By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

28/04/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur menyatakan siap diajak diskusi menyikapi wacana pemerintah untuk menutup sejumlah program studi (prodi) yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industrialisasi, karena penutupan prodi itu tidak boleh tergesa-gesa.

“Kami siap jika dilibatkan secara aktif dalam forum dialog bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Kami siap memberikan pandangan akademik, sekaligus menawarkan solusi strategis agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujar Plt. Ketua PW ISNU Jawa Timur Prof. Dr. M. Afif Hasbullah, di Surabaya, Selasa.

Afif menekankan bahwa kebijakan penutupan prodi, khususnya kependidikan, tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa tanpa kajian komprehensif dan tidak boleh sekadar Kepentingan Industri, karena itu ISNU Jatim mengusulkan sejumlah langkah konkret dan strategis sebagai alternatif solusi.

Pertama, pemerintah perlu melakukan audit nasional berbasis data terhadap relevansi prodi dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk memetakan secara akurat faktor penyebab pengangguran lulusan. “Harus dibedakan mana persoalan kualitas lulusan, dan mana persoalan keterbatasan lapangan kerja,” jelasnya.

Kedua, ISNU Jatim mendorong revitalisasi kurikulum prodi, khususnya keguruan, melalui integrasi dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital. Model pembelajaran adaptif, penguatan soft skills, serta konektivitas dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) menjadi kunci.

Ketiga, pemerintah perlu menerapkan kebijakan moratorium selektif dan evaluatif terhadap pembukaan prodi baru, disertai standar kelayakan yang lebih ketat. “Jangan sampai terjadi over-supply pada bidang tertentu karena lemahnya kontrol perizinan,” tegasnya.

Keempat, mengusulkan penguatan pada bidang keilmuan dasar, baik STEM maupun ilmu sosial dasar, sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang. Menurutnya, keseimbangan antara teknologi dan nilai sosial menjadi kebutuhan mendesak di era transformasi digital.

Kelima, perlu adanya skema insentif dan afirmasi dari pemerintah bagi prodi-prodi strategis, termasuk dukungan pendanaan, peningkatan kualitas dosen, serta penguatan infrastruktur pendidikan. “Prodi yang dibutuhkan jangan hanya dibiarkan bertahan, tetapi harus didorong untuk unggul,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengusulkan pembentukan forum kolaboratif nasional yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, dan organisasi profesi untuk merumuskan arah kebijakan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Dalam pandangannya, Afif menegaskan bahwa orientasi pendidikan tidak boleh direduksi hanya untuk memenuhi kebutuhan industri jangka pendek. Pendidikan, adalah fondasi peradaban.

“Pendidikan dibangun untuk melahirkan peradaban yang unggul, bukan sekadar mengabdi pada kepentingan industri yang sifatnya bisa jangka pendek. Pendidikan harus melampaui (beyond) industri dan teknologi, karena di dalamnya terkandung nilai kemanusiaan, moral, dan etika yang menjadi ruh pembangunan bangsa,” tegasnya.

Sebagai bagian dari komunitas akademik, Afif yang juga Guru Besar Hukum di Unisda Lamongan menegaskan bahwa sebagai organisasi intelektual, ISNU memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengawal kebijakan pendidikan agar tetap berpihak pada kepentingan bangsa. Untuk itu, ISNU pasti siap jika diajak untuk memberikan pemikirannya.

“Pendidikan bukan sekadar soal penyerapan tenaga kerja, tetapi juga pembentukan karakter, nilai, dan arah masa depan bangsa. Karena itu, kebijakan harus visioner, inklusif, dan berbasis pada kebutuhan jangka panjang Indonesia,” pungkasnya. (*/isnu)

Iklan.

You Might Also Like

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra
Next Article Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur

Advertisement



Berita Terbaru

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra
Sospol
Pemkot dan Kemenag Surabaya bentuk Pondok Pesantren Tangguh Bencana
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan

23/04/2026
Nahdliyyin

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H

21/04/2026
Nahdliyyin

Ketua PWNU Jatim Siap Dipilih dan Tidak Dipilih dalam Muktamar Ke-35 NU

19/04/2026
Nahdliyyin

Sekjen Kemendiktisaintek: PTNU harus Atasi “Mismatch” Pendidikan

18/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?