melakukan penggemblengan guna membela kemerdekaan yang sudah diproklamasikan Soekarno-Hatta, apalagi Sekutu mengamuk karena Jenderal Mallaby tewas oleh anak-anak Hizbullah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Renovasi/Revitalisasi MBO A Afif Amrullah M.Ei menjelaskan gedung MBO yang menjadi saksi dan bukti bahwa ulama itu berjihad melawan penjajah menjelang Pertempuran 10 November 1945 itu penting untuk diperkenalkan kepada masyarakat, karena itu PWNU Jatim membentuk tim MBO pada 2019 dan 2023.

“Tim Revitalisasi MBO pada 2019 dipimpin Abah Sholeh Hayat dan berhasil menyelamatkan sertifikat tanah MBO yang semula milik pribadi itu menjadi milik Perkumpulan NU atas jasa Kiai Asep Syaifuddin saat menjadi Ketua PCNU Surabaya, kemudian kami melanjutkan pada tahun ini (2023),” katanya.

Pihaknya mengajak masyarakat melestarikan gedung bersejarah yang kini kondusinya kurang bagus, karena usia itu. “Ayo kita saling membantu agar gedung ini dapat menjadi pelajaran sejarah yang penting untuk generasi muda dan menjadi poin penting untuk membangun bangsa kedepan, terutama menjaga nasionalisme,” katanya.

Menurut Ketua PW Lazisnu Jatim itu, Surabaya pada tahun 1945 menjadi medan pertempuran penting, apalagi sejak tewasnya Jenderal Mallaby dan adanya Resolusi Jihad yang menghukumi fardlu ain untuk berperang melawan dalam jarak tertentu dari Surabaya, sehingga para ulama mencari tempat untuk menyusun strategi dan melakukan penggemblengan spiritual.

“Awalnya, markas ulama memang di Blauran, tapi Markas Oelama Djawa Timur di Blauran itu kurang aman, sehingga para ulama menggeser tempat di Waru sini untuk tempat strategis dalam merencanakan berbagai persiapan. Sejarahnya, KH Bisri Syansuri yang melakukan kegiatan teknis di Markas Besar Oelama (MBO) sini dengan arahan KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullan,” katanya.

Saat ini, katanya, bagian dalam MBO sudah banyak yang mengelupas dan bahkan ada bagian yang sudah ambruk dan sebagian lagi juga rawan ambruk. “Tentu ini mengkhawatirkan, karena nantinya generasi muda tidak bisa mengenali lagi, karena itu PBNU membentuk tim revitalisasi pada 2019 dan tahun ini (2023),” katanya.

Tim revitalisasi yang dipimpinnya sejak Oktober 2023 merencanakan penggalangan dana untuk menguatkan struktur dan mempertahankan keaslian gedung semacam cagar budaya NU itu agar dapat dikenalkan kepada generasi muda hingga mereka semakin mencintai negeri ini.

“Tim baru ini melibatkan Lazisnu, lembaga wakaf, dan banom-banom NU untuk memaksimalkan potensi yang ada. Paling tidak, kami membutuhkan dana sekitar 500 juta sampai 1 miliar, lalu kami akan memulai renovasi pada 2024, karena kami berkejaran dengan potensi keruntuhan gedung ini. Nantinya, bentuk gedungnya tidak diubah, tapi halaman dan atap akan diperbaiki,” katanya.

Selain renovasi, tim juga berpikir futuristik agar berharap gedung cagar budaya yang historis itu dapat menjadi salah satu titik penting untuk santri untuk menyelami nuansa perjuangan. “Ya, semacam wisata edukasi bagi masyarakat dan generasi penerus, sehingga spirit nasionalisme tetap bergelora,” katanya. (*/mbo)

Iklan.

You Might Also Like

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ratusan Ribu Masyarakat Meriahkan Jalan Santai Hari Santri 2023, Dilepas Menag, Ketua Umum PBNU, dan Gubernur Khofifah
Next Article Gubernur Khofifah: Santri Ambil Peran Cegah Perpecahan Akibat Suksesi 2024

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PDI Perjuangan Bondowoso Bangun Tradisi Malam Jumat Manis untuk Spiritualitas dan Dialog Kebangsaan
Sospol
Sejumlah Fraksi di DPRD Desak Pemkab Bondowoso Jelaskan Pelaksanaan APBD
Sospol
Risma pada Pidato Dies Natalis ke-13 Unusa: Kampus Harus Jadi Penggerak Solusi Pembangunan Berkelanjutan
Sospol
Polisi Gagalkan 50,90 Gram Sabu Masuk Bondowoso
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

21/06/2026
Nahdliyyin

PBNU Segera Tetapkan Tuan Rumah Muktamar ke-35 dalam Munas-Konbes

21/06/2026
Nahdliyyin

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

19/06/2026
Nahdliyyin

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

18/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?