Kota Batu, radar96.com –
Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Sabtu-Ahad (9-10/5/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penyusunan strategi kaderisasi untuk memperkuat peran kader IPNU untuk menguasai berbagai sektor strategis.

Ketua PW IPNU Jawa Timur, Rafly Rifqi Reza, mengatakan selama satu tahun kepengurusan saat ini, PW IPNU Jatim telah berhasil menyelenggarakan 14 Latihan Kader Utama (Lakut) di berbagai cabang se-Jawa Timur.
“Ini merupakan peningkatan yang sangat pesat. Ke depan masih akan ada banyak cabang yang melaksanakan Lakut,” ujarnya.

Rafly menegaskan bahwa capaian tersebut bukan untuk membandingkan dengan kepengurusan sebelumnya, melainkan sebagai langkah awal dalam menyiapkan kader-kader unggul yang mampu menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing.
“Bukan berarti kepengurusan sebelumnya kurang baik, tetapi ini adalah ikhtiar untuk mencetak kader yang siap menjadi pemimpin di berbagai sektor,” katanya.
Menurutnya, tantangan kaderisasi saat ini tidak hanya terletak pada peningkatan jumlah kader, tetapi juga pada distribusi kader ke berbagai sektor strategis. Selama ini, banyak kader yang terkonsentrasi di bidang pendidikan, birokrasi pemerintahan, dan politik.
“Ke depan, kader IPNU harus bisa hadir secara merata di semua sektor, mulai dari ekonomi, teknologi, industri, kewirausahaan, hingga bidang sosial dan lingkungan,” tambahnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, PW IPNU Jawa Timur mengusung konsep Build Future Ecosystem, yakni strategi membangun ekosistem kaderisasi yang berkelanjutan, kolaboratif, dan progresif.
“Build Future Ecosystem merupakan konsep untuk menciptakan ekosistem kader yang saling terhubung dan mampu mengambil peran di seluruh sektor strategis,” jelasnya.
Dirinya berharap melalui Rakorwil dan Rapimwil ini, dapat memperkuat arah gerakan organisasi sekaligus menyiapkan distribusi kader yang lebih merata agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan Nahdlatul Ulama.
“Kaderisasi akan kita terus lakukan sembari menyiapkan wadah untuk kader IPNU. Nantinya, Makesta di seluruh Ranting dan Komisariat juga tuntas,” tutupnya.
Alumni Bojonegoro
Sementara itu, Majelis Alumni (MA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Bojonegoro juga telah dikukuhkan untuk masa khidmat 2025-2030, Minggu (10/5/2026).
Di bawah nakhoda baru Miftakhul Huda, organisasi ini mencanangkan target ambisius yakni pembangunan Graha Pelajar Bojonegoro sebagai pusat inkubasi talenta dan gagasan anak muda di daerah tersebut.
Miftakhul Huda, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PKB, menegaskan bahwa kepengurusannya akan memosisikan diri sebagai jembatan strategis bagi para kader aktif dan katalisator pembangunan daerah.
“Kami ingin menjadi katalisator bagi pelajar Bojonegoro dan pembangunan di daerah,” ujar Huda.
Ia berkomitmen untuk memperkuat koordinasi hingga tingkat ranting (desa) serta mendorong spesialisasi keilmuan bagi para kader agar lebih kompetitif di dunia profesional.
Visi tersebut disambut hangat oleh Wakil Bidang Organisasi PCNU Bojonegoro, Syaifudin Idris. Ia menekankan bahwa jejaring alumni lintas profesi harus menjadi solusi nyata bagi ketimpangan akses pendidikan di pelosok.
“Alumni harus memfasilitasi anak desa yang kesulitan sekolah, minimal dengan memberikan informasi akses pendidikan,” tegas Syaifudin. (*/ma/ipnu(



