Bondowoso, radar96.com – Hari kedua Pameran dan Festival Literasi Bondowoso menghadirkan suasana berbeda. Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti bedah buku “Breaking the Ceiling” karya dr. Celline Wijaya, MMSc., yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Selasa (28/7/2026).
Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu diikuti pelajar SD, SMP, SMA/SMK, mahasiswa, guru pendamping, hingga komunitas literasi. Bahkan sebelum kegiatan dimulai, peserta telah memenuhi meja registrasi untuk mendapatkan 100 eksemplar buku yang dibagikan secara cuma-cuma oleh panitia.
Bedah buku dipandu Mohammad Hairul, M.Pd., Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis sekaligus Kepala SMP Negeri 1 Curahdami. Mengawali acara, Hairul mengajak peserta melihat literasi sebagai jalan untuk meninggalkan jejak pemikiran yang akan dikenang lintas generasi.
Semangat peserta semakin terasa saat dr. Celline Wijaya mulai menceritakan perjalanan hidupnya. Penulis yang berasal dari Jember itu mengisahkan bagaimana ia mampu menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Airlangga sejak usia 15 tahun melalui program akselerasi, sebelum melanjutkan studi magister di Harvard University.
“Saya menulis buku ini bukan untuk menceritakan keberhasilan, tetapi untuk menunjukkan bahwa setiap orang pasti memiliki tantangan. Yang membedakan hanyalah apakah kita memilih berhenti atau terus melangkah,” ujar Celline.
Menurutnya, keberhasilan bukanlah hasil dari kecerdasan semata, melainkan lahir dari kebiasaan belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi dalam menghadapi berbagai kegagalan.
“Tidak semua kesempatan datang dua kali. Karena itu, ketika peluang hadir, jangan ragu mengambilnya. Keberanian sering kali menjadi awal dari perubahan besar dalam hidup,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si., yang menjadi penanggap pertama menilai buku Breaking the Ceiling mampu memberikan perspektif baru kepada pelajar tentang arti sebuah perjuangan.
“Buku ini mengingatkan kita bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dengan pendidikan dan kerja keras, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, penanggap kedua Dr. Septiana Agustin, M.Pd., mengajak peserta agar tidak mudah kehilangan kepercayaan diri hanya karena penilaian orang lain.
“Jangan biarkan standar orang lain membatasi impian kita. Percayalah pada proses yang sedang dijalani, karena setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk berhasil,” tuturnya.
Suasana diskusi berlangsung hangat. Peserta tidak hanya bertanya mengenai isi buku, tetapi juga menggali pengalaman pribadi penulis, mulai dari cara membangun disiplin belajar hingga menjaga semangat ketika menghadapi kegagalan. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik, sementara dr. Celline melayani permintaan tanda tangan dan foto bersama hingga acara berakhir.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Dra. Nunung Setianingsih, M.M., mengaku puas melihat tingginya antusiasme peserta sepanjang kegiatan berlangsung.
“Kami sengaja memilih buku Breaking the Ceiling karena pesannya sangat dekat dengan kehidupan para pelajar. Kami berharap mereka tidak hanya menikmati cerita yang disampaikan, tetapi juga membawa pulang semangat untuk terus belajar, berani bermimpi, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita,” pungkas Nunung. (*/Rif)



