Surabaya, radar96.com – Sabtu hari ini (9/8), bertempat di Kantor LP Maarif NU Cabang Surabaya, Jalan Makam Paneleh 74, berlangsung Raker para Kepala Sekolah MI dan SD Maarif se-Surabaya, sekaligus lokakarya tentang kurikulum.
Dalam Raker tersebut dibahas tentang kegiatan SD/ MI selama tahun ajaran 2025/ 2026. Beberapa program yang menjadi pembahasan adalah upaya peningkatan kualitas guru Maarif dalam bidang IT dan pembelajaran dengan sistem deep learning.

Dalam sambutan, Ketua LP Maarif PCNU, Drs H Cholil, MPdI, berharap, dengan Raker tersebut ada kesepahaman tentang ikut Maarif adalah dalam rangka membentengi anak didik dengan ajaran-ajaran Aswaja yg selama ini menjadi pokok pembelajaran agama di sekolah-sekolah Maarif. Bahkan pembelajaran agama diajarkan secara rinci.
“Kami berterima kasih kepada sekolah dan madrasah yang telah bertahan mengikuti Maarif Surabaya,” tuturnya.
Sementara itu lokakarya pembinaan kurikulum dihadiri oleh Moh Amin Hasan dari LP Maarif PWNU Jawa Timur. Dalam penjelasan Amin, kurikulum berbasis deep learning, pembelajaran dengan sistem ini memberikan kesan mendalam.

Ia juga menjelaskan, dalam kurikulum terbaru P5 telah diganti. Dari 6 demensi menjadi 8 demensi, yaitu keimanan pada Tuhan yang Maha Esa, kewarganegaraan, pemahaman kritis, kreativitas, kalaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
8 Demensi itu dikenal dengan istilah Demensi Kelulusan. Adapun pelaksanaan pembelajaran deep learning tersebut semua diserahkan kepada satuan pendidikan masing-masing.
Setelah lokakarya ditutup dengan pembagian laptop operasional kepada masing-masing sekolah SD dan MI Maarif se-Surabaya yang berjumlah sekitar 100 lembaga. Pembagian laptop itu merupakan imbal swadaya, 70 persen dari PC LP Maarif, dan 30 persennya sekolah, dari harga sekitar 6 jutaan.
Ketua Maarif berharap agar laptop tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kerja sekolah dalam bidang administrasi sekolah dan kinerja bisa lebih cepat.
Kiriman: Drs H Ah Zaini Ilyas, MPdI, Kabid SD/ MI LP Maarif PCNU Kota Surabaya



