Surabaya, rafar96.com/MAS – Sebanyak 14 orang dari Timnas Voli U-21 Putri dari Meksiko, termasuk pemain, pelatih, dan seorang pendamping/pemandu, Kamis, mengunjungi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS).
“Kebetulan, pemain voli putri dari Meksiko itu ada turnamen voli di Gedung DBL Surabaya, lalu mereka berkunjung ke sini,” kata Kepala Urusan Wisata Religi BPP MAS, Anas Choiri.
Dalam kunjungan itu, para pemain Timnas Voli U-21 Putri dari Meksiko itu mengaku kunjungan ke Masjid Al-Akbar adalah kunjungan pertama ke masjid sebagai rumah ibadah umat Islam.
“Alhamdulillah, mereka terkesan akan keindahan Masjid Al-Akbar. Mereka tertarik dengan arsitektur Masjid Al-Akbar,” kata Anas Choiri saat mendampingi pemain voli putri itu melihat ruang utama MAS.
Selain arsitektur, para pemain dari Meksiko itu juga menanyakan pemisahan lokasi sholat antara jamaah putra dan jamaah putri, karena saat kunjungan itu bertepatan dengan waktu Sholat Dzuhur. Ada juga yang bertanya soal poligami dalam Islam
“Saya beri jawaban singkat, agar mereka tidak bertanya soal agama, yakni pemisahan lokasi sholat antara laki-laki dan perempuan itu merupakan ajaran agama dari Tuhan, karena laki-laki dan perempuan memang berbeda secara fisik. Soal poligami juga saya kembalikan kepada aturan Tuhan, jangan dilogikakan,” kata Anas Choiri.
Dalam kesempatan itu, mereka juga melihat ada jamaah perempuan yang sholat di lokasi laki-laki. “Mereka kritis. Saya katakan, soal itu bukan disengaja, tapi karena mereka datang dari luar kota dan tidak tahu lokasi, lalu terburu-buru sholat untuk bisa berjamaah,” katanya.
Setelah Sholat Dzuhur usai, para pemain voli dari Meksiko itu diajak ke kawasan Air Mancur di sisi timur MAS dan sempat berdialog dengan siswa-siswi MI/MTs MAS yang ada di kawasan Air Mancur setelah Sholat Dzuhur.
“Para atlet dari Meksiko itu tertarik dengan keramahan santri-santri madrasah MAS yang bisa berbahasa Inggris, karena madrasah di Al-Akbar memang mempunyai program ICP (International Class Program). ICP dan Tahfidz Al-Qur’an memang dua program unggulan madrasah MAS,” katanya.
Sebelumnya (10/8), belasan mahasiswa dari Taiwan yang sedang berlibur di Surabaya juga berwisata ke Masjid Al-Akbar. Mereka juga tertarik dengan arsitektur dan ukiran yang ada di ruang utama.
“Arsitektur Masjid Al-Akbar itu memiliki filosofi. Saya katakan, ketinggian mihrab di ruang utama ada 17 meter, lalu hiasan pada atap masjid berjumlah 8 sudut kotak, juga pintu gerbang masjid ada 45 pintu. Itu berarti filosofi Kemerdekaan RI pada 17-8-1945,” katanya.
Untuk arsitektur di atap luar masjid berupa kubah juga ada lima kubah, yang makna filosofinya adalah lima rukun Islam (syahadat, sholat, puasa, zakat, haji) dan lima sila dalam Pancasila. (*/mas)



