Oleh: KH Ma’ruf Kozin
Mengetahui sosok Kiai Mutawakkil pertama kali saat di Pondok Genggong, Probolinggo, jadi Tuan Rumah Kenfrensi Wilayah PWNU Jatim tahun 2007. Saya masih jadi utusan Bahtsul Masail PCNU Kota Surabaya. Pada 2008, Kiai Mutawakkil menjadi Ketua PWNU Jatim. Bersamaan di tahun yang sama saya direkrut ke LBM PWNU Jatim. Bukan sebuah kesengajaan.
Tidak ada perkenalan secara pribadi dengan beliau. Hanya sering mendengar sambutan dari beliau saat rapat, kunjungan ke daerah dan sebagainya. Baru di tahun 2013 sejak bergabung dengan Aswaja Center PWNU Jatim, kala itu ada jadwal Turba ke Cabang-cabang. Ndilalah Yai Abdurrahman Nafis selaku Direktur Aswaja Center tidak bisa hadir dan saya diperintah untuk presentasi soal program kerja Aswaja Center.
Sejak itulah Yai Mutawakkil mengenal saya. Di banyak kesempatan beliau sering mengenalkan saya sambil menggojloki saya di depan para kiai. Pernah di satu kesempatan ada Bahtsul Masail di Kampus di Malang. Di tengah sambutan beliau mengabsen beberapa kiai di lembaga PWNU. Entah mengapa kok menyebut saya, “Mana Ma’ruf Khozin?” Saya pun berdiri. Langsung beliau menimpali: “Ini ahli di bidang Aswaja meskipun songkoknya miring dan sarungnya ngelinting. Medsosnya ditakuti aliran non Aswaja!” Beliau memang ahli menyegarkan suasana dengan ‘membully’ (istilah sekarang). Tapi saya merasa senang jadi ‘bahan bulan-bulanan’ sama kiai.
Akhir Desember 2020, ada telpon berdering dari Yai Mutawakkil. Saya angkat dan kali ini beliau serius: “Minta tolong. Saya minta kesediaan untuk menjadi Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim”. Tidak lama berselang, Almarhum Kiai Syafruddin yang sangat dekat dengan Yai Mutawakkil juga menelpon saya: “Ini ada dawuh Yai Mutawakkil, sampean ditunjuk jadi Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim”. Sebagai santri saya tidak mampu menolak. Bismillah manut kiai.
Komunikasi paling intens adalah masa pandemi. Sebab presiden kala itu terlanjur membeli vaksin Astrazeneca, yang dipakai di banyak negara Islam, tapi oleh MUI Pusat dinyatakan mengandung tripsin babi. Beliau menelpon saya agar menyampaikan keputusan darurat yang membolehkan. “Besok sampean ke Kantor MUI Jatim, konferensi pers soal kebolehan Astrazeneca” dawuh beliau. Saya pun ke kantor MUI bermaksud mendampingi Ketua Umum MUI Jatim. Lha kok ternyata Yai Mutawakkil tidak rawuh. Akhirnya saya terpaksa menyampaikan di depan banyak wartawan.
Saya harus siap menjadi jubir para kiai, apapun resikonya. Di medsos dan grup WA bertebaran bahwa MUI Jatim ‘menghalalkan Babi’. Ya Allah, fitnah dan gorengan sudah sejauh itu.
Kiai Penggerak Organisasi
Sebagaimana di PWNU Jatim, Yai Mutawakkil adalah sosok kiai yang organisatoris. Beliau jika memerintahkan lembaga untuk bekerja dan menyiapkan program, sudah tidak perlu mikir biaya. Karena Yai Mutawakkil sudah menyiapkan dana dan anggaran organisasi.
Oleh karena itu, Komisi Fatwa termasuk yang produktif soal pelaksanaan program, mulai pertemuan dengan seluruh Komisi Fatwa di Jatim, Sidang Fatwa, Pembukuan Fatwa, Buku-buku hasil kerjasama dengan lembaga lain, pelatihan Fatwa di beberapa pesantren dan kampus, aktif mengaudit Lembaga Penyelia Halal, Sidak ke Rumah Potong Hewan dan sebagainya.
Beruntung sekali, Sekretaris Komisi Fatwa Ust Solihin Hasan MHI mendokumentasikan semua kegiatannya di atas. Akhirnya di penutup periode ini MUI Jatim menggelar MUI Jatim Award. Dan Alhamdulillah Komisi Fatwa yang terbaik. Penghargaan langsung diberikan oleh Kiai Mutawakkil kepada saya. Saya cuma mewakili teman-teman KF saja.
Beliau berbisik “Mator sekalangkong sudah membantu saya”. Saya menunduk dan membalas: “Abdinah yang menghaturkan terima kasih, Kiai. Ajunan telah mengajarkan kepada kami tentang Khidmah”.
Di periode kedua Kiai Mutawakkil terpilih kembali secara aklamasi. Namun sejak Ramadan kemarin beliau menyatakan untuk mengundurkan diri karena kesehatan. Saat ini beliau ingin fokus pada pemeriksaan medis untuk kesembuhan penyakit yang beliau derita.
Teriring doa semoga Kiai Mutawakkil tetap dikaruniai sehat panjang umur, berkah untuk kita para santrinya. Amin
*KH Ma’ruf Khozin adalah Anggota Tim Materi Aswaja Center PWNU Jatim



