By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pengamat UINSA: KH Fattah Yasin buktikan Kawatan-Surabaya sebagai Kampung Sejarah
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Pengamat UINSA: KH Fattah Yasin buktikan Kawatan-Surabaya sebagai Kampung Sejarah
Nahdliyyin

Pengamat UINSA: KH Fattah Yasin buktikan Kawatan-Surabaya sebagai Kampung Sejarah

13/02/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Pengamat sejarah, dosen pascasarjana UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, dan pengurus PW LTNU Jatim DR Wasid Mansyur menyatakan lokasi kelahiran tokoh GP Ansor dan Persatuan Tani NU (Pertanu) KH Abdul Fattah Yasin membuktikan Kampung Kawatan, Surabaya sebagai Kampung Sejarah.

“Tidak hanya KH Abdul Fattah Yasin, tapi Kampung Sejarah itu melahirkan tokoh-tokoh NU seperti KH Mas Alwi bin Abdul Azis (pengusul nama NU), KH Abdullah Ubaid, KH Abdul Kahar, dan sebagainya,” katanya dalam bedah buku biografi KH Abdul Fattah Yasin di Warung Kawatan, Surabaya, Kamis (12/2) malam.

Bedah buku berjudul “KH. Abdul Fattah Yasin: Teladan Aktivis dan Pejuang Bangsa” itu menghadirkan tiga pembanding yakni Yahya Muhammad Umar Burhan (pegiat historiografi NU), Ahmad Karomi (Sekretaris Nahdlatut Turost), dan Mukani (pegiat literasi dari PW LTNU Jatim).

Menurut Dr Wasid Mansyur, Kampung Kawatan merupakan Kampung Sejarah, karena menjadi titik awal perjalanan sejumlah tokoh NU, termasuk KH Fattah Yasin, yang kiprahnya tak banyak tercatat dalam buku sejarah, karena keikhlasan tokoh itu.

“Fattah Yasin itu bukan sekadar ulama kampung, karena ia pernah menjabat Menteri Urusan Sosial serta Menteri Penghubung Alim Ulama pada era pemerintahan Ir Soekarno, bahkan beliau juga inisiator berdirinya Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Saya sempat menelusuri arsipnya hingga ke markas ALRI di Malang,” kata Wasid.

Sebagai tokoh pemerintahan dari kalangan NU, Fattah Yasin juga pernah memimpin Pertanu pada periode awal sebelum 1963. Pada periode itu, Pertanu tak hanya mengurusi pertanian, tetapi juga isu pertanahan untuk merespons terhadap pemberlakuan Undang-Undang Agraria.

“Beliau berada di garis depan membela petani dan rakyat kecil, bahkan beliau juga tercatat sebagai anggota Hisbullah. Beliau sebagai tokoh yang tegas dalam bersikap, bahkan beliau pernah membela Yayasan Khadijah Wonokromo ketika lahannya hendak dikuasai pihak PKI pada era 1960-an,” katanya.

Terkait proses penulisan buku setebal 207 halaman itu, Wasid menjelaskan sebagai proses yang tidak mudah, karena dirinya harus berbulan-bulan menelusuri arsip dan keterangan lisan untuk menemukan data penguat. “Saya sering dilempar ke sana kemari untuk mencari data,” katanya.

Dalam diskusi buku itu, pegiat historiografi yang juga pengampu Rumah Arsip NU di Gresik, Yahya Muhammad Umar Burhan, menyebut Fattah Yasin yang kelahiran Kawatan, Surabaya tahun 1915 itu mampu menggerakkan kader-kader NU untuk melawan kolonialisme.

“Itu bukan peran kecil, Kawatan ibarat Kampung Sejarah, apalagi Fattah Yasin juga belajar di Madrasah Nahdlatul Wathan di kampungnya yang langsung dididik para tokoh pendiri dan penggerak NU,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris “Nahdlatut Turost” Ahmad Karomi menilai Fattah Yasin yang konon dikabarkan sempat menjadi murid Syaikhona Kholil (Bangkalan/Madura) dalam usia sangat muda (10 tahun) itu memang berada dalam mata rantai penting gerakan ulama Jawa dan Madura, karena sempat “nyantri” di Pesantren Tebuireng.

Buku tentang KH Abdul Fattah Yasin karya DR Wasid Masnyur itu juga diapresiasi pegiat literasi yang juga pengurus PW LTNU Jatim Mukani sebagai buku yang luar biasa, karena menyoroti tokohg yang tidak disorot kamera sejarah, meski sangat berperan dalam sejarah.

“Langkah penulis (DR Wasid Mansyur) itu mirip jurnalis Amerika, Jimmy Breslin, yang pada 1963 menulis tentang Clifton Pollard, seorang penggali kubur Presiden John F. Kennedy, bukan menyoroti tokoh-tokoh besar di pusaran peristiwa,” ujar Mukani.

Apresiasi juga datang dari Ketua IKSA (Insan Keturunan Sagipoddin) atau Bani Gipo, Wachid Zein. “Terima kasih sudah menulis dengan data-data tentang KH Fattah Yasin. Bani Gipo mempunyai banyak tokoh terkait NU dan Muhammadiyah,” katanya.

Selain Fattah Yasin, Bani Gipo juga memiliki keturunan yang juga tokoh NU dan Muhammadiyah, yakni H Hasan Gipo (Ketua pertama PBNU), Mas Alwi bin Abdul Azis (pengusul nama NU), dan KH Mas Mansur (tokoh Nahdlatul Wathan pada era KH Wahab Chasbullah dan pimpinan pertama PW Muhammadiyah Jatim). (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya

Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bertemu Jelang Muktamar ke-35

PCNU Surabaya turba ke MWCNU Mulyorejo yang rantingnya miliki Mobil Ambulans

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gus Mujab Jelaskan Lima Indikator “Kebahagiaan Sejati”
Next Article NU Care-LAZISNU PWNU Jatim Adakan Literasi Keuangan untuk Perempuan Muda

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Cegah Diabetes dan Hipertensi, Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Gelar Pemeriksaan Kesehatan Lansia
Sospol
Nasim Khan DPR RI Minta Transformasi PTPN Berpihak pada Karyawan dan Industri Hilir
Sospol
Pengamanan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung Berjalan Aman dan Lancar
Uncategorized
Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

27/06/2026
Nahdliyyin

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

25/06/2026
Nahdliyyin

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

24/06/2026
Nahdliyyin

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

21/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?