By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Retaker dan Pemerataan Distribusi Dokter Jadi Agenda Utama AIPKI 2024
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Retaker dan Pemerataan Distribusi Dokter Jadi Agenda Utama AIPKI 2024
Milenial

Retaker dan Pemerataan Distribusi Dokter Jadi Agenda Utama AIPKI 2024

18/02/2024 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com – Transformasi kesehatan tidak hanya melibatkan aspek pelayanan medis, tetapi juga menuntut adanya inovasi dan peningkatan dalam pendidikan dokter. Peningkatan kualitas tidak dapat dilakukan secara instan.

Saat ini Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) telah mendiskusikan sekaligus menyelenggarakan berbagai program penguatan institusi. Salah satu yang menjadi tantangan selama ini yaitu retaker atau mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) yang susah lulus dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD).

Pada pertemuan Fordek AIPKI kali ini menetapkan Uji Panel sebagai solusi baru untuk mempermudah para retaker membuktikan penguasaan kompetensi minimal.

Ketua AIPKI, Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG (K) menyampaikan bahwa perlu penegasan pada batas tertentu untuk retaker mahasiswa sebagai tanggung jawab institusi terhadap mahasiswanya. Uji Panel diharapkan dapat menemukan kemampuan clinical reasoning minimal yang diperlukan bagi seorang dokter.

“Selama ini masih banyak mahasiswa kedokteran yang belum mampu memenuhi kompetensi di tahap akhir, bahkan ada yang sampai 33 kali belum lulus retaker. Melihat permasalahan tersebut kami menetapkan adanya Uji Panel untuk mempermudah mendapat standar kompetensi minimal, hal tersebut juga berpengaruh terhadap kualitas dokter di Indonesia,” ujarnya pada Sabtu (17/02/24).

Lebih lanjut, Budi mengatakan selain menjalankan Uji Panel, AIPKI akan melakukan audiensi dengan kementerian kesehatan supaya ada batasan bagi mahasiswa profesi kedokteran. Hal tersebut agar tidak membebani institusi dan mempermudah mahasiswa retaker untuk lulus. Saat ini, retaker dibatasi hingga 10 kali, namun ke depan akan diperpendek menjadi 5 kali.

Uji Panel yang nantinya akan dilakukan merupakan uji studi kasus penyakit untuk menilai bukan hanya pemahaman akademik, namun kemampuan praktik penyelesaian. Hal ini juga untuk menilai passion mahasiswa sebagai seorang dokter nantinya. Melihat hal tersebut, diperlukan juga adanya seleksi ketat awal pendaftaran kedokteran di beberapa institusi, tidak hanya pemahaman akademisi tetapi juga kesiapan mental untuk menjadi seorang dokter.

Fordek AIPKI juga membahas mengenai pemerataan distribusi dokter di Indonesia yang belum maksimal. Meningkatnya jumlah lulusan kedokteran tiap tahun, diperlukan upaya pemerataan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, utamanya di daerah terpencil. Namun juga perlu disertai dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Distribusi pemerataan juga menjadi concern kami saat ini. Hal ini sering menjadi kendala dan terindikasi di daerah-daerah terpencil. Kami juga perlu dukungan pemerintah dalam mengatur pendistribusian ini,” ujar Budi saat diwawancara.

Ditambahkannya, berkaitan dengan pendirian FK baru, sebaiknya dilakukan di luar pulau Jawa, Sumatera, dan Bali, dengan demikian keberadaan FK akan lebih merata dan memenuhi rekomendasi. Jika pendistribusian hanya berkutat di kota-kota besar, maka berapapun jumlah dokter tidak akan menyelesaikan permasalahan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Dekan FK Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) sekaligus Bendahara AIPKI, Dr Handayani, dr, M Kes, mengungkapkan, selain pendistribusian yang merata, diperlukan pula dokter yang berkualitas dan berkompeten untuk bisa melayani masyarakat.

“Sebagai institusi pendidikan kedokteran, kami mensyaratkan kualitas tidak hanya sekadar kuantitas. 2024 ini telah ada 15 Fakultas Kedokteran baru, namun peningkatan FK baru setiap tahunnya juga tetap harus menjaga mutu pendidikan. Hal ini berpengaruh pada bagaimana masyarakat dilayani seorang dokter dengan kualitas yang terbaik,” tukasnya.

Diharapkan, hasil dari Fordek AIPKI 2024 dapat menjadi landasan bagi implementasi perubahan positif dalam pendidikan kedokteran di Indonesia. Kerja sama antar institusi, penerapan inovasi dalam proses pembelajaran, dan peningkatan kualitas pengajaran dapat menjadi titik fokus yang muncul dari diskusi. Semua itu bertujuan untuk membentuk lulusan-lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan medis yang mendalam, tetapi juga keterampilan interpersonal dan kepemimpinan yang kuat, sesuai dengan tuntutan zaman yang terus berkembang.

Iklan.

You Might Also Like

Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital

SMP Khadijah Surabaya Cetak Kader Pemimpin NU Abad Kedua lewat IPNU-IPPNU

Polisi cilik MI At-Taqwa Bondowoso Tampil Memukau di Hari Bhayangkara ke-80

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Bertemu di Bandara Halim, Khofifah ucapkan Selamat kepada Prabowo
Next Article Integrasikan Sistem Layanan BPJS, RSNU Tuban Terima Penghargaan Inovasi Teknologi kesehatan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

MENGHARGAI DIRI SENDIRI
Kolom
Gelar BRAVE! VIBES 2026, Unusa Ajak Pemuda Dunia Rancang Solusi Kemiskinan, Pendidikan, dan Ekonomi
Sospol
100 PD Korps Muballighah DMI se-Jatim Lakukan Gerakan Transformasi Jadi Masjid Ramah Anak
Sospol
Menag Apresiasi “Istighotsah dan Tabligh Akbar” Jelang IGIC 2026 di Masjid Al-Akbar
Sospol

You Might also Like

Milenial

Kepada GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz Syam: Ikhlas Karena Cinta Itu Dimulai dari Menjaga Hati

21/06/2026
Milenial

334 Lulusan MI At-Taqwa Bondowoso Raih Prestasi TKA di Atas Nasional dan Jatim

21/06/2026
Milenial

Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya

18/06/2026
Milenial

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang

17/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?