Surabaya, radar96.com – Ketua Yayasan Demasindo yang juga Sekretaris PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur Drs H Suhadi menegaskan bahwa selama setahun pada tahun 2026 tercatat ada 37 kegiatan DMI Jatim untuk masjid-masjid di Jatim, sehingga seminggu sekali ada kegiatan untuk masjid yang didukung Yayasan Demasindo.
“Hari ini saja ada tiga kegiatan, jadi cukup padat, sehingga nggak bisa mengundang seluruh masjid untuk mengikuti acara, karena ada keterbatasan anggaran, namun harapan kami ada perubahan pengurus masjid untuk mementingkan program keumatan daripada pengurus,” katanya dalam acara di Masjid Raya Islamic Center Surabaya, Sabtu.

Tiga acara sehari (25/7) adalah Pelatihan “Basic Life Support”
(Bantuan Hidup Dasar) oleh Departemen Kesehatan dan Halal Lifestyle DMI Jatim, Seminar Optimalisasi Arsitektur, Akustik, Sarana dan Prasarana Masjid oleh Departemen Pengembangan Arsitektur, Akustik, Sarana dan Prasarana Masjid, dan Podcast Masjid Inspiratif oleh Departemen Kominfo DMI.
“Ada tiga program unggulan DMI Jatim, yakni UKIM (Uang Kehormatan Imam Masjid), Masjid Award, dan Halal LifeStyle. Untuk Masjid Award itu merupakan apresiasi untuk mengorbitkan masjid yang baik, sehingga kalau studi banding itu nggak kemana-mana, karena Jatim sudah memiliki masjid paripurna tingkat nasional,” katanya.

Masjid di Jatim yang mencapai paripurna tingkat nasional antara lain Masjid Sabilillah, Malang (Masjid Besar terbaik nasional), Masjid At-Taqwa Bondowoso (Masjid Agung), dan Masjid Polda Jatim (masjid perkantoran terbaik nasional).
Selain itu, Masjid Ulul Albab UINSA (masjid kampus terbaik kategori perpustakaan), Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik (masjid terbaik 1 Jatim kategori pemberdayaan ekonomi), dan Masjid Moedhar Arifin Gresik (masjid terbaik 1 Jatim kategori manajemen).
“Jadi, ngapain study banding ke tetangga sebelah, mending ke keluarga sendiri yakni masjid di Jatim yang terbaik, baik tingkat nasional maupun tingkat Jatim. Saat ini, di Jatim ada 52.712 masjid yang tahun ini bertambah 3.000-an masjid, tapi proses pendataan masih belum selesai,” katanya.
Untuk masjid yang belum bisa meraih status terbaik dalam Masjid Award, pihaknya menyediakan layanan asesmen mandiri dengan tutorial, instrumen, diskripsi, dan standar nilai dari terendah hingga tertinggi untuk menakar kemampuan dan kualitas pelayanan, sehingga bisa melakukan perubahan internal.
Sementara itu, Ketua Departemen Kesehatan dan Halal LifeStyle PW DMI Jatim, Dr dr Abdurrohim, mengatakan Pelatihan “Basic Life Support”
(Bantuan Hidup Dasar) bertujuan untuk menolong jamaah masjid yang secara dadakan mengalami serangan sakit atau kegawatdaruratan saat berada di masjid.
“Acara yang didukung Yayasan Demasindo, UPZ Baznas, RSUD dr Soetomo Surabaya, Dinkes Jatim, dan Dinkes Surabaya itu diikuti 90-an peserta dari PD DMI Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik,” kata Ketua Departemen Kesehatan dan Halal LifeStyle PW DMI Jatim, Dr dr Abdurrohim.
Lain halnya “Podcast Masjid Inspiratif” yang diadakan Departemen Kominfo PW DMI Jatim bertujuan menggali potensi masjid untuk menginspirasi masjid lain. “Potensi itu meliputi idaroh atau tata kelola manajemen, imaroh atau bidang peribadatan atau memakmurkan masjid, dan riayah atau bidang perawatan sarana dan prasarana masjid,” kata Wakil Ketua PW DMI Jatim bidang Kominfo, H Helmy M Noor. (*/dmi)



