By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Puluhan anggota BKIP Malaysia Kunjungi Masjid Al-Akbar Surabaya
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Puluhan anggota BKIP Malaysia Kunjungi Masjid Al-Akbar Surabaya
Sospol

Puluhan anggota BKIP Malaysia Kunjungi Masjid Al-Akbar Surabaya

04/12/2025 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Puluhan anggota Badan Kebajikan Islam Prasarana (BKIP) Malaysia yang berjumlah sekitar 60-70 orang, mengunjungi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Kamis, untuk studi banding.

Delegasi dari badan amal (zakat/wakaf) asal Malaysia dengan pimpinan delegasi H Azri itu diterima Sekretaris MAS H Helmy M Noor, Bendahara MAS H Soedarto, Kasie Ibadah dan Dakwah MAS H Abd Choliq Idris, dan jajaran.

“Kami terharu, karena kami disambut dengan baik, semoga ukhuwah Islamiyah antara Malaysia-Indonesia semakin baik. Tadi, kami ke Masjid Ampel, lalu ke Masjid Al-Akbar,” kata Azri yang sempat menyerahkan donasi Rp3 juta untuk MAS.

Dalam sambutan penerimaan, Sekretaris MAS H Helmy M Noor menjelaskan kunjungan delegasi BKIP Malaysia ke Masjid Ampel dan Masjid Al-Akbar itu merupakan kunjungan yang lengkap, karena dari masjid bersejarah ke masjid modern.

“Masjid Ampel dan masjid kami (MAS) itu saling melengkapi, karena Masjid Ampel itu sangat bersejarah, sedang masjid kami lebih modern. Yang berkunjung tidak hanya dari Malaysia, karena ada juga dari Jepang, Thailand, dan Taiwan,” katanya.

Khusus Malaysia, Masjid Al-Akbar juga memiliki hubungan historis, karena mantan pimpinan Malaysia Mahathir saat berkunjung ke Masjid Al-Akbar ingin bekerja sama mendirikan sekolah yang baru terealisasi pada 2016 (TK).

Terkait modernitas di Masjid Al-Akbar, Helmy menjelaskan ada kebun/tanaman, ada menara, ada “green toilet” yang mengolah limbah air wudhu untuk menyuburkan tanaman dengan IPAL (Instalasi Penjernihan Air Limbah).

“Kami juga mempunyai Al-Akbar Sport Center, sarana olahraga standar FIFA ini bertujuan agar anak-anak muda suka ke masjid untuk main bola, tapi kalau azan bisa sholat, minimal tahu agama, bahkan non-Muslim yang olahraga juga berhenti kalau azan sehingga terjalin hubungan antaragama,” katanya.

Selain sarana, pihaknya juga mengadakan kajian khusus ibu-ibu pada setiap bulan sebanyak dua kali, kajian khusus bapak-bapak pada setiap subuh, kecuali hari Minggu, lalu khusus remaja ada Majelis Subuh GenZI pada setiap bulan sebanyak satu kali.

Dalam sesi tanya jawab, anggota BKIP Malaysia menanyakan dana operasional dan berapa biaya operasional serta buka-tutup pintu masjid selama 24 jam atau tidak.

“Masjid Al-Akbar memiliki 45 pintu, semuanya dibuka, kecuali diatas jam 21 hanya dua pintu yang dibuka yakni pintu 2 dan 3 yang di dekat sekuriti, karena pertimbangan keamanan, tapi khusus Ramadhan buka 24 jam selama malam likuran (tanggal ganjil : 21, 23, 25, 27, 29). Kalau malam likuran, jamaah membeludak sampai di luar,” katanya.

Khusus dana operasional, Helmy mengaku tidak ada dukungan dari pemerintah, kecuali dana renovasi. “Kalau operasional, kami dapatkan dari penyewaan gedung untuk akad nikah dan resepsi pernikahan, serta parkir, menara, mini soccer, dan layanan lainnya,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan

Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS

Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren

Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur

Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PWNU Jatim apresiasi soliditas PCNU se-Malang Raya di tengah dinamika internal NU
Next Article IPNU-IPPNU Lumajang Terus Dampingi Pelajar Korban Erupsi Semeru

Advertisement



Berita Terbaru

Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom

You Might also Like

Sospol

Pemkot dan Kemenag Surabaya bentuk Pondok Pesantren Tangguh Bencana

27/04/2026
Sospol

Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman

25/04/2026
Sospol

Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa

22/04/2026
Sospol

Gubernur Khofifah dan Wakil Dubes Mesir bahas “sister province” di Masjid Al-Akbar

20/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?