Jakarta, Radar96.com – Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan kemanusiaan tahap pertama dari Muslimat NU untuk masyarakat Gaza Palestina berupa uang senilai Rp766,5 juta melalui Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU.
Saat menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Ketua LAZISNU PBNU, Habib Ali Hasan Al Bahar di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Senin (6/11) sore, Khofifah menjelaskan bantuan tahap pertama dari Muslimat NU dihimpun Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU dari seluruh Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU di seluruh Indonesia.
“Ini merupakan tahap pertama. Insya Allah , akan ada tahap kedua dan seterusnya dengan angka yang terus dimaksimalkan kembali. Karena beberapa PW Muslimat NU masih banyak yang mengonfirmasi pengumpulan bantuan ini, jadi Insya Allah akan ada tahap kedua,” kata Khofifah yang juga Gubernur Jatim itu.
“Bismillah, kami dari jajaran PP Muslimat NU membawa mandat dari PW dan PC Muslimat NU menyampaikan bantuan dari mereka untuk kita mandatkan kepada Lazisnu. Untuk kemudian disampaikan kepada saudara kita di Palestina yang sekarang sedang dalam suasana yang betul-betul memprihatinkan tidak mudah diprediksi,” lanjutnya.

Secara khusus, terkait bantuan yang diserahkan untuk Palestina, Khofifah mengatakan, ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan dari Muslimat NU untuk masyarakat Gaza, Palestina.
Menurutnya, saat ini kondisi masyarakat yang ada di Gaza Palestina tidak bisa diprediksi keadaan dan keamanannya akibat agresi Israel yang terus gencar menyerang tanpa pandang area. Untuk itu, ia berharap bantuan tersebut dapat sampai ke masyarakat Gaza di Palestina.
Mengingat akses menuju Gaza masih sulit. “Kita bisa bayangkan Desember ini musim dingin, kalau tidak ada heater dan overcoat maka akan sangat luar biasa dinginnya. Karena saya rasa selimut saja tidak cukup. Tapi kalau ada heater namun tidak ada listriknya maka sama saja,” katanya.
“Untuk itu, Muslimat NU akan terus membangun dan menguatkan solidaritas sebagai bangsa Indonesia, untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina yang menjadi korban konflik dengan Israel,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengimbau seluruh jajaran Muslimat NU di semua lini membaca doa Qunut Nazilah untuk keselamatan warga Palestina.
“Ini merupakan bentuk dukungan bagi warga Palestina yang sedang menghadapi tantangan berat agar mereka bisa terhindar dari bencana kemanusiaan. Kali ini sudah sangat emergency untuk membacakan Qunut nazilah. Mudah-mudahan Allah menurunkan seluruh kemudahan-kemudahan, anugerah kekuatan dan pertolongan yang luar biasa,” katanya,” katanya.
Menurut dia, saudara Muslim di Palestina hari ini telah mengalami ujian yang sangat berat serta perlakuan yang sangat biadab dan itu membutuhkan tangan-tangan kuat untuk bisa menghentikan.
“Nahdlatul Ulama (NU) sejak tahun 1938 telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Palestina, pascapendudukan Israel. Hal ini, tertuang dalam Majalah ‘Berita Nahdlatoel Oelama’ (BNO) edisi no. 22, tahun ke-7 (20 Redjeb 1357 H / 15 September 1938 M) yang memuat fatwa Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari,” katanya.
Di dalamnya disebutkan bahwa KH Hasyim Asy’ari menyerukan dibacakannya do’a ‘Qunut Nazilah’ sebagai bentuk solidaritas sesama umat Muslim atas peristiwa yang terjadi di Palestina, bahkan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari telah membacakan do’a Qunut Nazilah tersebut sejak beberapa minggu sebelumnya.
“Hal ini menunjukkan bahwa ajakan dan imbauan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina telah dilakukan sejak lama oleh warga dan ulama NU,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU, Habib Ali Hasan Al Bahar mengatakan bahwa sebagai Bangsa Indonesia mendapat tanggung jawab dari konstitusi untuk tidak boleh ada penjajahan di atas muka bumi. Sehingga yang dilakukan Muslimat NU menjadi bukti bahwa Bangsa Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina.
“Terima kasih Muslimat NU telah mendukung program NU Peduli Palestina melalui NU Care-LAZISNU. NU Care-LAZISNU tidak pernah berhenti membersamai dan menyalurkan bantuan untuk warga Palestina sejak tahun 2014. Kepedulian NU Care-LAZISNU kepada Palestina dilakukan rutin setiap tahunnya,” urainya.
Habib Ali mengatakan, Lazisnu akan terus memastikan bahwa bantuan-bantuan tersebut akan sampai kepada masyarakat yang sedang dalam keadaan sulit dan menjadi korban kemanusiaan di Palestina.
“Insya Allah kami akan sampaikan dan kami akan salurkan. Insya Allah semua itu transparan dan informasi akan terus di-update. Mulai apa yang kita terima kemudian kita sampaikan,” tandasnya. (*/hmn)



