Tulungagung, radar96.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Minggu (17/11), mengadakan kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS RA).
“Wain ta’uddu ni’matallahi la tuhsuha (dan apabila kita menghitung nikmat yang diberikan Allah, niscaya tidak akan bisa),” demikian penggalan ayat al qur’an yang disampaikan KH. Moh. Siswandi ketika mengawali penjelasan tentang nikmat Allah dalam MDS RA itu.

Guyuran hujan deras yang turun sejak siang hari tidak menyurutkan semangat anggota Ansor Kecamatan Boyolangu untuk tetap hadir dan mengikuti kegiatan rutin MDS RA yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali.
Bertempat di Balaidesa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu, meskipun dihadiri hanya puluhan anggota Ansor se kecamatan Boyolangu, beberapa perwakilan anggota banom, baik Muslimat dan Fatayat serta beberapa pengurus NU tingkat ranting, kegiatan MDS RA tetap terlaksana lancar dan khidmat.
Sesaat setelah melantunkan bait-bait mahalul qiyam dan dilanjut sekelumit sambutan oleh Ketua PAC Ansor Kecamatan Boyolangu, Ketua LKK NU Cabang Tulungagung periode 2019-2024 KH. Moh. Siswandi, menyampaikan mauidhoh hasanah mengenai nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada hamba-Nya (manusia).
Dijelaskan oleh KH. Siswandi beberapa tingkatan yang dapat dilakukan seorang hamba sebagai manusia untuk mensyukuri atas nikmat yang telah diberikan, diantaranya dengan memperbanyak amalan ibadah baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah lainnya.
“Diterangkan di dalam Al-Qur’an, wa ma kholaqtul jinna wal insa illa liya’budun. Dan tidaklah Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Ku,” terang KH. Siswandi.
KH. Siswandi menambahkan pentingnya pemuda sebagai anggota Ansor yang kelak akan meneruskan perjuangan para ulama’ salafus sholihin untuk senantiasa terus istikomah berjuang di jalan aqidah ahlu sunnah wal jamaah an nahdliyah.
“Barang siapa mau berjuang dan menghidupkan NU, maka akan aku jadikan santriku (murid). Dan barang siapa menjadi santriku, maka aku doakan husnul khotimah keluarga dan anak cucunya,” tambah KH. Siswandi mengutip apa yang disampaikan pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari. (*/mlq-tla)



