By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: BNPT: Cegah Radikaslisme Sejak Dini dari Segala Sisi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > BNPT: Cegah Radikaslisme Sejak Dini dari Segala Sisi
Sospol

BNPT: Cegah Radikaslisme Sejak Dini dari Segala Sisi

20/08/2025 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggelar acara Rembuk Merah Putih di kampus UIN Sunan Ampel Surabaya, Rabu (20/8).

Acara bertema “Mewujudkan Pemuda Cerdas, Toleran, dan Tangguh Menangkal Radikalisme dan Terorisme” ini menghadirkan ratusan peserta dari mahasiswa, akademisi, dai, tokoh masyarakat, hingga perwakilan media.

Kolonel (Sus) Dr Harianto, SPd, MPd, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, dalam paparannya mengingatkan bahwa generasi muda menjadi sasaran empuk kelompok radikal, terutama melalui media sosial dan literasi bacaan.

“Media sosial bukan hanya tempat berbagi informasi, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk penyebaran ideologi berbahaya. Begitu juga dengan buku-buku bacaan yang dikemas menarik, namun berisi ideologi radikal,” ujarnya.

Harianto menambahkan, ada sejumlah tanda awal seseorang mulai terpapar radikalisme. “Mereka biasanya tiba-tiba menjadi anti-sosial, memutus komunikasi dengan keluarga, lebih suka melakukan komunikasi tertutup, hingga memaksakan pandangan keagamaan atau politik yang ekstrem kepada pihak lain. Perubahan sikap seperti ini harus diwaspadai sejak dini,” tegasnya.

Sementara itu, Prof Dr Abd Muhid, MSi, Wakil Rektor III UIN Sunan Ampel Surabaya, menekankan pentingnya sinergi agama dan kearifan lokal dalam menangkal paham radikal.

“Masyarakat kita memiliki kekayaan tradisi dan budaya yang selaras dengan nilai agama. Sinergi antara keduanya bisa menjadi benteng kuat menghadapi ideologi yang ingin memecah belah bangsa,” katanya.

Ia menyebut ada empat strategi utama dalam pencegahan terorisme. Pertama, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku teror dan penyebar ideologi radikal. Kedua, mengatasi akar masalah sosial seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan kesenjangan. Ketiga, pemberantasan radikalisme melalui pendidikan dan literasi kebangsaan. Keempat, membangun ketahanan masyarakat dengan memperkuat budaya toleransi dan kebersamaan.

“Ketahanan masyarakat hanya bisa terwujud dengan kolaborasi, pendidikan, dan peran aktif semua pihak,” tandasnya.

Di sisi lain, mantan anggota Dewan Pers, Stanley Adi Prasetyo, mengajak media massa untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks dan narasi radikal. Jangan malah tanpa sadar ikut memprovokasi masyarakat dengan menyebarkan pesan-pesan yg diinginkan para teroris seperti di masa lalu.

“Indonesia dibangun di atas perbedaan. Media harus menjadi pilar yang memperkuat narasi toleransi dan perdamaian, bukan malah memecah-belah,” ucapnya.

Stanley menegaskan bahwa radikalisme dan terorisme tidak ada kaitannya dengan agama mana pun.

“Semua agama mengajarkan perdamaian. Media harus meneguhkan narasi ini agar publik tidak mudah terprovokasi,” tambahnya.

Sinergi antara pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga Indonesia tetap damai, inklusif, dan harmonis.

Iklan.

You Might Also Like

Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan

Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS

Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren

Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur

Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Tokoh Hizbullah Lamongan KH Ahmad Muhtadi dijadikan nama jalan
Next Article LSP Pusat Pendidikan Ma’arif JTM Perkuat Jejaring Kerja dengan Tiga SMK di Jawa Timur, Salah satunya SMK Muhammadiyah 3 Singosari Malang

Advertisement



Berita Terbaru

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol

You Might also Like

Sospol

Pemkot dan Kemenag Surabaya bentuk Pondok Pesantren Tangguh Bencana

27/04/2026
Sospol

Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman

25/04/2026
Sospol

Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa

22/04/2026
Sospol

Gubernur Khofifah dan Wakil Dubes Mesir bahas “sister province” di Masjid Al-Akbar

20/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?