Jakarta, radar96.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Pelantikan dan Mukernas Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di Jakarta pada 30-31 Juli, sedang Menag Prof Nazaruddin Umar dijadwalkan menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Alumni (MA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Bondowoso, Jawa Timur pada 2-3 Agustus.
“Kami berharap Bapak Presiden bisa hadir dalam momen gagasan besar ISNU untuk bangsa dan negara itu. Informasi sementara, InSya-Allah, beliau berkenan hadir,” ujar Ketua Umum ISNU Prof Kamaruddin Amin yang juga Sekjen Kemenag itu dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Selain Presiden, beberapa menteri dan tokoh dari Nahdlatul Ulama pun siap menghadiri dan mengisi beberapa kegiatan dalam pelantikan yang juga dihadiri anggota ISNU dan pengurus ISNU dari beberapa wilayah dan kabupaten/kota di tanah air.
Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) PP ISNU Wardi Taufiq memastikan ISNU berkomitmen untuk menjadi atau mengambil porsi bagian untuk berkontribusi membangun bangsa dan negara dalam mewujudkan Indonesia Emas.
“Antusiasme pengurus di daerah sangat besar. Mereka juga sudah mengonfirmasikan kepada kami bakal datang. Mereka ingin menjadi bagian saksi sejarah lahirnya wajah baru ISNU di era Prof Kamarudin Amin,” katanya, didampingi Ketua Panitia Pelantikan/Mukernas ISNU Dr Fadli Yasir.
Pada kesempatan yang hampir berdekatan waktunya dengan ISNU di Jakarta, Majelis Alumni (MA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) di Bondowoso, Jatim pada 2-3 Agustus.
“Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang membuka Munas MA IPNU, sedangkan menteri yang hadir pada pembukaan Munas MA IPNU adalah Menag Prof Nazaruddin Umar, Mensos Saifullah Yusuf, dan Wamen Perindustrian Faizal Reza,” kata Sekretaris MA IPNU Jatim DR M Isa Anshori dalam keterangan tertulisnya.
Ketua Panitia Daerah itu menambahkan Musyawarah Nasional MA IPNU merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi para alumni dalam memperluas kontribusi mereka bagi kemajuan bangsa dan pengembangan nilai-nilai ke-NU-an.
“Musyawarah Nasional dengan tagline ‘Menguatkan Ukhuwah, Membangun Peradaban’ itu akan menjadi titik tolak bagi pembaruan program dan kebijakan organisasi yang semakin relevan serta berdampak positif bagi pemberdayaan generasi muda dan pembangunan bangsa,” katanya.
Rangkaian pra-acara Munas adalah Simposium Nasional MA IPNU se-Indonesia Timur di Mataram (28/6), Tahlil Global dari Makkatul Mukarromah (17/7) untuk wujud penghormatan kepada Muassis IPNU, Smash of Brother/Lomba Bulu Tangkis di Lapangan Kemenpora (23/7), dan Jalan Sehat Alumni.
Selain itu juga ada Dialog Pendidikan Nasional bertema “Inklusi Pendidikan untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045” di Medan (20/7), yang dihadiri Prof Abdul Mu’ti (Mendikdasmen), DR M Hasan Chabibie MSi (Staf Ahli Kemenristek Dikti), Nusron Wahid (Menteri ATR/BPN), dan Ketua Komisi X DPR RI DR Hetifah Sjaifuddin MPP.
Pejabat lain yang menghadiri rangkaian acara Munas MA IPNU adalah Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid yang juga tuan rumah dan Ketua MA IPNU Jatim, kemudian juga hadir Ketua Baznas RI Prof Dr KH Noor Achmad, dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof Dr Suyitno MAg. (*)



