By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kajian Senja Al-Yasmin, Prof Ali Aziz: “Al ‘Ashr” Ajarkan 4 Spirit Terbaik Isi Waktu
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kultural > Kajian Senja Al-Yasmin, Prof Ali Aziz: “Al ‘Ashr” Ajarkan 4 Spirit Terbaik Isi Waktu
Kultural

Kajian Senja Al-Yasmin, Prof Ali Aziz: “Al ‘Ashr” Ajarkan 4 Spirit Terbaik Isi Waktu

08/01/2026 Kultural
SHARE

Surabaya, radar96.com – Saat mengisi Kajian Rabu Senja Al-Yasmin episode 1 (7/1), Pembina Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Prof Dr KH Moh Ali Aziz MAg menekankan pentingnya Al-Qur’an Surat Al-‘Ashr (Wal Ashri) terkait ajaran empat spirit terbaik mengisi waktu untuk kehidupan yang lebih berkualitas di dunia hingga akhirat.

“Wal Ashri itu surat favorit, sama dengan surat pendek lainnya dalam Al-Qur’an, namun Wal-Ashri itu menarik, karena surat yang dimulai dengan Sumpah Allah. Wal Ashri, demi waktu, kenapa Allah bersumpah “demi waktu”?!,” katanya dalam kajian bertema ‘Menyongsong Esok Hari dengan Spirit wal Ashri’ di Ballroom Al-Yasmin itu.

Di hadapan puluhan Bunda Muslimah Perkotaan itu, Guru Besar UINSA itu menjelaskan Sumpah Allah tentang Waktu itu berarti Allah mengingatkan bahwa waktu hidup di dunia itu sangat pendek dan pentingnya menyiapkan waktu di akhirat yang lebih panjang.

“Allah bersumpah dengan waktu itu karena budaya di Arab itu kalau waktu Asar atau senja itu masyarakat banyak ngobrol dan berkumpul dengan banyak orang. Ada yang sukses, sehingga menilai hari ini sebagai waktu yang baik sekali, sedang orang yang gagal menilai hari ini sebagai waktu yang sial. Nah, Allah pun bersumpah, demi waktu, bahwa waktu sial dan waktu baik itu nggak ada,” katanya.

Dalam QS “Al-Ashr” itu, Allah dalam sumpahnya pada Surat “Al-Ashri” itu menyatakan sesungguhnya semua manusia itu akan rugi/kecewa/menderita, kecuali orang yang menggunakan waktunya dengan benar.

“Bunda termasuk menggunakan waktu dengan benar, dengan mengaji atau bekerja, maka itu ibadah. InSya-Allah bunda nggak akan kecewa di kemudian hari, karena menggunakan waktu dengan baik dan nilainya ibadah, sedang di sana ada orang menggunakan waktu untuk maksiat,” katanya.

Selain mengaji dan bekerja sebagai upaya menggunakan waktu dengan benar dan bernilai ibadah, maka memasak untuk anak bisa sekolah dan suami bisa semangat bekerja juga menggunakan waktu dengan benar.

Bahkan, bakar jagung pada tahun baru juga bernilai ibadah, karena kegiatan bakar jagung bisa membuat anak-anak tidak ikut adu balapan liar atau pesta seks tahun baru, sehingga bakar jagung itu menjauhkan anak-anak dari dosa, jadi bakar jagung yang kelihatannya biasa itu menggunakan waktu dengan benar karena menjauhkan orang dari dosa dan bermakna ibadah.

“Orang sukses itu punya jatah waktu 24 jam, dan orang gagal juga sama jatah waktunya 24 jam, orang kaya juga diberi jatah waktu 24 jam, jadi orang masuk surga dan neraka itu punya jatah waktu yang sama dalam kehidupan yakni 24 jam,” katanya.

Empat Spirit Waktu

Saat mengupas QS Al ‘Ashr lebih mendalam, Prof Ali Aziz menegaskan bahwa surat pendek Al ‘Ash itu memastikan bahwa manusia itu menyesal/rugi/kecewa, kecuali orang yang mengisi waktu dengan empat spirit yakni beriman, berbuat baik/saleh, mengajak orang dalam kebenaran (menasehati), dan mengajak orang dalam kesabaran (dinasehati).

“Kalimat ‘kecuali orang yang beriman’ itu menunjukkan bahwa hari esok adalah akhirat. Dunia itu penting, karena menentukan nasib kita di akhirat kelak, tapi akhirat itu lebih penting. Kalau dunia dan akhirat itu sama-sama penting berarti dunia dan akhirat itu sejajar, padahal waktu di dunia itu lebih pendek,” katanya.

Prof Ali Aziz mengumpamakan iman sebagai cahaya, yang merupakan spirit penggunaan waktu terbaik. “Orang optimis itu menyalakan cahaya di tengah kegelapan, sedang orang pesimis itu mematikan kerlip cahaya, jadi iman itu merupakan cahaya yang melahirkan orang optimis atau pesimis,” katanya.

Apakah iman itu cukup? “Nggak cukup. Al ‘Ashr melengkapi ‘amanu’ (iman) dengan spirit ‘wa amilus sholihati’ yang berarti melakukan kebaikan/saleh. Jadi, Islam itu bukan agama kebatinan yang hanya beriman tapi juga berbuat/gerak melakukan ‘amilus sholihati’ (perbuatan baik). Jadi, Islam itu iman atau barokah tapi juga harokah/berbuat,” katanya.

Setelah iman dan berbuat baik, spirit ketiga dalam Surat Al ‘Ashr adalah mengajak orang dalam kebenaran/kebaikan, jadi jangan hanya iman dan baik untuk diri sendiri, tapi harus menjadi orang lain juga baik seperti dirinya.

Spirit keempat, selain mengajak orang dalam kebenaran/ kebaikan (menasehati), maka juga harus mengajak orang dalam kesabaran (dinasehati). “Jadi, jangan hanya menasehati, mengkritik, dan memberi masukan, tapi juga mau dinasehati, dikritik, dan diberi masukan, karena itu harus sabar, jangan mudah marah,” katanya.

Prof Ali Aziz menambahkan spirit yang diajarkan Surat Al ‘Ashr itu dinilai Imam Syafii sebagai surat yang sangat sempurna. “Menjadi baik dalam Al ‘Ashr itu bukan simbol, karena menadi orang yang baik itu bukan hanya memberi masukan, tapi juga orang yang bisa menerima masukan. Kalau orang lain itu hanya memuji justru berbahaya bagi kita. Kritik dari orang lain itu perbaikan diri kita yang caranya dikirim Allah melalui orang lain,” katanya.

Bahkan, Raja Fir’aun yang paling jelek perbuatannya itu, Allah tetap memerintahkan Nabi Musa untuk mengingatkan dengan cara yang baik dan tidak menyinggung perasaannya. “Jadi, kritik itu dengan bahasa tidak jelek. Kritik juga bukan ghibah, karena kritik itu langsung di hadapan orang. Kalau ghibah bukan kritik dan dosanya berat karena pahala kita bisa diambil orang sasaran ghibah dan ghibah baru selesai bila orang sasaran ghibah memaafkan,” katanya. (*/al-yasmin)

Iklan.

You Might Also Like

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Ungkap 3 Alasan “Lailatulqadar” Dirahasiakan

KH A Muzakky Al Hafidz: Jika Diuji Allah Berarti Disayangi

Gus Mujab Jelaskan Lima Indikator “Kebahagiaan Sejati”

KHA Muzakky Al-Hafidz: Hidup/Umur Itu Yang Penting Bukan Panjang/Pendek, tapi Berkah dan Manfaat

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: QS Ad-Dhuha Ajarkan Tiga Pilar Optimisme

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Wagub Jatim: Komitmen NU selama Satu Abad tak diragukan
Next Article Jamaah Masjid Al-Akbar Surabaya Bantu Rp27 Juta untuk Penyintas Bencana Semeru-Lumajang

Advertisement



Berita Terbaru

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H
Nahdliyyin
Gubernur Khofifah dan Wakil Dubes Mesir bahas “sister province” di Masjid Al-Akbar
Sospol
Kartini Juga Manusia: Ketika Perempuan Kuat Tetap Boleh Lelah
Kolom
Pererat Silaturahmi, PDUF MUI Jawa Timur Gelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Program
Sospol

You Might also Like

Kultural

KH Muhammad Imam Aziz: Penerus Api Perjuangan HAM Dan Keadilan, Meskipun Sudah Tiada

16/12/2025
Kultural

Kembangkan 190 Varian Anggur, Ponpes Jatinom Blitar Calon Penerima Eco Pesantren Jatim

17/11/2025
Kultural

Pesantren Ribath Futuhatunnur Toro Gelar Maulid Nabi

21/09/2025
Kultural

Penyegaran Metode Yanbu’a, Tekankan Guru agar Memahami Karakter Murid dan Wali Murid

13/09/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?