Surabaya, radar96.com – Memasuki usia ke-13, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menorehkan capaian membanggakan di bidang inovasi dan hilirisasi hasil riset. Tercatat hingga Juni 2026, kampus ini telah berhasil mengoleksi delapan paten, sebagai bukti nyata komitmen universitas dalam menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pencapaian terbaru diraih pada Senin (29/6/26) siang melalui surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI. Dalam surat itu paten berjudul “Sistem Insinerator Pembakar Sampah Ramah Lingkungan Tanpa Asap” dengan Nomor Paten S00202503860, menjadi paten kedelapan yang dikantongi Unusa.

Inovasi ini merupakan solusi teknologi untuk pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Sistem insinerator tersebut dirancang untuk meminimalkan emisi asap sehingga lebih aman digunakan, sekaligus mendukung upaya menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Rektor Unusa, Prof Tri Yogi Yuwono menyampaikan, pencapaian delapan paten dalam usia universitas yang relatif muda merupakan indikator berkembangnya budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus. “Usia 13 tahun merupakan fase bertumbuh. Kami bersyukur bahwa pertumbuhan Unusa tidak hanya ditunjukkan oleh peningkatan jumlah mahasiswa, program studi, dan akreditasi, tetapi juga oleh lahirnya inovasi-inovasi yang memperoleh pengakuan dalam bentuk paten. Ini adalah bukti bahwa riset di Unusa diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, paten bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari proses hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan oleh dunia industri, pemerintah, maupun masyarakat luas.
Kepala Subdirektorat Riset, Inovasi, dan Kekayaan Intelektual, Unusa, Dr Fifi Khoirul Fitriyah, SPd, MPd mengatakan, Unusa berkomitmen menjadikan hasil riset dosen tidak berhenti pada publikasi maupun paten, tetapi berlanjut hingga menjadi produk inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saat ini kami telah memiliki delapan paten granted yang sedang dipersiapkan memasuki tahap hilirisasi melalui transfer technology office (TTO) agar siap diadopsi dan dipasarkan,” katanya.
Unusa juga, katanya menambahkan, memberikan dukungan penuh melalui pendanaan pengembangan produk serta insentif bagi para inventor sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mempercepat komersialisasi inovasi. “Kami berharap langkah ini dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Unusa serta menghasilkan produk-produk unggulan yang berdaya saing dan berdampak bagi masyarakat maupun dunia industry,” tambahnya.
Dengan bertambahnya koleksi paten tersebut, Unusa semakin mengukuhkan diri sebagai perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi yang berdampak.
Dalam waktu dekat, Unusa juga akan memperkenalkan seluruh portofolio patennya sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan.



