By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Unusa-UNICEF-Pemkab Lumajang Luncurkan Pedoman Baru Perangi Stunting
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Unusa-UNICEF-Pemkab Lumajang Luncurkan Pedoman Baru Perangi Stunting
Sospol

Unusa-UNICEF-Pemkab Lumajang Luncurkan Pedoman Baru Perangi Stunting

03/12/2025 Sospol
SHARE

Lumajang, radar96.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) bersama UNICEF resmi meluncurkan dan mendiseminasikan Pedoman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP), sebuah dokumen panduan yang dirancang untuk memperkuat strategi komunikasi lintas sektor dalam menekan angka stunting.

Kegiatan ini terselenggara melalui kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang, khususnya Dinas Kesehatan, guna melakukan upaya percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Lumajang.

Hadir dalam acara tersebut Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Lumajang, Ketua TP-PKK Kabupaten Lumajang, perwakilan dari UNUSA, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BPS Lumajang, perwakilan Kemenag, perwakilan kepala puskesmas, serta sejumlah instansi pendukung lain termasuk media lokal.

Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa isu stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi luas dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar menyampaikan peringatan tegas mengenai bahaya jangka panjang stunting, karena menyangkut kualitas generasi muda di masa mendatang, termasuk produktivitas.

“Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Ini bukan hanya soal kekurangan gizi, tetapi persoalan masa depan sumber daya manusia kita,” ujarnya.

Indah menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan pendekatan yang jauh lebih komprehensif daripada sekadar penanganan medis.

Ia menilai perubahan perilaku masyarakat, mulai dari cara berpikir hingga pola hidup sehari-hari, menjadi faktor krusial yang tidak boleh dikesampingkan.

“Penanganannya tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja. Pemerintah dan masyarakat harus bergerak bersama. Pedoman ini diharapkan dapat menjadi pegangan bagi tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga media lokal dalam menyampaikan pesan yang lebih efektif,” imbuhnya.

Pedoman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku yang diluncurkan ini berisi panduan komprehensif mengenai cara menyampaikan pesan kesehatan secara tepat sasaran.

Di dalamnya mencakup segmentasi target sasaran, perumusan pesan inti, pendekatan komunikasi yang relevan dengan konteks budaya lokal, serta mekanisme koordinasi lintas sektor.

Dengan adanya pedoman tersebut, berbagai elemen pelaksana di lapangan diharapkan memiliki standar yang seragam dalam mengedukasi masyarakat.

Sa’bania, dosen UNUSA sebagai Person in Charge (PIC) dalam kegiatan tersebut, memaparkan bahwa penyusunan pedoman ini bukan proses instan.

Selama satu tahun terakhir, UNUSA bersama UNICEF bekerja intensif dengan berbagai OPD di Kabupaten Lumajang untuk merumuskan strategi komunikasi yang berbasis data, evidence, dan kondisi sosial masyarakat.

“Dokumen ini merupakan bentuk kontribusi UNUSA dan UNICEF dalam memetakan strategi komunikasi lintas sektor, baik sektor kesehatan maupun non-kesehatan seperti perangkat desa. Harapannya, pedoman ini tidak hanya menjadi panduan bagi Lumajang, tetapi juga dapat direplikasi oleh daerah lain,” jelasnya.

Program percepatan penurunan stunting di Lumajang selama ini telah menunjukkan berbagai kemajuan, namun tantangan di lapangan tetap ada.

Faktor-faktor seperti perilaku pengasuhan, akses pangan bergizi, hingga kebiasaan sanitasi menjadi isu yang perlu ditangani melalui pesan komunikasi yang konsisten dan mudah dipahami masyarakat. Kehadiran pedoman baru ini diharapkan mampu memperkuat strategi tersebut.

Melalui kolaborasi tiga pihak (UNUSA, UNICEF, dan Pemerintah Kabupaten Lumajang), upaya menurunkan stunting tidak hanya semakin terarah, tetapi juga lebih terintegrasi.

Dengan pendekatan komunikasi yang lebih terstruktur, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan anak-anak Lumajang dan memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan. (*/Unusa)

Iklan.

You Might Also Like

Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan

Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS

Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren

Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur

Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Diikuti Ribuan Peserta, LAZISNU Jatim Adakan Operasi Katarak dan Kacamata Gratis di Jombang
Next Article PWNU Jatim apresiasi soliditas PCNU se-Malang Raya di tengah dinamika internal NU

Advertisement



Berita Terbaru

Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom

You Might also Like

Sospol

Pemkot dan Kemenag Surabaya bentuk Pondok Pesantren Tangguh Bencana

27/04/2026
Sospol

Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman

25/04/2026
Sospol

Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa

22/04/2026
Sospol

Gubernur Khofifah dan Wakil Dubes Mesir bahas “sister province” di Masjid Al-Akbar

20/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?