Surabaya, radar96.com – Seorang pendeta asal Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hartono (77), mengikrarkan masuk Islam di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Jumat (23/1/2026), yang bertepatan 4 Sya’ban 1447 H (awal Sya’ban).
Pendeta kelahiran Jember, Jatim itu menjadi mualaf melalui ikrar dengan bimbingan imam Masjid Al Akbar Surabaya Ustadz KH Muhammad Husni Mubarak MAg, yang juga pengasuh Pesantren Al-Fitrah, Kedinding, Surabaya.


“Asyhadu alla Ilaaha illallah, wa Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah,” ujar Hartono yang saat itu berikrar masuk Islam bersama mualaf lain bernama S. Indra, yang keduanya mengaku sama-sama masuk Islam atas kesadaran sendiri.
Dalam ikrar itu, Ust Husni Mubarok menuntun dan memotivasi. “Dua kalimat syahadat itu bukan hanya lafadz kalimat saja, tapi ada pengetahuan yang harus dipahami dan diyakini bahwa Syahadat itu merupakan dua kesaksian, yakni kesaksian tentang ketuhanan dan kesaksian tentang kenabian. Inilah yang membedakan kesaksian dalam Islam dengan agama lain,” kata Ust. Husni Mubarok.
Ust. Husni Mubarok menjelaskan Kesaksian Ketuhanan adalah pemahaman dan keyakinan bahwa Allah dalam Islam merupakan satu-satunya tuhan. Allah adalah dzat yang ghaib (tidak terlihat), tapi dzat yang maha sempurna, karena Dia-lah yang menciptakan dan mengendalikan seluruh alam semesta. Allah pun tak serupa dengan semua mahluk.
Terkait Kesaksian Kenabian, ia menegaskan bahwa Allah mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan ajarannya yang dimulai Nabi Adam dan nabi-nabi lain yang ditutup oleh Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya, Ust Husni Mubarok pun mendoakan para mualaf agar bisa beragama Islam secara istiqomah. “Sukses dalam Islam itu ukurannya tetap dalam iman Islam hingga wafat,” katanya. (*/mas)

