By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Di Makassar, Gus Kikin Serukan Pentingnya Qanun Asasi untuk NU
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Di Makassar, Gus Kikin Serukan Pentingnya Qanun Asasi untuk NU
Nahdliyyin

Di Makassar, Gus Kikin Serukan Pentingnya Qanun Asasi untuk NU

15/08/2026 Nahdliyyin
SHARE

Makassar, radar96.com – Upaya menghidupkan kembali nilai-nilai Qanun Asasi sebagai pedoman perjuangan dan arah gerakan Nahdlatul Ulama (NU) terus diserukan Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, di berbagai daerah, termasuk saat berbicara dalam seminar bertajuk “Revitalisasi Qanun Asasi” di Makassar, Sulawesi Selatan (14/8/2026).

Gus Kikin dalam keterangan tertulis dari Makassar, Sabtu, menyebutkan kegiatan tersebut dihadiri Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan, Anregurutta (AG) Dr. KH. Baharuddin HS, MA., jajaran Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU se-Sulawesi Selatan, serta pimpinan lembaga dan badan otonom PWNU Sulawesi Selatan, baik Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, dan PMII.

Menurut Gus Kikin, kehadiran berbagai unsur dalam seminar tersebut menunjukkan bahwa pembahasan Qanun Asasi tidak hanya menjadi kebutuhan elite organisasi, tetapi kebutuhan NU di masa depan untuk memahami kembali fondasi perjuangan organisasi. Artinya, Qanun Asasi merupakan dokumen yang jauh lebih penting untuk dasar pemikiran, prinsip, dan arah perjuangan NU, bukan hanya sebatas dokumen sejarah milik elite NU, siapapun orangnya.

“Qanun Asasi ini bukan sekadar dokumen yang diwariskan oleh para pendiri NU. Di dalamnya terdapat ruh, nilai, dan prinsip yang menjadi pegangan bagaimana NU harus bergerak dan berkhidmat. Karena itu, yang perlu kita lakukan hari ini adalah menghidupkan kembali ruh tersebut dalam kehidupan organisasi dan dalam menjawab persoalan umat,” ujar Gus Kikin.

Oleh karena itu, Gus Kikin menilai revitalisasi Qanun Asasi menjadi semakin penting ketika NU memasuki abad kedua. Perubahan zaman menghadirkan tantangan baru yang tidak selalu sama dengan kondisi ketika NU didirikan. Namun, perubahan tersebut tidak berarti NU harus kehilangan identitas dan prinsip dasarnya.

“Kita boleh berubah dalam cara, strategi, dan pendekatan. Tetapi nilai dan prinsip yang menjadi dasar perjuangan NU harus tetap kita pegang. Inilah pentingnya kita kembali membaca dan memahami Qanun Asasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, Qanun Asasi juga mengajarkan bahwa NU sejak awal didirikan untuk menghadirkan kemaslahatan. Organisasi tidak dibangun semata-mata untuk kepentingan internal, tetapi memiliki tanggung jawab yang lebih luas dalam menjaga agama, membangun kehidupan masyarakat, serta berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Jadi, revitalisasi Qanun Asasi harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu hadir dalam cara warga NU berorganisasi, membangun hubungan antarsesama, menjalankan kaderisasi, mengembangkan pendidikan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sebatas kepentingan pribadi.

“Qanun Asasi harus menjadi ruh yang menghidupkan organisasi. Jangan sampai kita memiliki organisasi yang besar, tetapi kehilangan arah dan pegangan. Semakin besar tantangan yang kita hadapi, semakin penting bagi kita untuk kembali kepada nilai-nilai yang telah diwariskan para muassis NU,” tutur Gus Kikin.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin juga mengajak seluruh jajaran NU di Sulawesi Selatan untuk menjadikan Qanun Asasi sebagai sumber inspirasi dalam memperkuat soliditas organisasi. Perbedaan latar belakang, wilayah, maupun bidang pengabdian hendaknya tidak menjadi penghalang untuk membangun persatuan.

“Sejak awal, kekuatan NU terletak pada kemampuan para ulama dan warga Nahdliyin untuk menyatukan berbagai potensi dalam satu tujuan besar, yakni menghadirkan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan, sekaligus memperkuat komitmen warga NU untuk menerjemahkan nilai-nilainya dalam gerakan organisasi di era baru,” katanya.

Dengan demikian, revitalisasi Qanun Asasi bukan sekadar upaya mengingat kembali sejarah NU, melainkan ikhtiar untuk memastikan bahwa ruh perjuangan para muassis tetap hidup dan menjadi kompas bagi NU dalam melangkah memasuki abad keduanya. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Konsolidasi di Bangkalan, ISNU Jatim Doakan PBNU dan Ziarah ke Maqbaroh Syaichona Cholil

LTM NU Bondowoso dan Kemenag Sepakat Percepat ID SIMAS Masjid

Muskercab I PCNU Bondowoso Soroti Tantangan Soliditas dan Kemandirian Ekonomi

LAZISNU Jatim Terima Donasi Rp32 Juta dari LAZIS Khadijah Surabaya untuk Korban Gempa Flores NTT

PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026: Apel Serentak, Ziarah hingga Mujahadah untuk Palestina

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 80 Remaja Madjid se-Jatim Ikuti Pelatihan Bisnis Syariah DMI-Demasindo
Next Article Harjabo ke-207, Bupati Hamid Tekankan Pentingnya Merawat Warisan Sejarah

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Ribuan orang ikuti “nobar” Timnas Indonesia vs Thailand di Masjid Al-Akbar Surabaya
Sospol
Kampus Harus Jadi Tempat Paling Aman dan Tepercaya bagi Mahasiswa
Sospol
Airlangga Business Community/ABC: Perubahan Kebijakan Publik Harus Dibaca Sebagai Terbukanya Peluang Bisnis
Ekraf
Konsolidasi di Bangkalan, ISNU Jatim Doakan PBNU dan Ziarah ke Maqbaroh Syaichona Cholil
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Hadapi TKA, LP Maarif Surabaya Laksanakan Workshop Guru SD/MI

03/10/2026
Nahdliyyin

IPNU-IPPNU Jatim Dorong LAKUT Jadi Momentum Cetak Pemimpin Multisektoral

02/10/2026
Nahdliyyin

21 Muqaddam dan Ribuan Jamaah Thoriqoh Attijaniyah Berkumpul dalam Satu Majelis Hailalah Bersama di Banyuanyar

02/10/2026
Nahdliyyin

Lailatul Ijtima’ dengan banyak jamaah di Kedungturi, Taman, Sidoarjo tambah Marwah An-Nahdliyyah

02/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?